Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Kiper LaLiga Terakhir yang Tahan 2 Penalti 1 Laga per 15 April 2026

3 Kiper LaLiga Terakhir yang Tahan 2 Penalti 1 Laga per 15 April 2026
ilustrasi penalti (pixabay.com/zoellnerwillich)
Intinya Sih
  • David Soria dari Getafe menahan dua penalti saat melawan Levante pada 13 April 2026, namun timnya tetap kalah 0-1 karena gol Carlos Espi di menit ke-83.
  • Paulo Gazzaniga dari Girona menjadi kiper terakhir sebelum Soria yang menahan dua penalti dalam satu laga LaLiga, bahkan tiga kali, dan membawa timnya menang 2-1 atas Athletic Club pada Oktober 2024.
  • Sergio Herrera dari Osasuna juga pernah menggagalkan dua penalti Karim Benzema saat melawan Real Madrid pada April 2022, tetapi Osasuna tetap kalah dengan skor akhir 1-3.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

David Soria menjadi salah satu penampil terbaik pada pekan ke-31 LaLiga Spanyol 2025/2026. Kiper Getafe itu mampu menyelamatkan dua tendangan penalti. Aksi Soria jelas istimewa. Ini setidaknya terlihat dari fakta ia merupakan orang ketiga yang mampu melakukan hal semacam itu di LaLiga dalam 5 musim terakhir.

1. David Soria kalah meski menyelamatkan dua tendangan penalti pada 13 April 2026

David Soria dan Getafe melakoni pekan ke-31 LaLiga 2025/2026 dengan bermain tandang melawan Levante di Ciutat de Valencia pada Senin (13/4/2026). Soria melakukan penyelamatan penalti pertamanya pada menit 61. Penjaga gawang asli Spanyol itu menangkap dengan sempurna tendangan lemah Adrian De La Fuente ke kiri. Getafe sendiri memberi Levante hadiah ini usai Domingos Duarte melanggar Ivan Romero.

Levante kembali mendapat hadiah penalti pada menit 90+1 setelah Zaid Romero menahan tembakan Ivan Romero dengan tangannya. Zaid bahkan mendapat kartu kuning kedua akibat aksinya ini. Ivan kemudian maju sebagai algojo. Seperti Adrian, ia juga menaruh bola ke kiri, tapi lebih kencang. Meski begitu, Soria menebak dengan tepat dan melakukan tepisan sehingga hanya menghasilkan sepak pojok. Sayangnya, Getafe kalah karena gol Carlos Espi pada menit 83.

2. Paulo Gazzaniga menahan tiga tendangan penalti dan membantu Girona menang atas Athletic Club pada 6 Oktober 2024

Sebelum David Soria pada 13 April 2026, kiper terakhir yang mampu menyelamatkan dua tendangan penalti dalam laga LaLiga yang sama adalah Paulo Gazzaniga. Ini terjadi pada pekan kesembilan musim 2024/2025 (6/10/2024). Gazzaniga dan Girona menjamu Athletic Club di Montilivi. Hebatnya, Gazzaniga sebetulnya menahan tiga eksekusi penalti. Ia membuat penyelamatan penalti pertamanya pada menit 28. Penjaga gawang asal Argentina ini menangkap bola dengan nyaman setelah membaca dengan tepat arah tembakan Alex Berenguer ke kiri. Girona membuat Athletic mendapat hadiah tersebut akibat jegalan Arnau Martinez kepada Berenguer.

Athletic menerima hadiah penalti keduanya pada menit 58 usai Arnaut Danjuma melanggar Inaki Williams. Gazzaniga tidak terkecoh dengan aksi Williams yang melepaskan tendangan ke tengah. Namun, wasit memutuskan untuk mengulangnya karena Gazzaniga yang tidak menginjak garis saat Williams melakukan eksekusi. Ander Herrera lantas menggantikan Williams sebagai algojo. Ia memilih menaruh bola ke area yang sama seperti Williams dan Gazzaniga kembali berhasil melakukan penyelamatan dengan kakinya. Girona pada akhirnya menang 2-1. Ironisnya bagi Athletic, gol kemenangan Girona tercipta melalui tendangan penalti Cristhian Stuani pada menit 90+9.

3. Sergio Herrera menggagalkan dua tendangan penalti, tapi Osasuna kalah dari Real Madrid pada 20 April 2022

Sergio Herrera menjadi kiper pertama yang mampu menahan dua penalti dalam laga yang sama di LaLiga sejak 2021/2022. Ini terjadi pada pekan ke-33 musim tersebut (20/4/2022). Saat itu, ia dan Osasuna bermain di kandang, El Sadar, melawan Real Madrid. Osasuna tertinggal oleh gol David Alaba pada menit 12, tetapi mampu menyamakan kedudukan beberapa detik berselang melalui Ante Budimir. Sayangnya, Osasuna menutup babak pertama dengan kekalahan 1-2 akibat gol Marco Asensio pada menit 45. Meski begitu, selisih tipis ini jelas memberi mereka motivasi pada babak kedua.

Nahas, Chimy Avila membuat Madrid mendapat hadiah penalti pada menit 52 karena melakukan handball komikal. Namun, Herrera mampu menepis sepakan Karim Benzema ke kiri. Ketika mulai kembali berjuang untuk mengejar, Osasuna malah memberi lagi Madrid hadiah penalti 7 menit berselang akibat pelanggaran Nacho Vidal kepada Rodrygo. Hebatnya, Herrera bisa menebak tendangan Benzema ke arah yang sama seperti eksekusi pertamanya. Pada akhirnya, Osasuna harus mengakui keunggulan Madrid setelah mereka menambah satu gol lewat Lucas Vazquez jelang laga berakhir.

Tiga kiper di atas berhasil menahan dua tendangan penalti dalam laga LaLiga yang sama. Namun, hanya Paulo Gazzaniga yang mengakhirinya dengan kemenangan. Sementara, David Soria dan Sergio Herrera mesti legowo menerima kenyataan aksi impresifnya tidak berarti apa-apa karena menelan kekalahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More