Gak Jadi Pelatih, Bojan Hodak Kini Punya Peran Baru di Persib

- Bojan Hodak resmi mundur dari posisi pelatih Persib Bandung setelah membawa tim meraih tiga gelar juara Super League secara beruntun.
- Meski tak lagi melatih, Hodak tetap bergabung di Persib sebagai Shareholder Group Technical Advisor yang fokus pada strategi jangka panjang klub.
- Igor Tolic, mantan asisten Hodak, ditunjuk sebagai pelatih kepala baru untuk melanjutkan prestasi dan konsistensi permainan Persib di liga.
Jakarta, IDN Times - Akhirnya masa itu tiba. Selepas mengantarkan Persib Bandung meraih gelar juara Super League tiga kali beruntun, Bojan Hodak mundur dari kursi pelatih.
"Setelah sukses membawa Persib mendominasi sepak bola Indonesia dalam tiga musim terakhir, Bojan Hodak akan mengosongkan kursi pelatih kepala," begitu pernyataan Persib, Senin (25/5/2026).
1. Hodak mendapatkan peran baru di Persib

Meski tak lagi menukangi Persib, Hodak ternyata mendapatkan peran baru di Persib. Dia menjadi naik kelas, menjadi seorang Shareholder Group Technical Advisor.
"Bojan Hodak akan menjalani peran baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor dan turut membantu melanjutkan warisan kesuksesan untuk masa yang akan datang," ujar Persib.
2. Siapa mengisi posisi pelatih?

Sebagai pengganti Hodak di kursi pelatih, Persib langsung menunjukkan Igor Tolic, yang selama ini jadi asisten. Dengan hadirnya Tolic, diharapkan estafet kualitas Persib di Super League berlanjut.
"Setelah menjadi bagian dari perjalanan penuh prestasi Persib, kini Igor Tolic akan naik memimpin sebagai pelatih kepala untuk melanjutkan warisan kesuksesan yang telah dibangun bersama," ujar Persib.
3. Apa tugas baru yang akan Hodak lakoni?

Dengan posisi baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor, Hodak nantinya bertugas menjembatani pemilik saham dan tim, serta fokus pada strategi besar jangka panjang klub. Lazimnya, jabatan ini diisi oleh legenda.
Namun, Bojan memang sudah berstatus legenda. Dia jadi pelatih yang mampu membawa Persib juara liga selama tiga musim beruntun, pertama kali sejak era Liga Indonesia. Dia juga tiga kali dinobatkan sebagai pelatih terbaik.


















