Mengingat Momen Barcelona Tumbangkan Arsenal di Stade de France

Invasi Rusia ke Ukraina membuat UEFA menunjuk Stade de France menjadi tuan rumah final Liga Champions Eropa 2021/2022. Markas timnas Prancis tersebut terpilih menggantikan Gazprom Arena imbas ketegangan Rusia dengan Ukraina.
Ini bukan kali pertama Stade de France menjadi tuan rumah final Liga Champions. Stadion itu sempat terpilih sebagai panggung penentuan juara Liga Champions 2006. Kala itu Barcelona sukses menundukkan Arsenal dengan skor 2-1.
1. Perjalanan kedua tim menuju partai final

Barcelona tergabung di Grup C bersama Werder Bremen, Udinese, dan Panathinaikos. Blaugrana tampil gemilang dengan menjadi juara grup. Mereka selalu meraih kemenangan, kecuali saat bermain imbang tanpa gol di markas Panathinaikos.
Sementara, Arsenal masuk ke Grup B yang dihuni Ajax Amsterdam, Thun, dan Sparta Praha. Sama seperti Barcelona, The Gunners meraih 5 kemenangan dan 1 imbang. Mereka imbang saat ditahan Ajax di Emirates Stadium.
Memasuki fase gugur, Barcelona dengan mulus melewati adangan Chelsea, Benfica, dan AC Milan. Di sisi lain, Arsenal mampu menundukkan Real Madrid, Juventus, dan Villarreal. Keduanya bertemu pada partai final di Stade de France.
2. Kartu merah Jens Lehmann pada awal laga

Pertandingan final berlangsung di bawah pantauan wasit Terje Hague asal Norwegia. Baru memasuki menit ke-18, Arsenal harus kehilangan Jens Lehmann usai melanggar Samuel Eto'o di depan kotak penalti. Alhasil, wasit tidak ragu mengeluarkannya dari pertandingan.
Hal ini memaksa Arsene Wenger menarik Robert Pires dan menggantinya dengan Manuel Almunia. Kehilangan kiper utama menjadi kerugian bagi Arsenal. Apalagi laga baru berlangsung sesaat.
3. Sempat unggul, Arsenal harus takluk dari Barcelona

Meskipun kekurangan pemain, Arsenal ternyata mampu unggul lebih dahulu pada menit ke-37. Memanfaatkan tendangan bebas Thierry Henry, Sol Campbell berhasil menanduk bola ke gawang yang dijaga Victor Valdes.
Memasuki babak kedua, Barcelona memasukkan Andres Iniesta dan Henrik Larsson untuk menambah daya gedor di lini depan. Akhirnya, pada menit ke-76, Samuel Eto'o sukses membobol jala Manuel Almunia. Skor pun kembali imbang.
Hanya berselang 4 menit usai gol Eto'o. Juliano Belletti yang masuk dari bangku cadangan berhasil membuat Barcelona unggul 2-1. Hingga peluit tanda berakhir berbunyi, Arsenal tidak mampu menyamakan kedudukan. Barcelona pun menjadi juara Liga Champions.
4. Gelar kedua bagi Barcelona

Barcelona akhirnya menjadi juara Liga Champions untuk kedua kalinya setelah sebelumnya juara di tahun 1992. Samuel Eto'o yang tampil gemilang sepanjang laga mendapat gelar man of the match.
Namun, jangan lupa peran penting Juliano Belletti yang menjadi penentu kemenangan tim asal Catalan tersebut. Di sisi lain, hal ini membuat Arsenal harus menunggu lebih lama lagi untuk merasakan gelar Liga Champions pertama mereka.
5. Stade de France kembali jadi tuan rumah final Liga Champions 2021/2022

Final Liga Champions musim ini sejatinya berlangsung di Gazprom Arena. Namun, akibat memanasnya hubungan Rusia dan Ukraina, laga final tidak jadi berlangsung di markas Zenit Saint Petersburg tersebut.
Situasi yang tidak aman membuat UEFA mengubah lokasi final ke Stade de France. Hal ini cukup disayangkan. Sepak bola yang seharusnya membawa kebahagian bagi semua orang justru batal akibat situasi yang tidak aman.
UEFA telah memutuskan laga final Liga Champions musim ini di stadion Stade de France. Lantas, siapakah yang akan bertanding pada partai puncak musim ini?


















