Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Messi dan Ronaldo Sempat Jadi Target Ancaman Bom di Piala Dunia 2026

Messi dan Ronaldo Sempat Jadi Target Ancaman Bom di Piala Dunia 2026
Kapten Argentina, Lionel Messi, meratapi kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de Melo Moreira)
  • Lionel Messi menerima ancaman keamanan selama Piala Dunia 2026 berdasarkan laporan kepolisian Amerika Serikat.
  • FBI dan IPCC menangani ancaman terhadap pemain, ofisial, serta pertandingan sepanjang turnamen.
  • Cristiano Ronaldo, wasit, pemain lain, dan skuad Korea Selatan turut mengalami gangguan serta intimidasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ancaman keamanan siapa yang paling menyita perhatianmu?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Keamanan dua pemain legendaris, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, ternyata sempat terancam di Piala Dunia 2026. Keduanya sempat menjadi target ancaman bom sepanjang turnamen.

Dilansir Marca, sejumlah dokumen mengungkap FBI bersama International Police Cooperation Center (IPCC) harus menangani sejumlah ancaman terhadap skuad sepanjang Piala Dunia 2026. Ancaman terbanyak, memang mengarah kepada Messi dan Ronaldo.

  1. 1. Messi yang paling banyak terima ancaman

    Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, bereaksi saat terjatuh ke lapangan di samping bek Inggris.
    Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, bereaksi saat terjatuh ke lapangan di samping bek Inggris bernomor punggung 25, Djed Spence, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Jewel Samad)

    Ketimbang Ronaldo, dalam sederet dokumen yang dipublikasikan, La Pulga lebih banyak menerima ancaman pembunuhan. Salah satunya adalah ketika seorang pria dilaporkan menelepon Bandara Dallas dan mengancam akan menyerbu stadion bersama dua orang lainnya. Ini terjadi sebelum pertandingan fase grup antara Argentina kontra Yordania dalam penyisihan Grup J.

    Pria tersebut mengaku mau meledakkan bom rakitan dan melepaskan tembakan dengan senapan semiotomatis AR-15. Dalam serangan itu, pria tersebut mengaku menjadikan Messi sebagai target utama.

    Kemudian, jelang laga Argentina melawan Mesir, seorang pengguna media sosial melayangkan ancaman dengan menyebut Messi secara langsung. Dia mengaku akan masuk ke Atlanta Stadium dan meledakkan Messi dengan metode bom bunuh diri.

    Polisi juga menerima laporan adanya tiga bom di tempat sampah stadion. Namun, setelah dilakukan penyisiran menggunakan anjing pelacak bahan peledak, ancaman tersebut dipastikan sebagai laporan palsu.

  2. 2. Ancaman ke Ronaldo juga tak kalah menyeramkan

    AFP__20260623__B8339Z6__v1__HighRes__FblWc2026Match47PorUzb.jpg
    Cristiano Ronaldo berebut bola saat membela Portugal menghadapi Uzbekistan pada laga Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Houston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026. (Foto: RONALDO SCHEMIDT/AFP)

    Ancaman terhadap Ronaldo juga tak kalah menyeramkan. FIFA sempat memberitahu FBI jika ada seorang pria mencurigakan yang berusaha mencari informasi terkait lokasi penginapan Portugal dan lokasi persis kamar Ronaldo.

    Berselang dua hari, polisi Houston menangkap pria itu di hotel tempat Portugal menginap. Insiden serupa juga terjadi di Toronto, ketika seorang penggemar mencoba masuk ke lift bersama Ronaldo dan mengaku hanya ingin meminta foto.

    Daily Star juga melaporkan adanya gangguan keamanan lain yang terjadi saat Ronaldo berada di Miami, hingga ada seorang pria menerobos lapangan dalam pertandingan Portugal melawan Kroasia.

  3. 3. Wasit hingga pemain lain ikut terima ancaman

    ilustrasi turnamen Piala Dunia 2026
    ilustrasi turnamen Piala Dunia 2026 (unsplash.com/Faz Islam)

    Laporan kepolisian mengungkap, ancaman tidak hanya dialami Messi dan Ronaldo. Wasit asal Prancis, Francois Letexier, menerima lebih dari 6.000 pesan kebencian melalui WhatsApp setelah memimpin laga kontroversial Argentina melawan Mesir.

    Selain itu, wasit VAR, Willy Delajod, juga mengalami hal serupa sehingga keamanan rumah dan keluarganya di Prancis harus diperketat. Beberapa pemain lain turut menjadi sasaran intimidasi, termasuk Kylian Mbappe, Alexander Sorloth, Jaminton Campaz, hingga Lucas Digne.

    Bahkan, pelatih Hong Myung Bo beserta seluruh skuad Korea Selatan harus mendapatkan pengawalan ketat menuju bandara setelah muncul ancaman pembunuhan terhadap tim.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More