Dimensi Bebas Valverde Jadi Senjata Real Madrid saat Hadapi ManCity

Jakarta, IDN Times - Comeback Kylian Mbappe dan Jude Bellingham tampaknya tak akan berpengaruh pada taktik Real Madrid. Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan keduanya justru menambah opsi dari pilihannya untuk menyusun lini tengah dan serang, terutama saat menghadapi Manchester City dalam leg 2 babak 16 besar Liga Champions, Rabu dini hari WIB (18/3/2026).
Bellingham memang belum bisa main, tapi Mbappe kemungkinan akan diberikan kesempatan, meski belum tahu akan jadi starter atau tidak. Di tengah situasi itu, Arbeloa berniat untuk kembali mengeksplorasi kemampuan Federico Valverde yang belakangan jadi senjata rahasia Los Blancos. Dengan taktik yang diterapkan Arbeloa, Valverde begitu produktif dengan mampu mencetak lima gol dalam tiga laga terakhir Madrid.
1. Lebih bebas, jadi pembeda
Ketika Mbappe absen, Valverde tak ditempatkan sebagai gelandang sentral. Dia justru dipercaya untuk tampil lebih ofensif dengan harapan bisa menggunakan keahliannya dalam tembakan-tembakan jarak jauh dan menyusup dari lini kedua. Skema tersebut terbukti efektif dan membawa dampak positif buat Madrid.
"Fede bisa main di posisi mana saja dan bekerja dengan baik. Dia sedang berada dalam bentuk terbaiknya dan selalu cetak gol. Dia punya kebebasan bergerak. Ketika Bellingham serta Mbappe kembali, kami harus terus mengeksplorasi versi Fede yang seperti ini," kata Arbeloa dilansir Football Espana.
2. Gak ada yang aman di Madrid
Tak cuma menjadi juru gedor, Valverde juga punya jiwa kepemimpinan tinggi. Sebagai salah satu pemain senior Los Blancos, Valverde bisa memberikan pengaruh besar di ruang ganti.
Maka dari itu, dalam beberapa kesempatan, dia mengemban jabatan sebagai kapten. Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, pun menyejajarkannya dengan sang legenda, Juanito
"Dia adalah Juanito abad 21. Dia adalah pemain yang mencerminkan jati diri Madrid. Dia salah satu pemimpin tim dan akan tetap demikian untuk waktu yang lama. Jika ada pemain yang merepresentasikan para penggemar, maka itu adalah Valverde," ujar Arbeloa dalam rilis resmi LaLiga.
3. Gak ada anak emas di Madrid
Meski spesial, Valverde bukan berarti punya garansi untuk main di setiap laga. Arbeloa menyatakan pemain seperti Valverde, Vinicius Junior, dan Aurelien Tchouameni, secara reguler jadi starter karena kualitasnya, bukan lantaran favoritisme.
"Selama dua bulan di sini, saya tak merasa ada pemain yang spesial. Pemain seperti Valverde, Vinicius, Tchouameni, yang selalu main, bukanlah sapi keramat," ujar Arbeloa.

















