Souto Sedih, Kondisi Lapangan Futsal di Daerah Memprihatinkan

- Hector Souto menyoroti kondisi lapangan futsal di daerah yang rusak dan tidak memenuhi standar, sehingga sulit mendukung perkembangan pemain muda.
- Souto menyebut pernyataannya sebagai refleksi setelah berkeliling daerah, menyerukan pentingnya investasi pada fasilitas olahraga demi masa depan generasi muda.
- Ia menegaskan perlunya fasilitas olahraga yang layak dan dapat diakses semua kalangan, bukan hanya untuk kelompok tertentu di tingkat lokal.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, sedang bersedih. Dia dibuat kaget dengan kondisi lapangan futsal di daerah yang menurutnya jauh dari kata layak.
"Tumbuh di lapangan yang tidak membantu untuk bermimpi. Permukaan yang rusak, ukuran lapangan yang terlalu kecil, dan lapangan yang tidak memenuhi standar," kata Souto dalam unggahan di akun media sosialnya.
1. Sulit mendukung perkembangan pemain muda

Souto mengungkapkan, dengan kondisi lapangan yang buruk seperti ini akan sulit mendukung perkembangan pemain muda. Dengan lapangan yang hanya bisa untuk rekreasi, mengembagkan bakat akan jadi sesuatu yang sulit.
"Untuk penggunaan rekreasi, itu tetap bermanfaat. Namun, untuk mengembangkan pemain yang siap bersaing, kita membutuhkan kondisi yang lebih baik," ujar Souto.
2. Bentuk refleksi usai turun ke daerah

Souto mengungkapkan, pendapatnya ini bukanlah kritik, melainkan sebentuk refleksi selepas dia mengelilingi daerah-daerah di Indonesia. Dia pun ingin investasi pada fasilitas olahraga digalakkan lagi.
"Ini bukan kritik, ini adalah refleksi. Berinvestasi pada fasilitas olahraga berarti berinvestasi pada kesehatan, pendidikan, nilai-nilai kehidupan, dan peluang bagi ribuan anak muda, dengan memberi mereka jalan yang lebih baik untuk masa depan mereka," kata Souto.
3. Fasilitas olahraga harus bisa diakses semua kalangan

Souto pun menegaskan, investasi pada fasilitas olahraga sampai ke tingkat daerah, akan memberi banyak hal positif. Dia pun ingin fasilitas-fasilitas olahraga itu tidak cuma dinikmati kalangan tertentu.
"Saya tidak bicara tentang rencana investasi nasional atau Federasi Futsal Indonesia (FFI). Saya berbicara tentang investasi lokal. Lapangan yang layak untuk digunakan masyarakat luas, bukan fasilitas eksklusif hanya untuk segelintir orang," ujar Souto.















