Gagal Finis di MotoGP Spanyol, Ada Apa dengan Bagnaia?

- Francesco Bagnaia gagal finis di MotoGP Spanyol 2026 karena masalah serius pada sistem pengereman motor Desmosedici GP26 yang membuatnya harus mundur demi keselamatan.
- Kegagalan ini menjadi kali kedua Bagnaia tidak menyelesaikan balapan musim 2026, menandakan problem teknis pada Desmosedici GP26 belum sepenuhnya terpecahkan meski tim Ducati terus berupaya memperbaikinya.
- Bagnaia mengungkapkan niat timnya untuk mempelajari pendekatan Alex Marquez dan Gresini Racing yang sukses mengoptimalkan GP26 hingga meraih kemenangan di Sirkuit Jerez.
Jakarta, IDN Times - Setelah tampil menjanjikan di sesi sprint race, kesialan menimpa pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, dalam balapan utama MotoGP Spanyol, Minggu (26/4/2026). Saat hendak mengaspal di Sirkuit Jerez kemarin, Bagnaia mengaku harus mengakhiri balapan dan rela gak finis karena alasan yang krusial.
Bagnaia mengakui motor Desmosedici GP26 yang dikendarainya bermasalah. Keputusan mundur harus diambil, lantaran bisa mengancam keselamatannya jika dipaksakan membalap. Ada apa dengan motornya?
1. Rem jadi masalah utama
Awalnya, Bagnaia tak merasakan apa-apa jelang balapan. Baru ketika memacu motornya, Bagnaia mulai menemukan masalah pada sistem pengeremannya. Pembalap asal Italia itu mengaku sulit untuk bisa mengendalikan laju motornya.
"Sedikit masalah. Tim bekerja untuk memahami situasinya, tetapi kesialan bisa terjadi kapan saja. Saya memulai balapan dengan perasaan kurang nyaman, tapi masih bisa kompetitif. Namun, masalahnya mulai memburuk di setiap lap dan saya harus berhenti. Sulit buat saya mengurangi kecepatan," kata Bagnaia, dilansir TNT Sports.
2. Masalah Desmosedici GP26 belum terpecahkan
Ini menjadi kegagalan Bagnaia untuk menyelesaikan balapan untuk kedua kalinya pada musim 2026. Fakta tersebut menunjukkan jika masalah yang membelit Desmosedici GP26 belum terpecahkan. Namun, anak didik Valentino Rossi tersebut menegaskan seluruh elemen di Ducati berusaha memecahkan problem yang ada di motornya.
"Saya rasa, kami sudah menciptakan kemajuan karena rasanya motor lebih baik. Tapi, Alex Marquez bersama Gresini bekerja dengan luar biasa. Mereka lebih baik dan mampu berkembang," ujar Bagnaia.
3. Bakal tiru trik Alex?
Bagnaia mengakui, timnya harus mempelajari trik Alex untuk mengatasi masalah Desmosedici GP26. Sebab Alex mampu bekerja sama dengan para mekanik untuk menciptakan motor yang tahan banting hingga akhirnya jadi juara di Jerez kemarin.
"Dia sempat kesulitan dengan GP26 dan akhir pekan ini benar-benar berkembang. Kami harus mempelajarinya, mungkin menirunya. Memahami solusi baru yang Ducati bawa dan mencoba meniru perkembangan Alex," kata Bagnaia.

















