Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Kemenangan Telak EPL Arsenal di Markas Manchester City sebelum 2026
Etihad Stadium (unsplash.com/Jonny Gios)
  • Arsenal akan menantang Manchester City di Etihad Stadium pada pekan ke-33 Premier League 2025/2026, dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara.
  • Sebelum 2026, Arsenal pernah mencatat tiga kemenangan besar di markas Manchester City: 4-0 pada musim 2000/2001, 5-1 pada 2002/2003, dan 3-0 pada 2010/2011.
  • Tiga kemenangan telak itu menunjukkan dominasi Arsenal di masa lalu dan menjadi motivasi tambahan jelang duel penting melawan Manchester City di Etihad Stadium.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Duel dua tim teratas menjadi sajian menarik pada pekan 33 English Premier League 2025/2026. Arsenal, sang pemuncak klasemen, akan datang ke Etihad Stadium untuk menantang Manchester City. Kedua tim akan berebut kemenangan pada Minggu (19/4/2026) pukul 22:30 WIB.

Arsenal mencatatkan hasil yang beragam ketika datang ke markas Manchester City di Premier League sebelum 2026. The Gunners memang lebih sering merasakan kekalahan. Namun, ada tiga laga ketika The Gunners menang telak dengan minimal selisih tiga gol.

1. Arsenal menang empat gol tanpa balas pada 2000/2001

Kemenangan telak pertama Arsenal di markas Manchester City saat melakoni laga Premier League terjadi pada 2000/2001. Skuad asuhan Arsene Wenger benar-benar memberi pelajaran berharga bagi tim tuan rumah yang ditangani Joe Royle pada pekan 34. Dengan skuad yang diisi Freddie Ljungberg dan Sylvain Wiltord, Arsenal menutup laga dengan keunggulan empat gol tanpa balas.

Ljungberg yang dipasang sebagai winger kiri mencetak gol pembuka, disusul gol Wiltord. Untuk kedua kalinya, Ljungberg membobol gawang lawan pada menit 16, berkat assist Nwankwo Kanu. Pada menit 36, giliran Kanu yang mencatatkan namanya di papan skor, memanfaatkan assist Ashley Cole.

2. Arsenal membantai Manchester City dengan skor 5-1 pada 2002/2003

Arsenal kembali mempermalukan Manchester City di kandangnya di Premier League pada 2002/2003. Duel pada pekan 28 itu dimenangkan tim tamu dengan selisih empat gol. The Gunners pulang dengan poin penuh dengan kemenangan telak 5-1. Sayangnya, Arsenal gagal mempertahankan gelar juara dan finis sebagai runner-up pada musim ini.

Dalam duel pada 22 Februari 2003 itu, Arsenal benar-benar mendominasi permainan selama babak pertama. Dennis Bergkamp membawa The Gunners unggul cepat pada menit 4. Delapan menit berselang, Robert Pires menggandakan keunggulan tim tamu. Thierry Henry membawa The Gunners unggul lebih jauh dengan gol yang dicetak pada menit 15, disusul gol keempat lewat Sol Campbell 4 menit berikutnya. The Gunners menambah satu gol lewat aksi Patrick Vieira pada menit 53. Sementara itu, gol hiburan tuan rumah dicetak Nicolaa Anelka pada menit 87.

3. Arsenal mendapat poin penuh berkat keunggulan 3-0 pada 2010/2011

Arsenal melakoni laga tandang ke markas Manchester City pada pekan 9 Premier League 2010/2011. Ini menjadi momen penting bagi The Gunners untuk kembali meraih kemenangan setelah selalu kalah dalam dua kunjungan sebelumnya. Ambisi Arsenal pun terpenuhi. Skuad asuhan Arsene Wenger menang telak 3-0 atas tim besutan Roberto Mancini. Laga ini diwarnai dengan kartu merah yang didapat bek Manchester City, Dedryck Boyata, pada menit 5.

Samir Nasri menjadi pencetak gol pembuka pada laga ini. Ia melakukannya dengan sepakan kaki kiri berkat assist Andrey Arshavin. Pada menit 66, Alex Song membawa The Gunners unggul lebih jauh dengan sepakan kaki kanan. Pesta gol Arsenal ditutup dengan sepakan kaki kanan Nicklas Bendtner pada menit 88, berkat assist Samir Nasri.

Tiga kemenangan telak tersebut menjadi bukti bahwa Arsenal pernah tampil sangat dominan saat bertandang ke markas Manchester City di Premier League. Meski hasil lebih sering tidak berpihak, kenangan manis itu bisa menjadi suntikan motivasi bagi The Gunners jelang pertemuan terbaru di Etihad Stadium. Dengan persaingan ketat di papan atas, laga ini pun berpotensi kembali menghadirkan kejutan seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team