Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mampukah Wolverhampton Buat Keajaiban di EPL 2025/2026?

Mampukah Wolverhampton Buat Keajaiban di EPL 2025/2026?
ilustrasi bola (pixabay.com/KelvinStuttard)
Intinya Sih
  • Wolverhampton menahan Brentford 2-2 dan memperpanjang tren tak terkalahkan menjadi tiga laga, menunjukkan peningkatan performa signifikan sejak dilatih Rob Edwards pada November 2025.
  • Dengan tujuh laga tersisa melawan lawan-lawan yang relatif seimbang, Wolves memiliki peluang realistis untuk menambah poin meski masih berada di dasar klasemen dengan 17 poin.
  • Pelatih Rob Edwards menerapkan pendekatan realistis dan memotivasi pemain lewat tujuan pribadi seperti keluarga atau karier, menjaga fokus tim menghadapi sisa musim Premier League 2025/2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Wolverhampton Wanderers melakukan comeback pada pekan ke-30 English Premier League (EPL) 2025/2026. Mereka berhasil menahan Brentford dengan skor 2-2, Senin (16/3/2026). Bermain sebagai tamu di Gtech Community Stadium, Jose Sa dan kolega tertinggal dulu akibat gol Michael Kayode pada menit 22 dan Igor Thiago pada menit 37. Wolves lantas menyamakan kedudukan lewat aksi Adam Armstrong pada menit 44 dan Tolu Arokodare pada menit 77.

Hasil ini memang tidak berarti apa pun bagi posisi Wolves di klasemen. Mereka tetap menjadi juru kunci dengan 17 poin. Wolves berjarak hingga 12 angka dari Nottingham Forest yang menempati peringkat terakhir di zona aman. Namun, secara jangka panjang, seri itu jelas sangat berharga. Dengan tujuh pertandingan sisa yang mereka miliki, Wolves terus menjaga peluang untuk selamat dari degradasi. Lantas, bagaimana prospek Wolves membuat kejaiban tersebut?

1. Tren Wolverhampton Wanderers menjanjikan

Di atas kertas, kemungkinan Wolverhampton Wanderers terdegradasi pada akhir Premier League 2025/2026 sulit untuk dibantah. Superkomputer Opta memprediksi, persentase Wolves mengalaminya ada di angka 99,92. Secara matematis, mereka mungkin masih bisa selamat. Wolves menyisakan tujuh pertandingan per Maret 2026. Andai memenangkan semuanya, Wolves bakal mengumpulkan 38 poin dan menggeser Leeds United yang sekarang tengah menempati peringkat 15. Namun, hitung-hitungan seperti ini jelas penuh ketidakpastian. Itu mengapa keyakinan Wolves untuk dapat bertahan di kompetisi teratas bukan datang dari aspek tersebut, melainkan performa.

Keberhasilan menahan Brentford secara comeback pada Senin (16/3/2026) membuat Wolves melanjutkan tren positifnya. Mereka kini tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan beruntun. Hanya Arsenal, Manchester City, Brentford, dan AFC Bournemouth yang memiliki catatan serupa. Hebatnya, Wolves mengakhiri dua laga sebelumnya dengan kemenangan 2-0 atas Aston Villa dan 2-1 kontra Liverpool 2-1. Secara keseluruhan, penampilan Wolves sejak dilatih Rob Edwards pada 12 November 2025 memang mengalami peningkatan drastis. Salah satu buktinya, 15 dari total 17 poin yang sudah mereka kumpulkan per pekan 30 didapat pada era pelatih asal Wales yang lahir di Inggris tersebut.

2. Sisa pertandingan Wolverhampton Wanderers lebih mudah

Selain karena performa yang apik, potensi Wolverhampton Wanderers untuk terus meraih poin hingga akhir Premier League 2025/2026 diperkuat dengan lawan-lawan yang bakal mereka hadapi. Wolves memiliki jadwal yang relatif mudah dibanding West Ham, Leeds United, Tottenham Hotspur, Nottingham Forest, dan Burnley sebagai sesama pesaing untuk selamat dari degradasi. Dari 7 laga, Wolves bakal melakoni 4 di antaranya dengan melawan mereka.

Wolves kemudian akan melakoni tiga laga lainnya kontra tim yang berada di posisi belasan, yaitu Sunderland (2/5/2026), Brighton & Hove Albion (9/5/2026), dan Fulham (17/5/2026). Sebagai catatan, Wolves memang sudah bermain sekali lebih banyak. Pertandingan pekan ke-31 versus Arsenal yang seharusnya berlangsung pada 21 Maret 2026 dimajukan menjadi 18 Februari 2026 karena Arsenal yang bermain di final Piala Carabao pada 22 Maret 2026. Wolves sukses menahan The Gunners 2-2.

Jadwal sisa enam tim terbawah di EPL 2025/2026 per pekan 30:

  • Leeds United: Brentford, Manchester United, Wolverhampton Wanderers, AFC Bournemouth, Burnley, Tottenham Hotspur, Brighton & Hove Albion, West Ham United
  • Tottenham Hotspur: Nottingham Forest, Sunderland, Brighton & Hove Albion, Wolverhampton Wanderers, Aston Villa, Leeds United, Chelsea, Everton
  • Nottingham Forest: Tottenham Hotspur, Aston Villa, Burnley, Sunderland, Chelsea, Newcastle United, Manchester United, AFC Bournemouth
  • West Ham United: Aston Villa, Wolverhampton Wanderers, Crystal Palace, Everton, Brentford, Arsenal, Newcastle United, Leeds United
  • Burnley: Fulham, Brighton & Hove Albion, Nottingham Forest, Manchester City, Leeds United, Aston Villa, Arsenal, Wolverhampton Wanderers
  • Wolverhampton Wanderers: West Ham United, Leeds United, Tottenham Hotspur, Sunderland, Brighton & Hove Albion, Fulham, Burnley

3. Pendekatan yang unik dari Rob Edwards

Rob Edwards mengambil pendekatan yang menarik dalam memimpin Wolverhampton Wanderers untuk mengarungi tujuh laga terakhir di Premier League 2025/2026. Pria yang lahir pada 25 Desember 1982 itu tidak menyampaikan secara terbuka janji-janis manis bahwa ia akan menyelamatkan mereka dari degradasi. Edwards cukup realistis dengan peluang ada. Ia lebih memilih untuk fokus dari laga ke laga alih-alih berpikir terlalu panjang.

Demi menjaga tren positif yang saat ini tengah terjadi, Edwards memotivasi pada pemainnya dengan cara yang unik. Ia tidak keberatan jika mereka hanya memikirkan diri sendiri. Edwards mempersilakan anak asuhnya untuk berjuang demi keluarga, mendapat panggilan dari tim nasional agar bisa bermain di Piala Dunia 2026, atau bahkan meningkatkan nilai jual sehingga mendapat klub baru pada bursa transfer musim panas nanti.

Keajaiban Wolves selamat dari degradasi mungkin saja tidak terjadi. Namun, jika terus menampilkan permainan yang menjanjikan, mereka setidaknya memiliki modal untuk bertarung di Championship Inggris 2026/2027. Dengan begitu, Wolves lebih siap jika kembali ke EPL pada 2027/2028 dan bukan menjadi tim yo-yo.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More