5 Kabar Terkini Rekrutan Termahal Satu Dekade Lalu

Bursa transfer selalu memiliki cerita yang sangat menarik dan ditunggu fans sepak bola di seluruh dunia. Begitu juga dengan bursa transfer yang telah terjadi satu dekade lalu, tepatnya di musim 2012/2013 yang juga memiliki cerita tersendiri.
Pemain-pemain top, seperti Zlatan Ibrahimovic, Eden Hazard, Luka Modric berganti klub di bursa transfer musim panas 2012/2013. Namun, mereka bukanlah pemain dengan banderol termahal di Eropa kala itu.
Lantas, siapa pemain termahal di musim tersebut? Betikut ulasannya serta kabar mereka terkini.
1. Thiago Silva

Thiago Silva menjadi pemain termahal di bursa transfer musim panas 2012. Iia ditebus dari AC Milan seharga 42 juta euro atau Rp666 miliar oleh Paris Saint Germain. Rossoneri terpaksa melepasnya saat itu karena terlilit masalah finansial. Ia bahkan dilepas ke PSG satu paket bersama Zlatan Ibrahimovic.
Di Paris, Thiago Silva menjelma tidak hanya menjadi pemain kunci, tetapi juga sosok legendaris. Selama delapan musim di PSG, ia persembahkan semua gelar domestik dengan total raihan 25 trofi. Ia hanya gagal persembahkan trofi Liga Champions untuk PSG.
Uniknya, ia perrgi ke Chelsea di penghujung kariernya pada musim panas 2020 dan langsung memenangkan Liga Champions bersama klub barunya itu. Dinilai sangat memuaskan, bek berusia 37 tahun itu baru saja diberikan perpanjangan kontrak hingga 2023 oleh pihak manajemen Chelsea.
2. Hulk

Pemain sayap asal Brasil ini dikenal karena fisik besar dan kekuatannya. Tidak aneh jika kemudian ia diberikan julukan Hulk. Pada musim panas 2012 ia diboyong Zenit St Petersburg dengan harga 40 juta euro atau sekitar Rp 634 miliar dari FC Porto.
Hulk tampil impresif dengan rata-rata mencetak satu gol setiap dua pertandingan untuk Zenit. Ia menorehkan total 77 gol dalam 148 penampilan selama empat musim merumput di klub asal Rusia itu. Pada tahun 2016 ia hengkang ke Liga Super China untuk membela Shanghai SPG usai ditebus seharga 55,8 juta euro atau Rp885 miliar.
Pada Februari 2021 lalu ia memutuskan pulang ke Brasil untuk membela Atletico Mineiro. Luar biasanya, ia langsung memberikan gelar Liga Brasil di musim perdananya sekaligus terpilih sebagai Pemain Terbaik Liga Brasil.
3. Lucas Moura

Lucas Moura menjadi rekrutan termahal Paris Saint-Germain pada musim panas 2012. Ia diboyong dari Sao Paolo seharga 40 juta euro atau sekitar Rp634 miliar. Meski begitu, ia baru bergabung dengan PSG pada musim dingin 2013. Moura bertahan selama lima musim dengan mempersembahkan lima gelar Ligue 1 secara beruntun.
Ia juga menorehkan 46 gol dan 48 assist dari 229 penampilan di PSG. Meski tampil memuaskan, Moura lantas dilepas ke Tottenham Hotspur pada musim panas 2018 karena PSG surplus gelandang berkualitas. Di klub asal London Utara ini, Lucas Moura menjelma menjadi sosok penting terlepas dari empat pelatih berbeda yang menangani Spurs dalam lima tahun terakhir.
4. Javi Martinez

Javier Martinez adalah pemain kunci Marcelo Bielsa saat menangani Athletic Bilbao hingga berhasil mencapai final Liga Europa. Musim berikutnya, tepatnya pada musim panas 2012, Bayern Munchen datang untuk membeli sang pemain.
Berposisi sebagai gelandang bertahan, ia menjadi andalan Bayern Munchen mendominasi Bundesliga dan Eropa. Selama sembilan musim di Jerman, ia mempersembahkan dua gelar Liga Champions dan sembilan trofi Bundesliga. Pada musim panas 2021 kemarin ia hengkang ke klub Qatar SC dengan status free transfer.
5. Axel Witsel

Axel Witsel menarik perhatian publik saat tampil impresif bersama Benfica di musim perdananya. Ia langsung dijual pada musim keduanya, tahun 2012, setelah Zenit St Petersburg berani menebusnya.
Setelah lima tahun dan mencatatkan 180 penampilan untuk Zenit, Witsel pindah ke Borussia Dortmund setelah sempat bermain selama semusim di Tiongkok. Saat ini, Witsel telah berusia 33 tahun dan masih menjadi pemain penting di skuad klub Bundesliga ini.
Satu dekade telah berlalu sejak kelima pemain di atas menjadi rekrutan termahal musim 2012/2013. Hingga saat ini mereka masih aktif bermain di sederet kompetisi sepak bola teratas, baik di Eropa ataupun kawasan lainnya. Dengan banderol harga tinggi pada masanya, mereka membuktikan harga tersebut sangat layak setelah berkat kontribusi yang telah diberikan oleh masing-masing dari mereka.















