Fakta dan Sejarah Perebutan Tempat Ketiga di Piala Dunia

Perebutan tempat ketiga di Piala Dunia kerap dipandang kurang prestisius dibanding laga final. Bahkan, banyak yang menganggap laga itu sebagai hiburan untuk tim yang gagal lolos ke final.
Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2022 Qatar mempertemukan Kroasia vs Maroko pada Sabtu (17/12/2022) malam hari WIB. Menariknya, keduanya sudah bertemu pada babak penyisihan grup dan bermain imbang.
Menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga. Ada baiknya kita menilik fakta dan sejarah perebutan tempat ketiga di Piala Dunia.
1. Perebutan tempat ketiga pertama kali hadir pada 1934

Pertandingan perebutan tempat ketiga pertama kali diselenggarakan di Piala Dunia 1934 Italia, yang merupakan edisi Piala Dunia kedua dalam sejarah. Kala itu, Jerman sukses duduk di peringkat ketiga usai menundukkan Austria 3-2.
Ini agak berbeda dari Piala Dunia 1930, di mana tim yang berhak duduk di tempat ketiga hanya ditentukan lewat rekor selama bertanding di turnamen tersebut. Saat itu, Amerika Serikat yang berhak menempati posisi ketiga berkat unggul agresivitas gol dari Yugoslavia.
Penentuan tempat ketiga lewat pertandingan kembali dilanjutkan pada edisi Piala Dunia 1938. Setelah itu, turnamen 4 tahunan ini sempat ditunda lebih dari 1 dekade akibat pecahnya Perang Dunia II.
2. Sempat diubah ke sistem round-robin di Piala Dunia 1950

Setelah 12 tahun ditunda, format perebutan tempat ketiga diubah ke sistem round-robin di Piala Dunia 1950. Ini sesuai dengan format semifinal yang diubah jadi fase grup putaran kedua, sehingga empat tim saling berhadapan dan posisinya ditentukan lewat akumulasi poin.
Pada edisi tersebut, Uruguay dinyatakan sebagai juara dunia setelah memuncaki klasemen akhir. Laga tersebut mengukir trauma di benak publik Brasil karena Uruguay berhasil menundukkan tuan rumah di Estadio Maracana.Tragedi tersebut dikenal dengan istilah Maracanazo.
Swedia dan Spanyol masing-masing menduduki peringkat ketiga dan keempat. Swedia unggul satu poin berkat satu kemenangan melawan Spanyol. Sementara, Spanyol hanya mendapatkan satu poin dari hasil seri melawan Uruguay.
3. Tim paling banyak bertengger di tempat ketiga

Negara yang paling sering duduk di peringkat ketiga Piala Dunia adalah Jerman. Selain merengkuh empat gelar juara dunia, Der Panzer mendapatkan medali perunggu sebanyak empat kali. Gelar itu didapat pada 1934, 1970, 2006, dan 2010.
Tim yang pernah bertengger di peringkat ketiga terbanyak lainnya adalah Brasil, Prancis, Polandia, dan Swedia. Keempat negara itu berhasil memperoleh dua medali perunggu dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia. Negara yang baru satu kali duduk di peringkat ketiga Piala Dunia, antara lain Kroasia, Amerika Serikat, Italia, Belgia, Belanda, Austria, Portugal, Chile, dan Turki.
4. Tim yang masuk semifinal, tetapi tidak pernah duduk di tempat ketiga

Meski lolos ke semifinal, tidak semua tim bisa mendapat medali perunggu. Argentina adalah tim yang selalu sukses masuk ke final jika tembus ke empat besar. La Albiceleste sukses merebut 2 gelar juara dunia dan 3 kali runner-up.
Rekor serupa juga dimiliki Hungaria dan Cekoslovakia. Kedua negara Eropa Tengah itu pernah menjadi runner-up dua kali di Piala Dunia. Keduanya selalu mengalami kekalahan di partai puncak.
Negara yang sering menembus semifinal, tetapi tidak pernah menempati peringkat ketiga adalah Uruguay. Tim Amerika Selatan ini pernah dua kali juara dunia, tetapi tidak pernah menempati runner-up dan peringkat ketiga.
Tim yang pernah dua kali menempati posisi keempat adalah Brasil, Inggris, dan Serbia. Tim yang duduk di peringkat keempat Piala Dunia sebanyak satu kali, meliputi Korea Selatan, Uni Soviet (Rusia), Belgia, Portugal, Austria, Bulgaria, Spanyol, Italia, Prancis, dan Jerman.
5. Perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2022

Perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 2022 ini cukup unik karena mempertemukan Kroasia dan Maroko. Keduanya pernah dipertemukan pada fase grup.
Timnas Kroasia merupakan finalis Piala Dunia 2018 yang kembali menembus semifinal. Sedangkan, Maroko adalah tim yang baru pertama kali lolos ke semifinal Piala Dunia.
Kroasia akan merebut kesempatan kedua untuk memperoleh medali perunggu setelah didapatkan pada 1998. Sementara, untuk Maroko, apa pun hasilnya akan jadi yang pertama untuk mereka.
Banyak yang bilang perebutan tempat ketiga adalah laga hiburan bagi tim yang gagal menembus final Piala Dunia. Bisa kita lihat tidak ada ambisi dan antusias yang sama seperti tim yang lolos ke final.
Laga ini jarang sampai ke babak tambahan waktu apalagi adu penalti. Fenomena ini hanya sekali terjadi pada Piala Dunia 1986 Meksiko yang mempertemukan Prancis dengan Belgia.


















