Manuver Ekstrem UEFA: Kudeta atau Cabut Dukungan untuk Infantino di FIFA

- UEFA mencabut dukungan terhadap Gianni Infantino jelang Kongres FIFA 2027 dan mempertimbangkan langkah untuk mempercepat penggantiannya demi menjaga integritas sepak bola.
- UEFA dapat mendorong Kongres Darurat dengan dukungan 43 dari 211 anggota FIFA, atau menggalang penarikan dukungan bersama sejumlah pemimpin konfederasi.
- Kepercayaan UEFA merosot akibat pembatalan kartu merah Folarin Balogun dan proyek FIFA Forward Enterprise, yang dinilai melanggar etika serta membuka pengaruh politik.
Jakarta, IDN Times - UEFA telah kehilangan kepercayaan terhadap Gianni Infantino untuk terus memimpin FIFA di masa mendatang. Setelah kontroversi yang diciptakan Infantino dalam dua bulan terakhir, UEFA mencabut dukungannya jelang Kongres yang digelar pada Maret 2027 mendatang.
Bahkan, dilansir Sky News, UEFA mencoba melakukan kudeta dengan "mempercepat" dan "menciptakan gerakan" agar Infantino lengser lebih cepat. Federasi tertinggi sepak bola Eropa itu berharap ada sosok yang lebih layak memimpin dan mampu menjaga integritas permainan.
1. Bisa picu Kongres Darurat
Salah satu opsi yang bisa diambil UEFA adalah menciptakan momentum untuk menggelar Kongres Darurat. Butuh persetujuan 43 dari 211 anggota FIFA untuk menggelar Kongres Darurat demi melengserkan Infantino.
Tapi, dilansir TalkSPORT, ada cara lain yang bisa diambil, yakni dengan menarik dukungan terhadap Infantino secara bersamaan. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, telah meminta sejumlah anggota, termasuk kolega di konfederasi, untuk melakukannya.
Sejauh ini, Presiden CONCACAF Victor Montagliani dan Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi, kemungkinan akan bersatu dengan Ceferin untuk menarik surat dukungan untuk Infantino.
2. UEFA sudah gak percaya Infantino
UEFA pada dasarnya menghargai keputusan Infantino untuk membatalkan ide penjualan saham turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, lewat proyek FIFA Forward Enterprise (FFE). Namun, mereka tetap tak percaya pada kepemimpinan Infantino karena sudah melanggar dua nilai sepak bola dalam kurun waktu dua bulan secara beruntun.
"Kita tak bisa membiarkan skema rahasia dalam cara yang terburu-buru, direkayasa oleh individu tak tahu malu, dan mengambil keuntungan dari permainan. Kita harus mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab dan harus memintanya untuk bertindak. Benar, dalam hitungan hari atau pekan, UEFA akan bekerja dengan asosiasi dan berkooperasi bersama konfederasi untuk merefleksikan atas apa yang terjadi, lalu merancang rencana agar memastikan ini tak terulang," begitu pernyataan resmi UEFA.
3. Awalnya Balogun, berlanjut ke FFE
UEFA sudah kecewa dengan Infantino atas kasus penangguhan kartu merah Folarin Balogun. Mereka menegaskan, keputusan Komisi Disiplin FIFA tak bisa diterima karena kental dengan nuansa politik.
Pengangkatan kartu merah Balogun, ditegaskan UEFA, sudah membuka ruang bagi kekuatan politik, menggunakan kedekatan Infantino dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk masuk ke area sepak bola. Apalagi, prosedur keputusannya sudah melanggar etika di Komdis FIFA dengan hanya satu dari 14 panel yang seharusnya menggelar sidang. Atas fakta itu, UEFA memboikot final Piala Dunia 2026 dengan tak menghadirinya.




















