Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
FIFA Bantu Timnas Putri Afghanistan Mentas di Panggung Internasional
Logo FIFA (doc. FIFA)
  • FIFA menyetujui amandemen aturan yang memungkinkan pemain putri Afghanistan kembali tampil di ajang internasional tanpa persetujuan Taliban, menggantikan peran federasi lokal yang tak lagi berfungsi.
  • Dewan FIFA diberi wewenang membentuk dan mendaftarkan tim nasional darurat, dengan dukungan penuh dalam aspek administrasi, operasional, dan finansial hingga dua tahun ke depan.
  • Langkah bersejarah ini disambut positif oleh aktivis HAM dan pesepak bola asal Afghanistan karena dianggap melindungi hak perempuan untuk bermain serta mewakili identitas negaranya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - FIFA membuka jalan bagi pesepak bola putri Afghanistan kembali ke panggung internasional. Dewan FIFA menyetujui amandemen aturan yang membuat mereka dapat mewakili negaranya di ajang resmi.

Langkah ini diambil karena Federasi Sepak Bola Afghanistan (AFF) tak lagi bisa memfasilitasi tim putrinya. Kebijakan ini memastikan para pemain tidak kehilangan hak tampil, tanpa memerlukan persetujuan Taliban sebagai penguasa Afghanistan.

1. FIFA ambil alih peran asosiasi lokal

Melalui keputusan ini, Dewan FIFA diberi wewenang untuk membentuk dan mendaftarkan tim nasional, setelah berkoordinasi dengan Konferedasi Sepak Bola Asia (AFC). Kebijakan ini hanya berlaku dalam kondisi darurat untuk melindungi hak pemain.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut langkah ini sebagai keputusan berani dan bersejarah. Dia menegaskan FIFA akan mendukung penuh para pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Dengan memberi kesempatan bagi pemain putri Afghanistan untuk bertanding, kami mewujudkan prinsip menjadi aksi nyata. FIFA bangga memimpin inisiatif bersejarah ini," kata Infantino dalam keterangan resminya.

2. FIFA beri dukungan penuh

Meski aturan sudah berlaku, Timnas Putri Afghanistan masih membutuhkan proses untuk tampil di ajang resmi. FIFA menjamin untuk menangani seluruh aspek, mulai dari administrasi, pembentukan struktur operasional, hingga aspek finansial.

Program ini dirancang untuk berjalan hingga dua tahun ke depan. Agenda terdekat adalah pemusatan latihan pada Juni 2026 di Selandia Baru, plus laga uji coba melawan Kepulauan Cook.

3. Tuai pujian dari berbagai pihak

Keputusan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk aktivis HAM, mantan kapten tim nasional Afghanistan Khalida Popal, hingga Nadia Nadim, pesepak bola putri kelahiran Afghanistan yang kini memperkuat Denmark.

"FIFA mendengarkan para pemain ini sebagai bagian dari tanggung jawab untuk melindungi hak setiap perempuan dan anak perempuan dalam bermain sepak bola serta mewakili identitas mereka," ujar Infantino.

Editorial Team