Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Korea Selatan Gagal di Piala Dunia 2026, Pelatihnya Mundur

Korea Selatan Gagal di Piala Dunia 2026, Pelatihnya Mundur
ilustrasi piala dunia (pexels.com/Eslam Mohammed Abdelmaksoud)
Intinya Sih
  • Hong Myung Bo resmi mundur sebagai pelatih Timnas Korea Selatan setelah tim tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026 dengan hanya meraih tiga poin dari tiga pertandingan.
  • Dalam pernyataannya, Hong meminta maaf kepada publik dan menegaskan bahwa kegagalan tim sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih kepala.
  • Masa kepemimpinan Hong menuai kontroversi sejak awal penunjukan pada Juli 2024 karena dianggap tidak transparan dan sempat diselidiki oleh otoritas olahraga Korea Selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Hong Myung Bo memutuskan untuk mundur sebagai pelatih Korea Selatan. Keputusan ini diambil setelah Korea Selatan babak belur di Piala Dunia 2026.

Taegeuk Warriors dipastikan gagal melangkah ke babak 32 besar usai finis sebagai peringkat ketiga Grup A yang diisi bersama Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko. Korea Selatan mengunci total tiga poin dari satu kemenangan dan dua kekalahan yang dijalani. Hasil ini tak cukup untuk mengamankan posisi Korea Selatan, termasuk dalam klasemen peringkat tiga terbaik.

1. Mengaku bertanggung jawab penuh

Hong menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung sepak bola Korea Selatan. Hong menegaskan, kegagalan tim sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih kepala.

"Hari ini, saya mengundurkan diri sebagai pelatih tim nasional sepak bola putra Korea Selatan. Saya ingin meminta maaf kepada para penggemar yang mencintai sepak bola Korea dan mendukung tim nasional. Kami tidak memberikan hasil yang diharapkan para penggemar, dan tanggung jawab sepenuhnya berada di pundak saya sebagai pelatih kepala," kata Hong, mengutip Yonhap.

2. Curhat beratnya jadi pelatih timnas

Hong mengaku, menerima jabatan sebagai pelatih Korea Selatan bukan keputusan yang mudah. Namun, sejak memutuskan menerima amanah tersebut, Hong bertekad menjalankan tanggung jawabnya hingga tuntas tanpa pernah memikirkan alasan lain untuk mundur. 

"Jabatan pelatih tim nasional bukanlah keputusan yang mudah bagi saya. Namun, sejak memutuskan untuk menerima posisi itu, saya tidak memikirkan alasan lain. Saya percaya satu-satunya hal yang harus saya lakukan adalah menjalankan tanggung jawab yang telah dipercayakan hingga akhir,” kata Hong, mengutip Newsis.

Hong mengaku selama dua tahun terakhir, setiap keputusan yang diambilnya selalu diawali dengan pertanyaan "apakah langkah tersebut benar-benar menjadi pilihan terbaik bagi sepak bola Korea Selatan?", termasuk saat tengah menyiapkan pertandingan.

Hong mengakui tidak semua keputusannya selalu tepat. Hong menerima sepenuhnya kegagalan tim di Piala Dunia.

"Saya tidak bisa mengatakan, setiap keputusan yang diambil selalu benar. Namun, satu-satunya tolok ukur dari semua keputusan saya selalu adalah sepak bola Korea Selatan. Posisi pelatih adalah jabatan yang harus bertanggung jawab atas hasil tanpa memerlukan penjelasan apa pun," kata Hong.

3. Sosok yang kontroversial sejak ditunjuk

Masa jabatan kedua Hong bersama Korea Selatan memang tidak pernah lepas dari sorotan. Sejak ditunjuk pada Juli 2024, proses pengangkatannya menuai kritik karena dinilai tidak transparan dan sempat memicu pembahasan di parlemen dan penyelidikan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

Sebelumnya, Hong juga gagal membawa negaranya melewati fase grup Piala Dunia 2014, sekaligus menjadikannya pelatih ketiga yang mundur pada Piala Dunia edisi kali ini.

Korea Selatan sebenarnya mengawali turnamen dengan hasil positif dengan mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1. Setelahnya, Korea Selatan kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan, masing-masing dengan skor 0-1.

Share Article
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More