Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Irak Akhiri Penantian 40 Tahun Piala Dunia, Graham Arnold Ukir Sejarah

Irak Akhiri Penantian 40 Tahun Piala Dunia, Graham Arnold Ukir Sejarah
Potret duel Timnas Irak vs Timnas Indonesa di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, pada 12 Oktober 2025. (Dok. PSSI).
Intinya Sih
  • Irak memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Bolivia 2-1 di laga play-off antarkonfederasi, mengakhiri penantian panjang selama empat dekade.
  • Graham Arnold mencatat sejarah sebagai pelatih asal Australia pertama yang berhasil membawa dua negara berbeda lolos ke putaran final Piala Dunia.
  • Meski menghadapi berbagai kendala non-teknis akibat konflik regional dan perjalanan berat, Irak tetap sukses melaju dan kini bersiap menghadapi grup sulit berisi Prancis, Senegal, serta Norwegia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Irak berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Tiket itu didapat usai membungkam Bolivia dengan skor 2-1 di play-off antarkonfederasi, Rabu (1/4/2026).

Irak tampil spartan dalam meredam gempuran masif Bolivia. Gol kemenangan mereka dicetak Ali Al Hamadi (10') dan Aymen Hussein (53'), sementara Bolivia sempat menyamakan kedudukan lewat aksi Moises Paniagua menit ke-38.

1. Irak akhiri penantian panjang

Hasil di Estadio BBVA Bancomer itu terasa begitu manis bagi publik Singa Mesopotamia. Mereka mengakhiri penantian 40 tahun, setelah terakhir lolos di Piala Dunia 1986.

Menariknya, edisi tersebut juga digelar di Meksiko selaku salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, bersama Amerika Serikat dan Kanada. Ini menjadi kali kedua mereka mengikuti turnamen paling bergengsi tersebut.

2. Graham Arnold ukir sejarah

Kemenangan atas Bolovia ternyata tidak hanya menjadi penanda kembalinya Irak. Hasil ini juga mengukir tinta emas bagi sang nakhoda, Graham Arnold.

Arnold menjadi pelatih asal Australia pertama yang sukses meloloskan dua negara berbeda Piala Dunia. Sebelumnya, Arnold mengantarkan Negeri Kanguru ke putaran final edisi 2024.

3. Irak berhasil atasi masalah non-teknis, ujian berat menanti

Langkah Irak menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tergolong luar biasa mengingat berbagai rintangan non-teknis. Itu merupakan imbas dari konflik di Timur Tengah, yang sempat mengganggu persiapan, mulai dari penutupan wilayah udara hingga urusan birokrasi visa.

Arnold dan anak-anak asuhnya bahkan harus menempuh perjalanan melelahkan selama tiga hari melalui Amman sebelum tiba di lokasi laga. Kini, ujian berat sudah menanti mereka.

Itu karena Irak akan bergabung di Grup I yang berstatus grup neraka. Singa Mesopotamia dikepung Prancis, Senegal, dan Norwegia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More