Mohamed Salah Hengkang dari Liverpool di Akhir Musim 2025/26

- Mohamed Salah resmi umumkan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/26 setelah mendapat persetujuan dari manajemen klub.
- Salah menyebut Liverpool sebagai klub paling berkesan dalam kariernya, memuji solidaritas tim dan dukungan luar biasa dari para suporter.
- Keputusan hengkang diakui Salah sangat berat karena ia telah hampir satu dekade membela Liverpool dan menganggap klub itu sebagai rumahnya.
Jakarta, IDN Times - Selesai sudah perjalanan Mohamed Salah bersama Liverpool. Musim 2025/26 menjadi yang terakhir buatnya berseragam The Reds dan hal tersebut telah disetujui oleh manajemen klub.
Lewat sebuah video, Salah mengumumkan perpisahannya. Dia mengakui jika Liverpool menjadi klub terindah yang pernah dibelanya.
"Halo semuanya. Sayangnya, hari itu telah tiba. Ini bagian pertama dari perpisahan. Saya akan meninggalkan Liverpool di akhir musim nanti. Saya mau memulainya dengan mengatakan tak pernah membayangkan bagaimana dalamnya klub, kota, dan orang-orangnya sebagai bagian dalam hidup. Liverpool bukan cuma klub sepak bola, tapi gairah, sejarah, jiwa. Saya tak bisa mengutarakannya dengan kata-kata kepada orang-orang yang bukan bagian dari klub ini," ujar Salah dalam akun X miliknya.
1. Liverpool bukan klub biasa buat Salah
Bagi Salah, Liverpool merupakan klub yang spesial serta berbeda, karena soliditasnya ketika menghadapi situasi tak menguntungkan dari dalam serta luar lapangan. Sebab, dia sudah sering merasakan kondisi sulit dan justru menilai skuad Liverpool malah lebih kompak ketika berada dalam situasi sulit.
"Kami merayakan kemenangan, memenangkan trofi paling penting, dan bertarung bersama dalam momen tersulit dalam hidup," kata Salah.
2. Selalu jadi bagian dari Liverpool
Pria Mesir itu melayangkan ucapan terima kasihnya kepada semua orang yang telah mendukung kariernya di Liverpool, termasuk suporter. Kopites, julukan suporter Liverpool, dianggap Salah sebagai keluarga yang telah membuatnya semakin kuat.
"Saya mau mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang menjadi bagian klub selama berada di sini, terutama rekan setim, masa lalu dan sekarang. Kepada fans, saya tak punya kata-kata yang cukup. Dukungan kalian kepada saya, selama masa terbaik dalam karier dan berdiri pula ketika situasi sulit. Itu hal yang tak bisa dilupakan dan akan selalu saya kenang," ujar Salah.
3. Keputusan yang gak mudah
Salah mengaku keputusannya untuk cabut tidaklah mudah. Apalagi, Liverpool sudah menjadi bagian dari dirinya selama nyaris satu dekade, mencatatkan sejumlah rekor, dan menjadi legenda klub.
"Cabut tak pernah mudah. Kalian memberikan masa terbaik dalam hidup ini. Saya selalu menjadi bagian dari keluarga ini. Klub ini selalu jadi rumah, bagi saya dan keluarga. Terima kasih buat segalanya. Karena kalian, saya tak pernah berjalan sendirian," kata winger 33 tahun tersebut.

















