Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Salah Taktik, Kurang Bergairah

Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Salah Taktik, Kurang Bergairah
Gelandang Korea Selatan, Hwang In-beom (#06), mencetak gol pembuka ke gawang Republik Ceko dalam laga Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Guadalajara, Zapopan, 11 Juni 2026. (Foto: Ulises RUIZ / AFP)
Intinya Sih

  • Park Ji Sung menilai kekalahan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 disebabkan mentalitas pemain yang lemah dan minim gairah, bukan semata karena kesalahan taktik.
  • Pengamat sepak bola Bae Sung Jae dan Kim Hwan menyebut Afrika Selatan tampil lebih cerdik dan sabar, membuat Korea Selatan gagal memanfaatkan keunggulan individu pemainnya.
  • Nasib Korea Selatan masih belum pasti lolos, namun jika berhasil melaju, tim diminta berbenah total agar tampil lebih tajam dan kompak di fase gugur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Performa buruk Korea Selatan saat jumpa Afrika Selatan pada partai pamungkas penyisihan Grup A Piala Dunia 2026, Kamis pagi WIB (26/6/2026), menuai kritikan tajam. Sejumlah pihak merasa, Korea Selatan mulai turun kelas akibat masalah teknis dan nonteknis.

Sebenarnya, saat menghadapi Afrika Selatan, Korea Selatan lebih diunggulkan. Bukan hanya karena kualitas tim, tapi juga rekam jejak Taeguk Warriors yang pada edisi 2018 lalu mampu mengalahkan Jerman, lalu lolos di 2022 dan membekuk Portugal.

1. Legenda semprot mentalitas Korea Selatan

Salah satu yang begitu kencang mengecam performa Korea Selatan adalah sang legenda, Park Ji Sung. Dia merasa masalah terbesar Korea Selatan bukan hanya taktik, tetapi juga mentalitas. Para pemain, dianggap Ji Sung, terlalu takut untuk mengambil risiko. Selain itu, gairah para pemain Korea Selatan dinilai sangat minim.

"Terlepas dari taktik yang dijalankan, para pemain menunjukkan performa yang sama pada pertandingan pertama, kedua, dan ketiga. Ketika harus mengambil risiko untuk menang, maka harus dilakukan. Mereka harus menembus pertahanan bersama dengan gairah untuk mencetak gol. Namun, tim tidak menunjukkan keinginan mencetak gol," kata Ji Sung, dilansir The Choun Daily.

Ji Sung mengaku sampai frustrasi ketika menyaksikan laga tersebut. Dia menilai para pemain tak bisa berbuat apa-apa dan potensinya terhalang oleh situasi tertentu.

"Sampai-sampai saya bertanya-tanya apakah saya pernah merasa frustrasi seperti ini sebelumnya. Saya merasa para pemain tidak bisa melakukan apa yang diinginkan. Sangat disayangkan dan saya minta maaf karena hanya bisa mengatakan kepada mereka untuk menyiapkan diri dengan baik. Saya memang memiliki firasat tidak nyaman. Tapi, saya tidak menyangka akan seburuk ini," ujar Ji Sung.

2. Afrika Selatan lebih cerdik

Selain Ji Sung, pengamat sepak bola Korea Selatan, Bae Sung Jae dan Kim Hwan, merasa jika seharusnya Korea Selatan menang atas Afrika Selatan. Namun, mereka kalah cerdik dari Afrika Selatan yang main sabar serta tajam.

"Kami kalah oleh taktik pelatih lawan. Ini adalah pertandingan ketika kami tidak bisa menyerang. Berdasarkan kemampuan individu, kami seharusnya menang," kata Sung Jae yang diamini Hwan.

3. Harus bangkit jika lolos

Nasib Korea Selatan saat ini masih belum jelas. Meski masih duduk di posisi empat klasemen peringkat tiga terbaik, belum tentu juga mereka lolos. Andai nantinya lolos, Ji Sung menegaskan Korea Selatan harus berbenah. Mereka wajib memperbaiki diri untuk bisa lebih tajam saat main di fase gugur.

"Para pemain harus kembali ke kamp, berbicara satu sama lain, dan mengubah suasana. Jika lolos, mereka harus menunjukkan performa yang berbeda dari tiga pertandingan sebelumnya. Stamina para pemain turun terlalu cepat di babak kedua. Mereka harus start dari awal, bersatu, kembali lebih kompak," ujar Ji Sung.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More