Mengapa Aprilia Belum Menguji Motor 850cc untuk MotoGP 2027?

- MotoGP akan menerapkan regulasi baru pada 2027 dengan mesin 850cc, larangan perangkat holeshot dan ride-height, serta pembatasan aerodinamika demi keselamatan dan efisiensi balapan.
- Empat pabrikan besar—KTM, Honda, Yamaha, dan Ducati—sudah menguji motor 850cc sejak akhir 2025 hingga awal 2026, sementara Aprilia belum melaksanakan uji coba yang sempat direncanakan.
- CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menjelaskan timnya sengaja menunda tes agar strategi tidak terbuka ke pesaing dan menekankan keunggulan Aprilia dalam kecepatan implementasi ide teknis.
MotoGP 2026 melangsungkan seri keempat di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 24--26 April 2026. Perhatian tak hanya tertuju pada persiapan tim dan pembalap menghadapi pekan balap GP Spanyol 2026, tetapi juga perkembangan tiap pabrikan menyongsong regulasi baru yang berlaku pada 2027. Aprilia mendapat sorotan lantaran belum melakukan pengujian motor bermesin 850cc yang dipakai pada musim depan.
Pabrikan yang berbasis di Noale, Italia, tersebut menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak terkait program tes motor 850cc Aprilia. Massimo Rivola selaku CEO Aprilia Racing tak cemas atas keterlambatan timnya dalam menguji motor versi musim depan. Lalu, mengapa Aprilia terkesan tak terburu-buru untuk mengetes motor 850cc?
1. MotoGP menerapkan regulasi baru yang mengubah sejumlah aspek motor pada 2027
MotoGP akan menerapkan regulasi baru pada 2027. Salah satu hal yang berubah pada motor musim depan adalah bagian mesin. Motor versi 2027 akan menggunakan mesin berkapasitas 850cc.
MotoGP melansir, penurunan kapasitas mesin bertujuan untuk menurunkan top speed demi meningkatkan aspek keselamatan pembalap. Ini juga sekaligus memperpanjang jarak tempuh mesin agar lebih efisien dan berkelanjutan. Adapun diameter bore mesin mengalami penurunan menjadi 75 milimeter dari sebelumnya 81 milimeter. Pemangkasan tersebut akan berdampak pada turunnya performa motor.
Selain itu, MotoGP melarang penggunaan semua perangkat holeshot dan ride-height. Ajang balap tersebut juga mengatur ketat aspek aerodinamika pada motor terbaru. Keputusan tersebut bertujuan agar performa motor dapat terkendali serta meningkatkan aspek keselamatan. Perubahan ini akan menuntut pembalap menunjukkan kemampuan terbaik mereka, terutama saat melakukan aksi menyalip.
2. Sebanyak empat pabrikan telah melakukan uji coba motor 850cc pada awal 2026
Penerapan regulasi baru di MotoGP memang akan berlaku pada 2027. Namun, pabrikan yang ikut berkompetisi telah mempersiapkan diri menghadapi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah kejuaraan. Itu terlihat dari sejumlah agenda yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.
KTM menjadi pabrikan pertama yang menguji motor 850cc pada Desember 2025. Kemudian, Honda menjajal motor dengan kapasitas mesin yang sama di Sirkuit Sepang pada Desember 2025. Yamaha juga sudah melakukan pengujian motor versi terbaru meski digelar secara tertutup.
Ducati menjadi pabrikan berikutnya yang melakukan sesi shakedown motor 850cc. Pabrikan yang berbasis di Bologna, Italia, itu melangsungkan sesi tersebut pada 13 April 2026 di Sirkuit Misano. Michele Pirro yang bertugas sebagai pembalap tes memacu motor tersebut sebelum Ducati menggelar tes secara lebih komprehensif.
Di sisi lain, Aprilia belum melakukan pengujian terhadap motor 850cc. Sebetulnya, Aprilia sempat berencana menjajal motor RS-GP27 dalam sesi tes privat bersama KTM dan Yamaha pada awal bulan ini. Sayangnya, rencana tersebut urung terlaksana.
3. Massimo Rivola membeberkan alasan di balik keterlambatan Aprilia menguji motor 850cc
Keterlambatan Aprilia dalam menguji motor 850cc menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak. Akan tetapi, Massimo Rivola justru tidak cemas atas hal tersebut. Ia yakin Aprilia bisa menciptakan paket motor yang kompetitif sejak awal pengembangan.
Rivola membeberkan alasan Aprilia tidak terburu-buru dalam pelaksanaan uji coba motor 850cc. Salah satunya karena mereka tidak ingin strategi tim diketahui pabrikan lain. Selain itu, Rivola juga menyoroti salah satu keunggulan Aprilia yang kini menjadi kekuatan mereka di kejuaraan, yaitu kecepatan dalam implementasi ide.
"Kami tidak tergesa-gesa karena kami tidak ingin membocorkan strategi kami. Alasan lainnya karena Aprilia saat ini memiliki salah satu keunggulan, yaitu kecepatan realisasi. Kami bergerak sangat cepat mulai dari munculnya ide hingga penerapannya di lintasan. Itulah salah satu kunci penting dalam hal apa pun. Ini berkaitan dengan ketepatan dalam mengambil keputusan dan mengeksekusinya," jelas Massimo Rivola dilansir Motorsport.
4. Massimo Rivola percaya aspek aerodinamika tetap punya peran penting meski diatur ketat dalam regulasi MotoGP 2027
Aprilia kini menjadi pionir dalam pengembangan aspek aerodinamika. Itu berdampak pada peningkatan performa RS-GP saat melaju di lintasan. Sebanyak tiga kemenangan balapan utama beruntun melalui Marco Bezzecchi pada awal MotoGP 2026 menjadi bukti nyata kinerja Aprilia dalam mengembangkan motor.
Namun, Aprilia akan menghadapi tantangan penting saat memasuki regulasi baru musim depan. Sebab, MotoGP melakukan pengaturan ketat pada aspek aerodinamika demi memudahkan pembalap mengikuti satu sama lain saat balapan. Walau begitu, Massimo Rivola yakin aerodinamika akan tetap memainkan peran penting meski terdapat sejumlah pembatasan yang berlaku.
"Aku termasuk orang yang yakin aspek tersebut tetap akan sangat penting. Kami jelas ingin mempertahankan keunggulan teknologi dalam bidang ini. Kunci pentingnya adalah keberanian untuk tetap berinvestasi terhadap sesuatu yang bisa memberi hasil terbaik. Ini berpotensi diterapkan pada motor produksi massal," jelas Massimo Rivola dikutip Motorsport.
Aprilia dijadwalkan menggelar uji coba versi awal motor 850cc pada 30 April--1 Mei 2026. Tes tersebut berlangsung di Sirkuit Jerez. Jika terealisasi, maka ini akan menjadi debut awal RS-GP27 sebelum pengembangan lebih lanjut.
















