Jakarta, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendukung wacana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) Persib Bandung di pasar modal Indonesia. Namun, dia menegaskan, proses tersebut sepenuhnya menjadi ranah manajemen klub sebagai entitas profesional.
Dedi, secara pribadi, memiliki ketertarikan untuk ikut membeli saham apabila Persib benar-benar melantai di bursa. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri urusan internal klub.
"IPO, saya juga sama keinginannya. IPO, saya juga ikut beli saham, gitu kan. Tapi kan itu urusan manajemen," kata Dedi dalam program Indonesia Summit 2026 by IDN Times, Rabu (17/6/2026).
Dia menegaskan, Persib merupakan klub profesional yang memiliki tata kelola dan mekanisme bisnis sendiri. Oleh karena itu, segala keputusan terkait pengelolaan keuangan, termasuk percepatan IPO merupakan urusan internal klub.
"Persib Bandung adalah klub profesional. Biarkan dia mengelola keuangannya termasuk mempercepat IPO-nya," kata Politikus Gerindra tersebut.
Dedi menambahkan, pemerintah daerah harus menjaga batas kewenangannya dalam dunia sepak bola profesional. Menurut dia, peran pemerintah tidak boleh sampai masuk ke ranah pengambilan keputusan bisnis klub.
"Karena pemerintah provinsi tidak boleh ikut campur terhadap internal sepak bola yang profesional, kecuali ngasih bonus jual sapi," tutur dia.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
