Duel Kontra Aston Villa Jadi Momen Spesial Bagi Ezra Walian, Kenapa?

Jakarta, IDN Times - Bintang Persik Kediri, Ezra Walian, masuk dalam tim Indonesia All Stars untuk menghadapi Aston Villa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu malam WIB (1/8/2026). Laga ini terasa begitu spesial bagi Ezra.
Ezra bahkan ditunjuk pelatih Kurniawan Dwi Yulianto untuk mengenakan ban kapten Indonesia All Stars. Kepercayaan dari Kurniawan memang membanggakan, namun ada hal yang lebih spesial bagi Ezra.
1. Akhirnya debut main di SUGBK

Ezra sudah sangat menantikan momen ini. Untuk pertama kalinya, bomber berusia 28 tahun itu akhirnya mendapat kesempatan untuk melakoni pertandingan di stadion kebanggaan Indonesia yang berkapasitas sekitar 78 ribu penonton tersebut.
Ezra sebenarnya sudah merumput bersama sejumlah klub Indonesia sejak 2019 lalu. Dia juga pernah membela Timnas Indonesia dalam beberapa kesempatan, namun belum sekalipun berlaga di SUGBK.
"Saya bangga sekali. Saya kapten untuk tim. Ini pertandingan spesial dan saya fokus untuk menikmatinya. Saya sudah enam tahun di Indonesia, tapi belum main di GBK. Setiap kali main lawan Persija atau untuk Timnas, kami tidak main di GBK. Jadi, untuk saya ini pertandingan spesial, aku bangga," kata Ezra dalam konferensi pers jelang laga di kawasan Senayan, pada Jumat (31/7/2026).
2. Fokus nikmati pertandingan

Ezra tak muluk-muluk terkait target dalam laga nanti. Pemain berdarah Indonesia-Belanda itu hanya ingin menikmati kesempatan bermain di SUGBK dan melawan Villa sebagai klub raksasa Inggris sebagai kapten tim Indonesia All Stars.
"Saya bangga sekali. Saya kapten untuk tim. Ini pertandingan spesial," ujar Ezra.
3. Panggung reuni Ezra

Laga melawan Villa juga menjadi momen reuni bagi Ezra Walian. Dia akan kembali bertemu dua pemain The Villans, Tammy Abraham dan Ian Maatsen, yang sudah dikenalnya sejak lama.
Ezra pernah berhadapan dengan Abraham saat masih bermain di level akademi. Ketika itu, dia membela Jong Ajax kontra Chelsea yang diperkuat Abraham. Sementara itu, Maatsen sama-sama berasal dari Belanda dan memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Ezra melalui keluarganya.
"Saat di Ajax, saya main lawan Tammy Abraham di Youth League, Ajax lawan Chelsea. Saya senang sekali bisa melihat dia lagi. Saya kenal keluarga Ian Maatsen. Saya juga kirim pesan ke keponakannya, mungkin kami bisa bicara setelah pertandingan," ucap Ezra.

















