Perburuan amunisi baru pada bursa transfer musim panas 2026 sayangnya tidak berjalan mulus sesuai dengan rencana Arsenal. Target utama Morgan Rogers lepas ke tangan Chelsea seharga 117 juta pound sterling (Rp2,805 triliun) setelah Arsenal menolak membayar biaya di atas 80 juta pound sterling (Rp1,918 triliun). Upaya memboyong Vinicius Junior juga menemui kegagalan karena sang pemain memilih bertahan di Real Madrid, sementara Bradley Barcola merapat ke Liverpool.
Arsenal turut menemui jalan buntu saat mencoba mengamankan beberapa nama penyerang potensial lainnya. Perekrutan Malick Fofana dari Olympique Lyon kandas di pengujung tenggat transfer, Kenan Yildiz dipagari ketat oleh Juventus, dan Nico Williams terhalang masalah riwayat cedera. Perburuan terhadap penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, turut berujung kekecewaan lantaran sang pemain tak berminat kembali ke Premier League dan memilih menanti prospek kepindahan ke FC Barcelona.
Kegagalan mendaratkan penyerang elite membuat Mikel Arteta terpaksa menerapkan strategi mitigasi melalui pergerakan di sektor lain. Perekrutan gelandang Bruno Guimaraes dari Newcastle United berhasil memberikan dimensi serangan baru dari kedalaman lini tengah. Selain piawai menembus barisan pertahanan melalui umpan terobosan, gelandang Brasil itu juga menjadi magnet pelanggaran lawan yang menciptakan peluang dari skema bola mati.
Jika situasi transfer tidak menguntungkan Arsenal, mereka masih bisa mengoptimalkan potensi pemain akademi. Talenta muda berusia 16 tahun, Max Dowman, diproyeksikan mendapat peran lebih besar sebagai pelapis di posisi sayap kanan dan gelandang nomor 10. Pelatih asal Spanyol itu turut memaksimalkan fleksibilitas Eberechi Eze di sayap kiri pada laga-laga krusial, seperti saat memberikan assist penentu kemenangan ketika berhadapan dengan Aston Villa pada pekan kedua Premier League.
Hasil manis yang diperoleh Arsenal dalam dua laga awal Premier League 2026/2027 belum sepenuhnya melegakan, sebab tipisnya opsi penyerang menyisakan risiko besar bagi ketahanan skuad. Jendela transer musim panas 2026 telah ditutup, kemampuan Meriam London untuk mempertahankan takhta juara akan sangat ditentukan oleh efektivitas solusi internal serta kedewasaan taktik Mikel Arteta.