Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Kemenangan Telak Pertama Swiss di Piala Dunia, Libas Bosnia 4-1!

4 Kemenangan Telak Pertama Swiss di Piala Dunia, Libas Bosnia 4-1!
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/planet_fox)
Intinya Sih
  • Swiss mencatat kemenangan besar 4-1 atas Bosnia-Herzegovina di laga kedua fase grup Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya hanya bermain imbang pada pertandingan pembuka.
  • Kemenangan ini menjadi kemenangan telak keempat Swiss sepanjang sejarah Piala Dunia, setelah sebelumnya menumbangkan Italia (1954), Romania (1994), dan Honduras (2014).
  • Gol-gol Swiss dicetak oleh Johan Manzambi, Ruben Vargas, dan Granit Xhaka, sementara Bosnia hanya mampu membalas lewat Ermin Mahmic di masa tambahan waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Setelah hanya meraih hasil imbang pada laga pertama fase grup Piala Dunia 2026, Swiss mengamuk pada laga kedua. Mereka mendapat tambahan tiga poin usai melibas Bosnia-Herzegovina dengan skor 4-1. Ini sekaligus menjadi kemenangan telak dengan minimal selisih tiga gol keempat bagi Swiss selama tampil di Piala Dunia.

1. Timnas Swiss bantai Italia 4-1 pada 1954

Timnas Swiss meraih kemenangan besar 4-1 atas salah satu tim kuat, Italia, pada laga ulangan putaran pertama Piala Dunia 1954. Hasil positif ini dimulai dengan unggul 1-0 pada babak pertama. Gol itu hadir lewat aksi Josef Hugi pada menit 14.

Tiga menit babak kedua berjalan, Swiss menambah keunggulan berkat gol Robert Ballamann. Usaha Italia untuk mengejar ketertinggalan berbuah sebuah gol dari Fulvio Nesti pada menit 67. Namun, Swiss mampu merespons apik dengan menambah dua gol lewat gol kedua Hugi pada menit 85 dan sebuah gol dari Jacques Fatton pada menit 90.

2. Timnas Swiss menumbangkan Romania pada 1994

Timnas Swiss menunjukkan dominasinya ketika bersua Romania pada fase grup Piala Dunia 1994. Pada menit 16, mereka unggul lebih dahulu oleh gol Alain Sutter. Romania sempat memberi perlawanan hingga menyamakan kedudukan berkat tendangan jarak jauh Gheorghe Hagi pada menit 36. 

Pada babak kedua, Swiss tampil lebih dominan hingga mencetak tiga gol serta tak kebobolan. Gol pertama hadir lewat Stephane Chapuisat pada menit 53, disusul gol Adrian Knup dengan shooting kaki kanan 13 menit berikutnya. Pesta gol Swiss ditutup dengan gol kedua Knup pada menit 72. Semenit usai gol terakhir, Romania kehilangan Ion Vladoiu yang terkena kartu merah meski baru berada di lapangan selama 3 menit.

3. Timnas Swiss lolos dari fase grup pada 2014 usai menang telak atas Honduras

Timnas Swiss menutup perjuangan pada fase grup Piala Dunia 2014 dengan hasil manis. Skuad besutan Ottmar Hitzfeld mengalahkan Honduras dengan skor telak tiga gol tanpa balas. Hasil positif ini membuat mereka lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup E, menemani Prancis sebagai juara grup.

Kemenangan di Arena da Amazonia tersebut menjadi panggung bagi Xherdan Shaqiri. Ia bermain sejak menit pertama hingga ke-87 dengan mencetak hattrick. Gol pertama tercipta lewat sepakan kaki kiri pada menit 6. Setelah menggandakan keunggulan pada menit 31, ia mencetak gol penutup pada menit 71.

4. Timnas Swiss melibas Bosnia-Herzegovina 4-1 pada 2026

Timnas Swiss dan Bosnia-Herzegovina bermain imbang tanpa gol selama babak pertama pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Johan Manzambi lantas menjadi pembuka keunggulan dengan golnya pada menit 74. Swiss unggul jumlah pemain usai Tarik Muharemovic terkena kartu merah pada menit 80. Empat menit berselang, Swiss menggandakan keunggulan lewat sepakan kaki kanan Ruben Vargas. 

Swiss unggul lebih jauh dengan shooting kaki kanan Manzambi pada menit 90. Bosnia sempat memberi perlawanan dengan mencetak sebuah gol pada menit 90+3 lewat Ermin Mahmic. Namun, Swiss menambah satu gol lainnya berkat eksekusi Granit Xhaka dari titik penalti 4 menit berikutnya.

Kemenangan meyakinkan atas Bosnia-Herzegovina membuat peluang Swiss untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 semakin lebar. Pada laga terakhir fase grup, mereka akan berebut poin dengan Kanada untuk memastikan satu tempat pada fase gugur. Mampukah Granit Xhaka dan kolega merealisasikannya dan melangkah jauh?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More