Cinta Cammy Devlin kepada Sepak Bola yang Bersemi di Kanada

- Cammy Devlin mulai mencintai sepak bola saat tinggal di Kanada pada usia sembilan tahun, menggantikan minatnya terhadap rugby league yang populer di Australia.
- Piala Dunia 2026 menjadi momen spesial bagi Devlin karena ia kembali ke Kanada bersama Timnas Australia untuk menghadapi Turki, disaksikan teman lama keluarganya.
- Perjalanan karier Devlin dari Sydney FC hingga Hearts tak lepas dari dukungan orang tua, dan kini ia optimistis Australia bisa melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 menjadi momen penting bagi Cammy Devlin. Ini menjadi kedua kalinya pemain berusia 28 tahun itu masuk Timnas Australia pada turnamen 4 tahunan tersebut. Pertandingan pertama Australia melawan Turki yang berlangsung pada Minggu (14/6/2026) siang WIB juga terasa istimewa untuk Devlin.
Pertandingan tersebut digelar di BC Place Vancouver, membuat Devlin kembali menjejakkan kaki di tanah Kanada. Negara tersebut sudah tidak asing bagi pemain bernama lengkap Cameron Peter Devlin. Sebab, ketertarikan terhadap sepak bola bermula saat ia di Kanada.
1. Cinta Cammy Devlin kepada sepak bola tumbuh saat pindah ke Kanada pada usia 9 tahun
Cammy Devlin sempat tinggal di Kanada saat berusia 9 tahun. Ia ikut bersama orangtuanya yang berprofesi sebagai guru untuk menetap di Toronto, Ontario. Namun, Devlin hanya tinggal di sana selama sekitar setahun.
Sebelum pindah ke Kanada, Devlin begitu menyukai olahraga rugby league. Ayahnya memainkan olahraga tersebut saat di Australia. Rugbi memang salah satu olahraga paling diminati di Australia. Itu terbukti dari data Deloitte yang dirilis pada 3 November 2025.
Rugby league menduduki posisi ketiga sebagai olahraga paling diminati di Negeri Kangguru. Dari 2.000 responden yang disurvei, sebanyak 30 persen merupakan penggemar cabang olahraga tersebut. Adapun dari jumlah itu, sebanyak 54 persen merupakan penggemar setia yang memiliki keterikatan kepada salah satu tim yang berkompetisi.
Kecintaan Devlin terhadap rugbi mulai bergeser kepada sepak bola. Ia mengaku jadi menggemari sepak bola karena tidak ada yang memainkan rugbi di Kanada. Momen tersebut rupanya menjadi awal dari keseriusannya menekuni sepak bola hingga sekarang.
"Sejujurnya, ada banyak momen terbaik masa kecilku saat bermain sepak bola untuk pertama kalinya. Itulah yang memulai segalanya bagi hidupku. Aku tak yakin apakah akan memainkannya jika tidak pergi ke Kanada," kata Cammy Devlin dilansir situs resmi FIFA.
2. Cammy Devlin senang bisa kembali ke Kanada untuk memperkuat Timnas Australia di Piala Dunia 2026
Cammy Devlin kembali menginjakkan kaki di Kanada setelah sempat menetap di Toronto 20 tahun lalu. Kali ini, ia datang bersama Timnas Australia untuk menghadapi pertandingan fase Grup D. Devlin sangat gembira bisa kembali ke negara tempat dirinya jatuh hati kepada sepak bola.
Penampilan Devlin bersama Socceroos, julukan Timnas Australia, tidak hanya disaksikan keluarga. Teman-teman dari ayah dan ibu Devlin semasa tinggal di Toronto diperkirakan melakukan perjalanan ke Vancouver untuk menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion. Jika terealisasi, maka ini akan menjadi momen menarik bagi Devlin di Piala Dunia 2026.
"Hampir 20 tahun berlalu sejak saat itu. Namun, teman-teman orangtuaku yang mengenal diriku sebagai anak kecil kini bisa datang dan menonton diriku bermain bersama Timnas Australia. Aku pikir ini adalah hal yang keren," ujar Cammy Devlin dikutip FIFA.
3. Peran orangtua membawa Cammy Devlin menapaki karier sepak bola profesional
Perjalanan Cammy Devlin dalam sepak bola profesional tak lepas dari peran orangtua. Kepindahan ke Kanada saat muda membawa Devlin kepada ajang olahraga yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu tak lupa mengucapkan terima kasih atas kontribusi ayah dan ibunya sehingga bisa meniti karier seperti sekarang.
"Aku benar-benar berterima kasih kepada ayah dan ibuku karena pindah ke Kanada adalah awal dari segalanya bagiku, yaitu bermain sepak bola saat bersekolah di sana. Aku jatuh cinta dengan olahraga ini dan terus memainkannya saat kami kembali ke Australia. Beberapa tahun kemudian, aku mulai memperkuat tim kampung halamanku dan di situlah awal dari segalanya," jelas Cammy Devlin dilansir situs FIFA.
Devlin menjalani debut profesional bersama tim kampung halamannya, Sydney FC, pada pertengahan 2018 setelah menghuni skuad muda Western Sydney Wanderers. Ia memperkuat tim tersebut selama semusim. Devlin bermain sebanyak 9 kali dan mencetak 1 gol saat Sydney FC menang 2-0 atas Adelaide United.
Kemudian, Devlin pindah ke Wellington Phoenix pada pertengahan 2019 dan bertahan di sana selama 2 musim. Ia tampil dalam 45 pertandingan serta membukukan 2 gol. Perjalanan Devlin di A-League Australia berlanjut bersama Newcastle Jets. Ia resmi bergabung dengan tim tersebut pada awal Juli 2021.
Namun, Devlin belum sempat bermain bersama Jets. Sebuah tawaran masuk dari Hearts senilai 36 ribu euro atau setara dengan 741,7 juta rupiah membawa Devlin terbang ke Scottish Premiership pada akhir Agustus 2021. Hingga 2025/2026, Devlin sudah bermain bersama Hearts dalam 176 pertandingan dan melesatkan 8 gol.
4. Cammy Devlin optimistis Timnas Australia dapat melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 menandai ketujuh kalinya Timnas Australia masuk putaran final turnamen tersebut. Hingga saat ini, prestasi terbaik mereka adalah lolos ke babak 16 besar pada 2006 dan 2022. Skuad asuhan Tony Popovic itu kini ingin menyamai, bahkan melampaui pencapaian mereka.
Cammy Devlin optimistis Socceroos bisa melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Ia menilai target lolos ke babak 16 besar atau lebih tinggi sangat mungkin untuk dicapai. Ia tak terlalu memusingkan pandangan pihak lain yang tidak terlalu menjagokan Australia.
"Memang ada sedikit omongan dari luar tentang tim kami. Namun, kami tahu betul kekuatan yang ada di dalam tim ini. Kami punya dukungan luar biasa dari para staf dan pelatih. Jadi, jika ada yang meremehkan kami, maka itu bagus karena kami bisa fokus pada diri sendiri," tegas Cammy Devlin dikutip FIFA.
Australia bersiap menunjukkan penampilan terbaik di Piala Dunia 2026. Selain Turki, mereka akan berjumpa dengan Amerika Serikat dan Paraguay pada fase grup D. Mampukah Cammy Devlin melangkah lebih jauh bersama Socceroos pada turnamen akbar tahun ini?

















