Gagal Lolos, Maroko Pulang dengan Kepala Tegak

Jika ada pertanyaan tim dengan permainan terbaik yang tak lolos babak 16 besar, Maroko mungkin menjadi salah satu jawabannya. Betapa tidak, mereka mampu memberikan perlawanan sengit hingga laga terakhir melawan Spanyol, Selasa dini hari (26/6), waktu Indonesia.
Meski hanya bermain imbang, permainan kolektif mereka mampu mematahkan aliran bola tika-taka ala Spanyol. Maroko sendiri sudah dipastikan tak lolos karena mengalami dua kekalahan beruntun sebelumnya.
1. Maroko sempat unggul di babak pertama

Maroko sempat unggul di babak pertama melalui gol striker mereka, Khalid Boutaib. Memanfaatkan salah umpan pemain belakang Spanyol, ia melakukan solo run dari tengah lapangan sebelum menceploskan bola ke gawang De Gea pada menit ke 14. Gol tersebut sekaligus menjadi yang pertama bagi mereka dalam Piala Dunia 2018 ini.
Tak ingin kehilangan muka, Spanyol pun tampil menyerang. Hasilnya, umpan Andreas Iniesta mampu dikonversi menjadi sebuah gol pada menit ke 19 oleh Isco. Beberapa peluang terjadi, namun hingga babak pertama berakhir, kedudukan tetap 1-1.
2. Dirugikan keputusan wasit yang gunakan VAR

Setelah bermain imbang pada babak pertama, Maroko dan Spanyol kembali bermain terbuka pada paruh kedua. Beberapa peluang tercipta. Salah satunya tendangan keras Nordin Amrabat dari luar kotak penalti pada menit 55 yang hanya membentur gawang. Sebaliknya, sundulan Isco pada menit 60 pun masih bisa diselamatkan oleh pemain belakang Maroko.
Memanfaatkan tendangan sudut, striker Maroko berusia 21 tahun, Yossouf En-Neysri mampu menjebol gawang De Gea pada menit ke 81 melalui sundulan kepala. Neysri sendiri baru masuk menggantikan pencetak gol sebelumnya, Khalid Boutaib.
Namun, pada menit 91, wasit secara mengejutkan mengesahkan gol berbau offside Iago Aspas. Gol itu disahkan setelah wasit memanfaatkan fasilitas Video Assistant Referee (VAR). Skor 2-2 pun bertahan hingga akhir pertandingan.
3. Sempat repotkan Portugal dan Iran

Penampilan Maroko dalam Piala Dunia 2018 cukup mengejutkan. Meski kalah 0-1 di pertandingan pertama melawan Iran, mereka menuai pujian karena bermain cukup baik. Begitu juga ketika kalah dengan skor yang sama atas Portugal. Mereka meladeni permain terbuka Cristiano Ronaldo cs.
Sayangnya, penentu dalam sepak bola adalah jumlah gol, bukan permainan indah. Maroko pun kini pulang dengan kepala tegak.

















