McGinn Emosional Usai Antar Aston Villa Raih Trofi Liga Eropa

- John McGinn memimpin Aston Villa menjuarai Liga Europa 2025/26 setelah menang 3-0 atas SC Freiburg, mengakhiri penantian trofi Eropa selama 43 tahun.
- McGinn menjadi simbol kebangkitan Aston Villa dari keterpurukan di Championship hingga kembali berjaya di bawah asuhan Unai Emery.
- Bagi McGinn, gelar ini sangat emosional karena menjadi puncak perjalanan panjangnya dan bukti kebangkitan penuh Aston Villa di kancah Eropa.
Jakarta, IDN Times - John McGinn tak mampu menyembunyikan emosinya saat Aston Villa memastikan gelar Liga Europa 2025/26. Sang kapten membawa Villa mengakhiri penantian trofi Eropa selama 43 tahun setelah menang telak 3-0 atas SC Freiburg di Istanbul, Kamis (21/5/2026).
Bagi McGinn, malam itu bukan sekadar kemenangan. Itu merupakan puncak dari perjalanan panjang Aston Villa yang pernah terpuruk hingga bermain di Championship.
1. John McGinn tak percaya Aston Villa kini juara di Eropa
McGinn mengaku sulit mempercayai Aston Villa kini berdiri di puncak sepak bola Eropa setelah melewati masa-masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.
Kapten tim nasional Skotlandia itu mengingat bagaimana The Villans hampir hancur sebelum akhirnya bangkit bersama pemilik baru dan kembali ke Premier League.
“Apa yang telah kami lalui sebagai klub, tujuh tahun lalu, klub ini nyaris berada dalam kondisi yang sangat buruk. V Sports membeli Villa dan mengangkat performa klub menjadi sangat impresif,” ujar McGinn dilansir TNT Sport.
Gelandang berusia 31 tahun itu menyebut keberhasilan menjuarai Liga Europa menjadi hasil dari kerja keras panjang seluruh elemen klub.
“Saya tidak percaya malam seperti ini bisa terjadi, tetapi kami berhasil. Dan ini malam paling membanggakan dalam karier saya,” katanya.
2. McGinn jadi simbol kebangkitan Aston Villa
McGinn merupakan salah satu pemain yang merasakan langsung perjalanan Aston Villa dari masa sulit hingga kembali berjaya di Eropa.
Saat AsronVilla terdegradasi pada musim 2015/16, klub asal Birmingham itu sempat terjebak di Championship selama tiga musim sebelum akhirnya promosi kembali ke Premier League.
McGinn datang pada era penuh tekanan tersebut dan perlahan berkembang menjadi pemimpin di ruang ganti Aston Villa.
Kini, di bawah asuhan Unai Emery, Aston Villa berubah menjadi salah satu tim paling kompetitif di Inggris dan Eropa.
Gelar Liga Europa 2025/26 menjadi trofi Eropa pertama Aston Villa sejak menjuarai European Cup pada 1982 dan sukses kontinental terakhir mereka pada 1983.
3. John McGinn akhirnya dapatkan momen yang dinanti
McGinn mengaku pencapaian ini terasa sangat emosional karena akhirnya ia bisa merasakan gelar besar di kompetisi Eropa.
Selama bertahun-tahun, ia hanya melihat teman-temannya lebih dulu menikmati kesuksesan di level tertinggi.
“Di usia 31 tahun, dalam final Eropa pertamaku, aku sudah melihat teman-temanku Jack Grealish dan Andy Robertson meraih gelar juara. Kini giliran aku. Ini sungguh istimewa, aku akan menikmati setiap detiknya,” kata McGinn.
Pernyataan itu merujuk pada keberhasilan Grealish dan Robertson yang sebelumnya lebih dulu mengangkat trofi Eropa bersama klub masing-masing.
Bagi McGinn, trofi Liga Europa bukan hanya gelar juara. Itu merupakan bukti Aston Villa telah bangkit sepenuhnya dari keterpurukan dan kembali menjadi kekuatan besar sepak bola Eropa.



















