Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Merayakan Keberhasilan Meksiko Bunuh El Mencho

AS Merayakan Keberhasilan Meksiko Bunuh El Mencho
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)
Intinya Sih
  • Duta Besar AS di Meksiko, Ronald Johnson, memuji profesionalitas militer Meksiko atas keberhasilan membunuh El Mencho, bos kartel CJNG yang dikenal paling berbahaya di negara tersebut.
  • Johnson menegaskan keberhasilan ini hasil kerja sama erat antara AS dan Meksiko di bawah kepemimpinan Donald Trump serta Claudia Sheinbaum, termasuk dukungan intelijen dari Washington.
  • Operasi di Tapalpa menewaskan 25 personel keamanan Meksiko dan 34 anggota CJNG, sementara otoritas AS terus memantau potensi respons jaringan kartel di wilayahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Meksiko, Ronald Johnson merayakan keberhasilan Meksiko membunuh bos Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho. Ia mengakui profesionalitas dan determinasi dari tentara Meksiko. 

“Saya mengungkapkan solidaritas kepada otoritas Meksiko dan personel militer yang harus menghadapi kelompok kriminal setiap hari dan seringkali berhadapan dengan risiko yang sangat besar,” ungkapnya, dikutip dari The Latin Times, Selasa (24/2/2025).

Tewasnya El Mencho menjadi pukulan besar bagi CJNG yang termasuk salah satu kartel narkoba terbesar di Meksiko. CJNG termasuk organisasi kriminal paling berbahaya dan mampu mendiversifikasi sumber pendanaan dari berbagai bisnis ilegal. 

1. Sebut kepemimpinan Trump dan Sheinbaum tingkatkan relasi

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum. (Eneas De Troya from Mexico City, México, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum. (Eneas De Troya from Mexico City, México, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Johnson menyampaikan bahwa organisasi kriminal telah meracuni dan mengancam warga di AS dan Meksiko. Menurutnya, seluruh keberhasilan ini berkat kerja sama baik antara AS dan Meksiko. 

“Di bawah kepemimpinan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, hubungan bilateral sudah mencapai level tertinggi. AS ikut menanggung tanggung jawab dan upaya terkait apa yang terjadi di Meksiko,” katanya. 

Di sisi lain, Meksiko sudah mengakui bahwa operasi di Tapalpa dilakukan atas kerja sama dengan AS. Washington diketahui sudah memberikan informasi intelijen kepada militer Meksiko sesuai kerangka kerja sama bilateral. 

2. AS terus memantau respons CJNG di negaranya

Bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/mck)
Bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/mck)

Departemen Keamanan Nasional (DHS) mengaku terus memantau respons dari CJNG di negaranya usai tewasnya El Mencho. Sebab, kartel narkoba itu memiliki pergerakan jaringan distribusi, logistik, dan infrastruktur untuk menyelundupkan uang di seluruh AS. 

Meskipun demikian, otoritas AS menyebut tidak ada ancaman langsung dari CJNG di AS. Namun, terdapat potensi naiknya kekerasan, pemaksaan atau aktivitas penarikan utang di dalam jaringan penyelundupan. 

Komando Utara Militer AS mengaku bahwa AS memang bekerja sama dengan militer Meksiko. Namun, operasi di Tapalpa ini murni operasi militer dari Meksiko dan kesuksesan ini ada di tangan mereka. 

3. Sebanyak 25 personel keamanan Meksiko tewas

Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch
Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch. (Erwinmontes, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch mengungkapkan bahwa sebanyak 25 personel keamanan tewas dalam operasi di Tapalpa, Jalisco. Selain itu, terdapat seorang perempuan hamil yang tewas imbas operasi ini. 

“Operasi penangkapan El Mencho ini sayangnya, harus merenggut 25 personel keamanan di tangan pelaku kriminal. Namun, kami menganjurkan warga untuk tetap tenang dan percaya kepada institusi dan pemerintah bekerja untuk mengembalikan perdamaian dan melindungi warga,” terangnya, dikutip dari Mexico News Daily. 

Sementara, sebanyak 34 pasukan CJNG tewas dalam operasi ini, di mana 30 di antaranya berada di Jalisco. Sedangkan empat anggota kriminal lainnya tewas saat baku tembak dengan aparat keamanan di Michoacan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More