Seluruh tim, disebut Komisaris IWL sekaligus anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, mendapatkan kuota maksimal sebanyak empat pemain asing. Klub juga diizinkan untuk mendatangkan talenta diaspora.
Pada musim perdana, baru dua pemain diaspora yang telah dikonfirmasi dapat mentas. Mereka adalah Isabelle Nottet dan Estella Loupatty. Keduanya juga masuk dalam kategori marquee player.
"Nah sisanya kami serahkan kembali ke klub sesuai dengan kemampuannya. Empat pemain asing itulah yang kami sebut sebagai marquee player," ujar Vivin.
IWL juga menerapkan sistem khusus untuk menjaga keseimbangan kekuatan antarklub. Salah satunya melalui proses kurasi dan grading terhadap 250 pemain yang telah dianalisis dan dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kriteria.
"Kenapa kami juga melakukan analisa dan kajian dari semua pemain, termasuk grading pemain. Ada sekitar 250-an pemain di mana akhirnya kami grading dengan kriteria yang sudah kami tentukan," ujar Teddy.