Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kylian Mbappe Jadi Target Utama Penculikan di Prancis

Kylian Mbappe Jadi Target Utama Penculikan di Prancis
Bomber Prancis, Kylian Mbappe, kewalahan membongkar pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2026 (AFP / Franck Fife)
  • Kylian Mbappe masuk daftar 26 target potensial kelompok kriminal yang sedang diselidiki di Prancis.
  • Penyidik menemukan informasi rencana terhadap calon korban setelah memeriksa dua ponsel yang disita dari penjara.
  • Belum ada indikasi rencana terhadap Mbappe dilaksanakan, sementara peran para tersangka masih diselidiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah penyelidikan kasus ini perlu terus didalami?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kylian Mbappe dilaporkan masuk ke dalam daftar target potensial kelompok kriminal di Prancis. Kelompok tersebut diduga merencanakan penculikan dan serangan terhadap sejumlah figur terkenal di Prancis.

Berdasarkan laporan Le Parisien, Mbappe termasuk dalam 25 target lainnya. Kasus ini masih terus diselidiki untuk mengungkap sejauh mana rencana tersebut berjalan dan peran masing-masing tersangka.

  1. 1. Operasi dilakukan kelompok kriminal

    Striker Prancis, Kylian Mbappe, usai jebol gawang Maroko (AFP / Odd Anderson)
    Striker Prancis, Kylian Mbappe, usai jebol gawang Maroko (AFP / Odd Anderson)

    Kelompok tersebut diduga dipimpin oleh Clement L, seorang pemuda berusia 18 tahun yang kini berada di penjara. Dilansir beIN Sport, Clement didakwa bersama seorang rekannya pada 21 Agustus 2026 lalu di Nanterre terkait kasus perampokan terorganisir.

    Penyidik mencurigai adanya kaitan dengan sejumlah aksi penyusupan ke rumah dan penculikan yang dilakukan atau diduga direncanakan antara April hingga Agustus 2026 lalu. Penyelidikan akhirnya menemukan daftar berisi 26 target potensial, termasuk Mbappe yang berada dalam daftar tersebut.

  2. 2. Sita dua ponsel di dalam penjara

    Bomber Prancis, Kylian Mbappe, saat berselebrasi usai menjebol gawang Swedia di Piala Dunia 2026 (AFP / Franck Fife)
    Bomber Prancis, Kylian Mbappe, saat berselebrasi usai menjebol gawang Swedia di Piala Dunia 2026 (AFP / Franck Fife)

    Selain itu, ada dua telepon seluler yang disita dari penjara. Ini dianggap sebagai bagian penting dalam pengembangan penyelidikan.

    Menurut Le Parisien, tersangka diduga menggunakan nama samaran "Lester Z" untuk berkomunikasi ketika berada di balik jeruji besi.

    Setelah isi kedua perangkat diperiksa, aparat disebut menemukan informasi yang berkaitan dengan rencana terhadap sejumlah calon korban. Penyidik disebut masih berusaha menentukan sejauh mana rencana-rencana tersebut telah dipersiapkan.

    Belum ada indikasi dugaan rencana terhadap bintang Real Madrid itu benar-benar dilaksanakan. Nama kapten Timnas Prancis tersebut muncul sebagai bagian dari penyelidikan yang jauh lebih luas mengenai aktivitas kelompok yang dicurigai terlibat dalam berbagai aksi kriminal.

  3. 3. Tersangka bantah menjadi dalang

    Penyerang Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, menendang bola melewati bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella.
    Penyerang Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, menendang bola melewati bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella, dan gelandang bernomor punggung 5, Marcos Llorente, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juli 2026. (AFP/Franck Fife)

    Tersangka utama dalam kasus ini dilaporkan membantah tuduhan dirinya merupakan dalang utama dalam rencana kriminal tersebut tersebut. Dia mengakui seriusnya tuduhan yang diarahkan kepadanya, tetapi menyatakan perannya hanya sebatas menjadi perantara.

    Sistem peradilan Prancis masih terus menyelidiki kasus tersebut. Aparat berupaya memastikan bagaimana kelompok itu beroperasi, rencana mana yang benar-benar telah bergerak menuju tahap pelaksanaan, serta seberapa besar keterlibatan masing-masing tersangka.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More