Menyoal Raja Manchester yang Panaskan Derby MU vs ManCity

- Derby Manchester di Old Trafford memanas setelah Elliot Anderson menyebut ManCity sebagai “Raja Manchester”.
- Michael Carrick menolak frasa tersebut dan menilai ManCity belum terbukti menjadi Raja Manchester sesungguhnya.
- Carrick menyebut MU berkembang, siap bersaing di papan atas, serta berambisi menantang gelar.
Jakarta, IDN Times - Derby antara Manchester United kontra Manchester City di Old Trafford, Minggu (13/9/2026), sudah panas akibat komentar salah satu pemain. Atmosfer mulai tersulut setelah MU gagal mendaratkan Elliot Anderson, yang memutuskan untuk bergabung dengan ManCity, hingga akhirnya muncul sindiran soal siapa "Raja Manchester" sesungguhnya.
Ya, Anderson sempat menyatakan memilih bergabung dengan ManCity karena statusnya sebagai "Raja Manchester" dan bergelimang trofi. Komentar ini dikeluarkan Anderson saat baru pertama kali diwawancarai oleh ManCity dan dipublikasikan lewat situs resmi klub.
1. Memicu friksi di derby Manchester

Gelandang Inggris, Elliot Anderson (tengah), berebut bola melewati pemain Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris di Stadion Kota Meksiko di Kota Meksiko pada 6 Juli 2026. (AFP/Yuri Cortez) Ternyata, komentar Anderson telah memicu sebuah sentimen dalam derby Manchester, hingga tak disetujui oleh manajer MU, Michael Carrick. Menurut Carrick, ManCity belum terbukti menjadi "Raja Manchester" yang sesungguhnya.
"Saya jelas tak mau menggunakan frasa itu sama sekali, tidak!" kata Carrick. Saya mengerti dan merasa bahwa melaju ke Liga Champions hingga bicara soal ekspektasi di sini, lalu terjadi perubahan, merupakan hal positif. Tapi jika ditanyakan kepada kami beberapa bulan lalu, itu cukup masuk akal. Sekarang, kami malah ada di Liga Champions," ujar Carrick, dilansir Manchester Evening News.
2. MU mau menuju ke tempat yang seharusnya

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, usai cetak gol ke gawang Ipswich Town (AFP / Paul Ellis) Carrick mengingatkan, MU saat ini sudah berkembang dan mampu mendobrak prediksi orang-orang terkait kemampuannya dalam bersaing. Menurut Carrick, Setan Merah sudah berubah dan siap memanaskan kembali persaingan di papan atas, sesuai dengan muruahnya sebagai raksasa dan "Raja Manchester".
"Kami sudah melangkah lebih maju, perlu ada di fase berikutnya, kemudian menciptakan ekspektasi yang tinggi di benak orang-orang. Kami sadar, cukup rendah hati, dan realistis untuk mengetahui tempat yang seharusnya dalam sejarah. Kami perlu, mau, jadi lebih baik, hingga menantang gelar demi prestasi lebih tinggi," kata Carrick.
3. Bukan tanpa alasan Carrick berkomentar

Bek Manchester United, Harry Maguire, bereaksi usai gagal menang atas Everton (AFP / Peter Powell) Apa yang diungkapkan Carrick sebenarnya tak salah. Dia memang menjadi salah satu bagian dari kejayaan MU di masa Sir Alex Ferguson.
Selain itu, Carrick juga sudah terlibat dalam 31 derby Manchester dengan 17 di antaranya berhasil dimenangkan olehnya bersama MU, cuma kalah tiga kali.
"Makanya, untuk sekarang, bukannya kami gak bisa dan tak mau. Masih ada harapan untuk kami, percaya, dan berambisi, bisa melakukannya, berada di tempat seharusnya. Namun, saya mengerti gambaran besarnya," ujar Carrick.


















