Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Membedah Statistik Messi vs Yamal Jelang Final Piala Dunia 2026
Lionel Messi di laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Cape Verde, Sabtu (4/7/2026). (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP)
  • Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Argentina dan Spanyol, menyoroti duel generasi antara Lionel Messi sang legenda dan Lamine Yamal si wonderkid yang sama-sama jebolan Barcelona.
  • Messi tampil lebih tajam dengan 8 gol dan efisiensi tinggi, sedangkan Yamal unggul dalam akurasi operan serta kemampuan menggiring bola yang jadi senjata utama di sisi sayap Spanyol.
  • Messi berperan sebagai pengatur ritme di poros tengah Argentina, sementara Yamal fokus mengeksploitasi ruang lebar untuk membuka celah pertahanan lawan lewat pergerakan cepat dan umpan terobosan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB mempertemukan dua kutub sepak bola, Spanyol dan Argentina. Tidak cuma soal perebutan trofi emas, tapi juga panggung takdir yang mempertemukan dua generasi emas Barcelona. Mereka adalah sang legenda, Lionel Messi, dan wonderkid yang sedang naik daun, Lamine Yamal.

FIFA merilis data statistik super detail yang menunjukkan bagaimana kedua pemain tersebut memimpin lini serang Argentina dan Spanyol dengan cara masing-masing. Benturan angka dan visi di atas lapangan hijau ini dijamin bakal membuat laga ini dipastikan berjalan seru. Berikut ini statistik lengkap Messi dan Yamal seperti dihimpun dari situs resmi FIFA dan SofaScore.

1. Untuk urusan mencetak gol, Messi lebih tajam daripada Yamal

Di sepertiga akhir lapangan, Lionel Messi membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Mengantongi 8 gol dan 4 asis, Messi mencatatkan 34 tembakan (19 tepat sasaran) dengan tingkat konversi gol mencapai 24 persen. Nilai Expected Goals (xG) milik Messi menyentuh 6.16 dengan efisiensi 1.3x. Artinya, Messi sangat klinis setiap mendapat peluang. Selain itu, Messi tak ragu melepas tembakan dari segala sisi, yaitu 16 kali di dalam kotak penalti dan 18 kali di luar kotak penalti.

Di sisi lain, Lamine Yamal baru mencatatkan 23 tembakan (10 tepat sasaran) dengan konversi gol 4 persen dan xG 2.11, sebab hanya mencetak 1 gol dari 7 pertandingan. Efisiensinya masih di angka 0.47x. Wajar, sebab Yamal lebih banyak bergerak melebar. Sehingga ia hanya melepas 12 tembakan di dalam kotak dan 11 dari luar penalti, sebab tugas utamanya membuka ruang ketimbang eksekutor utama.

2. Sama-sama memiliki kelebihan yang berbeda saat mendistribusikan bola

Urusan mengalirkan bola, Messi adalah dirigen utama Argentina. La Pulga melepaskan 332 operan dengan akurasi 79%, ditambah 41 umpan silang dengan akurasi 41 persen. Menariknya, meski sering dijaga ketat, Messi sukses 22 kali melewati lawan dalam situasi satu lawan satu menggunakan gocekan (take-ons) dan 32 aksi menerobos lini pertahanan lawan (defensive linebreaks) dengan tingkat keberhasilan mencapai 63 persen.

Bagaimana dengan Yamal? Pemuda Spanyol tersebut mencatatkan total 212 operan tapi punya akurasi lebih tinggi, yaitu 85 persen. Yang lebih ngeri, Yamal mencatatkan 30 take-ons sukses, unggul dari Messi, yang menjadi bukti gocekannya adalah senjata berbahaya. Selain itu, akurasi terobosan Yamal menyentuh angka 72 persen dari 32 percobaan.

3. Messi menjadi momok di antara lini, sedangkan Yamal hobi mencari celah

Pergerakan tanpa bola menjadi pembeda yang kontras antara keduanya. Lionel Messi bertindak sebagai magnet utama di poros tengah Argentina dengan membuat 224 pergerakan menjemput bola. La Pulga dominan bergerak di ruang antarlini dan tercatat 179 kali menerima operan dalam kondisi dikepung lawan (under pressure), membuktikan perannya sebagai dirigen yang memancing fokus pemain lawan.

Sebaliknya, Lamine Yamal bermain lebih dinamis menyisir sayap Spanyol dengan total 266 pergerakan meminta bola. Ia lebih gemar mengeksploitasi lebar lapangan dan mencari celah kosong di belakang garis pertahanan lawan, yakni mencapai 102 kali. Daya jelajah yang tinggi membuatnya sukses menerima 27 umpan terobosan di belakang bek, sehingga ia menjadi senjata rahasia untuk mengobrak-abrik lini belakang Argentina.

Argentina dengan Messi mendominasi poros tengah lewat efisiensi dan visi magisnya ketika dalam sitiuasi tertekan. Spanyol, dengan Yamal, siap mengobrak-abrik sisi sayap lewat kecepatan, akurasi operan, dan tusukan tak terduga. Siapa yang akan tersenyum di akhir laga final Piala Dunia 2026 esok dini hari?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article