Isak dan Gakpo Absen, Bisa Apa Lini Depan Liverpool?

Liverpool kehilangan Cody Gakpo dan Alexander Isak menjelang duel kontra Manchester City di Anfield.
Absennya striker membuat opsi false nine dari pemain sayap menjadi salah satu kemungkinan.
Andoni Iraola juga perlu menjaga keseimbangan pertahanan setelah Liverpool mencatatkan tiga clean sheet beruntun.
Jakarta, IDN Times - Duel akbar akan tersaji di Anfield Stadium, Minggu (11/10/2026). Tuan rumah, Liverpool, bakal menjamu rivalnya, Manchester City, dalam pekan keenam Premier League.
Menghadapi ManCity, Liverpool dipusingkan dengan absennya Cody Gakpo dan Alexander Isak. Padahal, keduanya merupakan pemain dengan kontribusi gol terbesar di skuad The Reds musim ini. Kombinasi Gakpo dan Isak sejauh ini sudah menghasilkan delapan gol.
"Tentunya, bukan hal yang mau kami terima dari jeda internasional kali ini. Tapi, kami tak bisa mengontrolnya. Itu sudah terjadi, gak bisa diubah. Jadi, kami harus beradaptasi," ujar pelatih Liverpool, Andoni Iraola, dilansir Liverpool Echo.
1. Muncul opsi false nine?
Dengan tumbangnya Isak, Liverpool praktis tak memiliki striker murni, karena Hugo Ekitike juga masih dibekap cedera. Situasi ini, menurut Iraola, memang tak ideal.
Apalagi, Liverpool hanya memiliki pemain-pemain dengan posisi winger yang kemungkinan disulap menjadi false nine dalam laga nanti.
"Situasi yang buruk buat kami. Mereka striker yang mematikan sejak awal musim. Tapi, jika kalian pelatih Liverpool, beruntung karena memiliki opsi yang tak kalah bagus," kata Iraola.
2. Percaya ke pemainnya
Siapa pun yang main, Iraola yakin Liverpool bisa bersaing dengan ManCity dalam duel nanti. Justru, situasi ini menjadi momen bagi para pemain Liverpool untuk membuktikan label bintangnya.
"Saya percaya kepada pemain untuk bisa bersaing. Ini momen bagus juga buat pemain untuk berkembang, menambah jam terbang dan menampilkan performa terbaik, sementara kami memulihkan Cody dan Alex," kata eks manajer AFC Bournemouth itu.
3. Harus bikin stabilitas di belakang juga
PR Iraola sebenarnya tak cuma di lini serang. Dia juga harus mengatur sektor pertahanannya agar lebih seimbang. Sebab, Liverpool baru saja mencatatkan rekor yang jarang diciptakan dalam dua tahun terakhir, clean sheet dalam tiga laga beruntun di semua kompetisi sebelum jeda internasional.
Meski begitu, Iraola mengaku sulit mempertahankan stabilitas di lini pertahanan. Sebab, akan ada risiko yang muncul ketika dia mengubah susunan pemain di sektor belakang.
"Contohnya ketika memilih Ronald Araujo. Anda ganti dia, bisa jadi solid di belakang, tapi kehilangan ancaman di lini depan," ujar Iraola.





















