Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, bereaksi saat terjatuh ke lapangan di samping bek Inggris bernomor punggung 25, Djed Spence, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Jewel Samad)
Ketimbang Ronaldo, dalam sederet dokumen yang dipublikasikan, La Pulga lebih banyak menerima ancaman pembunuhan. Salah satunya adalah ketika seorang pria dilaporkan menelepon Bandara Dallas dan mengancam akan menyerbu stadion bersama dua orang lainnya. Ini terjadi sebelum pertandingan fase grup antara Argentina kontra Yordania dalam penyisihan Grup J.
Pria tersebut mengaku mau meledakkan bom rakitan dan melepaskan tembakan dengan senapan semiotomatis AR-15. Dalam serangan itu, pria tersebut mengaku menjadikan Messi sebagai target utama.
Kemudian, jelang laga Argentina melawan Mesir, seorang pengguna media sosial melayangkan ancaman dengan menyebut Messi secara langsung. Dia mengaku akan masuk ke Atlanta Stadium dan meledakkan Messi dengan metode bom bunuh diri.
Polisi juga menerima laporan adanya tiga bom di tempat sampah stadion. Namun, setelah dilakukan penyisiran menggunakan anjing pelacak bahan peledak, ancaman tersebut dipastikan sebagai laporan palsu.