Keamanan Meksiko di Piala Dunia 2026 Diragukan Usai Perang Kartel

Jakarta, IDN Times - Stabilitas keamanan di Meksiko terganggu usai operasi federal yang menewaskan bos kartel Jalisco, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho. Pasca insiden ini, jalan-jalan di kawasan Jalisco bak medan perang dengan banyaknya baku tembak serta terbakarnya kendaraan roda empat di sejumlah sudut.
Kartel melakukan strategi narcobloqueos dengan menggunakan bus dan taksi untuk memblok jalan sebagai tameng, sekaligus membakarnya. Aksi tersebut dilakukan agar aparat gabungan militer dan polisi tak bisa masuk ke wilayah Kartel Jalisco dengan mudah.
Atas kondisi itu, pemerintah kota mengaktifkan protokol khusus. Tindakan itu diambil karena jalan-jalan utama dan kawasan permukiman berada dalam situasi mencekam.
1. Perang sudah ganggu kompetisi di Meksiko

Dari insiden ini, dilansir The Guardian, ada empat laga dari MX Liga yang akhirnya dibatalkan. Partai klasik di level putri antara Chivas Guadalajara kontra Club America sudah ditunda.
Selain itu, ada partai lain dari kompetisi putra yang juga ditunda karena jaraknya cuma 200 mil dari Queretaro yang jadi salah satu pusat konflik.
2. Akses ke stadion Piala Dunia 2026 sempat jadi medan tempur

Salah satu jalan yang menjadi medan perang adalah akses menuju Estadio Akron. Stadion ini merupakan salah satu yang paling sentral dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dengan menggelar empat laga, termasuk Spanyol versus Uruguay.
Dengan fakta itu, keamanan peserta, suporter, hingga elemen lainnya pun menjadi pertanyaan besar.
3. Apakah keamanan di Meksiko terjamin?

Meksiko memang memiliki sejarah panjang dalam kekerasan bersenjata yang disebabkan oleh kartel narkoba. Kartel-kartel berbahaya selain Jalisco, seperti Sinaloa, juga punya reputasi yang berbahaya dengan rekam jejak kekerasan terhadap seluruh pihak, tak terkecuali jurnalis hingga warga lokal.
Pemerintah Meksiko yang dipimpin Presiden Claudia Sheinbaum menjamin jika ada protokol keamanan khusus yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026 nanti. Terlebih, FIFA sudah memiliki kantor FIFA di Meksiko yang bekerja selama tiga tahun terakhir dengan pemerintah federal.
"Kami yakin, percaya diri, semua protokol dan rencana bisa diimplementasikan dan memberi rasa aman pada Piala Dunia nanti untuk tim, fans, dan wasit sepanjang 2026," kata Direktur Eksekutif FIFA, Jurgen Mainka, November 2025 lalu.















