FIFA Batalkan Proyek Penjualan Saham Piala Dunia Usai Tuai Kecaman

- FIFA membatalkan proyek FIFA Forward Enterprise yang berencana mengomersialkan ajang FIFA, termasuk Piala Dunia, setelah memicu protes dari berbagai pihak.
- FIFA menyatakan dukungan terhadap proyek tersebut tidak cukup, berdasarkan masukan dari asosiasi, federasi, konfederasi, Dewan FIFA, dan pemangku kepentingan lainnya.
- Presiden FIFA Gianni Infantino mengakui proyek itu menimbulkan perpecahan organisasi dan berjanji memulihkan stabilitas serta melanjutkan pengembangan sepak bola, terutama bagi negara yang membutuhkan bantuan.
Jakarta, IDN Times - Proyek FIFA Forward Enterprise akhirnya dibatalkan oleh FIFA. Rencana ambisius yang berbasis pada komersialisasi event FIFA, termasuk Piala Dunia, itu gagal terlaksana karena protes besar muncul dari berbagai arah.
FIFA mengaku mendengar aspirasi dari seluruh pihak atas wacana tersebut, baik dari level asosiasi maupun federasi, konfederasi, Dewan FIFA, hingga pemangku jabatan lainnya. Melalui serangkaian diskusi, FIFA merasa tak mendapat dukungan yang cukup, hingga akhirnya proyek FFE dibatalkan.
"Setelah mendengarkan secara saksama, menjadi sangat jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perbedaan, terlepas dari level dukungannya, sudah tak bisa mengakomodasi kepentingan untuk dijadikan prioritas. Tujuan kami selalu, dan akan selalu, bersatu lalu berkembang. Maka dari itu, proposal ini tak akan dilanjutkan," kata Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam pernyataan resminya yang diterima IDN Times.
Infantino menyadari wacana FFE telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada level organisasi. Kini, dia berjanji akan memperbaikinya demi kestabilan FIFA, kemurnian sepak bola, hingga menyamakan lagi objektif dalam roda federasi.
"Selanjutnya, tujuan saya adalah mengembalikan kepentingan bersama dalam beberapa hari dan pekan lewat spirit serupa dalam permainan kita, dengan objektif melanjutkan perkembangan sepak bola di mana saja, terutama negara yang butuh bantuan," ujar Infantino.
Rencana penjualan saham event FIFA, termasuk Piala Dunia, sudah ditentang oleh berbagai pihak. UEFA, CONMEBOL, CONCACAF, dan AFC, kompak menolak ide tersebut karena bisa merusak jiwa sepak bola. Bagi mereka, rencana tersebut berisiko mengundang intervensi dari pihak luar atas permainan sepak bola di sebuah turnamen di masa mendatang, karena para pemegang saham merasa memiliki hak untuk membentuk citra turnamen tersebut.

















