Masuk Usia Emas, 5 Striker Ini Justru Minim Menit Bermain

Tiap pemain sepak bola punya masa jayanya masing-masing, terlebih saat memasuki usia matang alias usia emas. Secara keseluruhan, usia emas pesepak bola berada di kisaran 24 hingga 30 tahun. Akan tetapi, banyak pesepak bola yang justru tak berjaya di usia emasnya tersebut.
Ada yang gagal bersinar lantaran ketatnya persaingan, kebugaran, atau pun alasan lainnya. Bahkan pada musim ini, beberapa nama top mengalami hal tersebut, seperti kelima striker berikut ini. Penasaran siapa saja mereka? Berikut penulis sudah merangkum ulasan kelima striker tersebut.
1. Munir El Haddadi

Lambat laun, posisi Munir El Haddadi mulai dikesampingkan dari skuad Sevilla. Ia sejatinya sudah membela Los Nervionenses sejak musim 2019/2020 lalu, tetapi cukup kesulitan untuk tampil konsisten. Semuanya makin rumit lantaran kedatangan nama-nama baru, seperti Rafa Mir hingga Anthony Martial.
Pada musim 2021/2022 ini saja, Munir baru dipercaya tampil 25 kali dengan catatan tiga gol. Statistik ini menurun drastis dibandingkan musim-musim sebelumnya. Mengingat usianya yang kini sudah beranjak 26 tahun, Munir harus menelan pil pahit lantaran hanya berstatus pelapis di Sevilla.
2. Paco Alcacer

Semuanya berjalan dengan baik saat awal kedatangan Paco Alcacer ke Villarreal. Ia berkontribusi untuk menciptakan gol demi gol untuk The Yellow Submarine. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pemain berkebangsaan Spanyol itu mulai tak mampu mempertahankan dominasinya di lini serang tim.
Paco lantas tersisih ke bangku cadangan Villarreal pada musim ini. Ia baru tampil sebanyak 16 kali dengan koleksi empat gol dan lima assist di semua ajang. Paco yang masih berusia 28 tahun justru kalah bersaing dengan Gerard Moreno yang sejatinya sudah berusia kepala tiga pada tahun ini.
3. Divock Origi

Bergabung dengan Liverpool sejak tahun 2014 lalu, Divock Origi tak pernah menjadi pilihan utama tim. Ia malah dikenal sebagai salah satu pemain supersub terbaik lantaran kehebatannya dalam sejumlah laga-laga penting yang dilakoni The Reds. Namun, hal tersebut dinilai bukanlah menjadi sebuah prestasi yang mencolok.
Pada musim ini saja, ia bahkan baru tampil 15 kali di semua kompetisi. Usianya yang sudah beranjak 26 tahun jelas menjadi pertanda bahwa kemampuan Origi masih bisa berkembang. Tak ayal, dalam beberapa waktu terakhir, Origi santer dirumorkan bakal meninggalkan Liverpool demi kesempatan bermain yang layak.
4. Luka Jovic

Uang 63 juta euro atau sekitar Rp1,3 triliun dikeluarkan Real Madrid untuk menggaet Luka Jovic. Alih-alih bisa berkembang, Jovic justru lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan. Ironisnya lagi, pemain berkebangsaan Serbia itu bahkan sempat dipinjamkan ke klub lamanya, Eintracht Frankfurt.
Memasuki musim ketiganya, karier Jovic berada di ambang persimpangan. Ia baru tampil 17 kali pada musim ini dengan membukukan satu gol saja. Menilik performa Karim Benzema yang makin menggila di lini depan El Real, kans Jovic untuk bertahan lebih lama di ibukota Madrid sepertinya makin tertutup rapat.
5. Mauro Icardi

Di balik mewahnya skuad Paris Saint-Germain, terselip sejumlah nama yang kekurangan menit bermain musim ini. Salah satunya yaitu Mauro Icardi yang harus menelan pil pahit hanya berstatus pelapis sekarang. Kedatangan Lionel Messi ke ibukota Prancis justru menjadi awan kelabu bagi karier pemain 29 tahun tersebut.
Berbeda dengan dua musim perdananya, Icardi baru tampil sebanyak 30 kali sejauh ini. Ia baru mencetak lima gol dan bahkan lebih sering diturunkan sebagai pemain pengganti. Bila tak mampu meningkatkan performanya, bukan hal yang mustahil jika Icardi bakal terus menjadi penghangat bangku cadangan PSG.
Memasuki usia emas merupakan puncak karier yang dimiliki oleh tiap pesepak bola. Namun, tak semuanya menjalani hal tersebut dikarenakan beragam alasan. Menurutmu, apakah kelima pemain di atas bakal bertahan lama dengan klubnya saat ini?



















