6 Musim saat 3 Final Kompetisi Eropa Diisi Tim Negara yang Sama

- Sejak hadirnya Liga Konferensi Eropa 2021/2022, UEFA kembali memiliki tiga kompetisi antarklub utama: Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi.
- Spanyol dan Italia pernah mengirim wakil ke tiga final Eropa dalam satu musim, dengan Italia melakukannya empat kali antara 1988 hingga 1993.
- Musim 2025/2026 menjadi sejarah baru bagi Inggris karena Arsenal, Aston Villa, dan Crystal Palace sama-sama mencapai final di tiga ajang UEFA berbeda.
Liga Konferensi Eropa (UECL) mulai bergulir pada 2021/2022. Ini membuat UEFA kembali memiliki tiga kompetisi antarklub. Sebelumnya, pengelola sepak bola tertinggi di Benua Biru itu pernah menjalankan tiga ajang dalam musim yang sama pada 1960—1999 dalam wujud Liga Champions (UCL), UEFA Cup yang kini disebut Liga Europa (UEL), dan Winners Cup.
Sejarah lantas tercipta pada 2025/2026. Inggris untuk pertama kalinya mengirim wakil ke final tiga ajang UEFA yang berbeda. Namun, mereka bukan negara satu-satunya yang mampu melakukan hal semacam itu jika ikut menghitung periode 1960—1999 ketika UEFA juga menggelar tiga turnamen. Spanyol pernah merasakannya sekali dan Italia sampai empat kali.
1. Spanyol mengirim wakil ke seluruh final kompetisi Eropa 1985/1986
Spanyol merupakan negara pertama yang mampu mengirim wakil ke final tiga kompetisi antarklub Eropa yang berbeda dalam musim yang sama. Mereka melakukannya pada 1985/1986. Barcelona berhadapan dengan Steaua Bucuresti di Liga Champions, tapi kalah lewat adu penalti usai imbang 0-0. Real Madrid berhasil menjuarai UEFA Cup usai mengalahkan FC Koeln dengan agreat 5-3 (5-1, 0-2). Sementara, Atletico Madrid dibantai Dynamo Kyiv 0-3 pada partai puncak Winners Cup.
2. Italia memiliki wakil dalam semua final kompetisi Eropa 1988/1989
Italia untuk pertama kalinya mengirim wakil ke tiga final kompetisi antarklub Eropa yang berbeda pada 1988/1989. AC Milan berhasil memenangkan Liga Champions dengan menghajar Steaua Bucuresti 4-0. Napoli juga mampu menjadi kampiun UEFA Cup usai menang tipis atas Stuttgart dengan agregat 5-4 (2-1, 3-3). Sayangnya, Sampdoria gagal mengikuti pencapaian keduanya akibat kalah 0-2 dari Barcelona pada final Winners Cup.
3. Tiga kompetisi antarklub Eropa pada 1989/1990 dimenangkan tim Italia
Setelah 1988/1989, tiga final kompetisi antarklub Eropa kembali diwarnai tim Italia pada musim berikutnya. Bahkan, mereka menghadirkan all Italian final di UEFA Cup 1989/1990. Juventus sukses mengalahkan Fiorentina 3-1 (3-1, 0-0). AC Milan kemudian berhasil mempertahankan titel Liga Champions dengan mengalahkan Benfica 1-0. Sementara itu, Sampdoria mampu mencapai partai puncak Winners Cup lagi dan kali ini sukses mengangkat piala usai membekuk Anderlecht 2-0 lewat babak tambahan.
4. Tim Italia kembali mewarai semua final kompetisi Eropa pada 1992/1993
Italia untuk ketiga kalinya mendominasi seluruh final kompetisi antarklub Eropa pada 1992/1993. Juventus mempermalukan Borussia Dortmund di UEFA Cup dengan agregat 6-1 (3-0, 3-1). Parma mengalahkan Royal Antwerp 3-1 di Winners Cup. Sayangnya, AC Milan tidak mampu menjuarai Liga Champions gara-gara kalah 0-1 dari Olympique Marseille.
5. Seluruh tim Italia kalah pada final tiga kompetisi antarklub Eropa edisi 2022/2023
Setelah 1992/1993, Italia berhasil kembali mengirim wakil ke semua final kompetisi antarklub Eropa 20 musim kemudian. Nahas, tidak ada satu pun yang mampu menjadi juara. Inter Milan dibekuk Manchester City 0-1 di Liga Champions. AS Roma kalah dari Sevilla lewat adu penalti di Liga Europa usai imbang 1-1. Sementara, Fiorentina dibungkam West Ham United 1-2 di Liga Konferensi.
6. Inggris memiliki kesempatan menyapu bersih semua trofi kompetisi antarklub Eropa 2025/2026
Inggris mengikuti jejak Spanyol dan Italia sebagai tim yang mampu mengirim wakil ke tiga final kompetisi antarklub Eropa yang berbeda pada 2025/2026. Aston Villa akan berebut trofi Liga Europa dengan Freiburg pada 20 Mei 2026. Tujuh hari berselang, Crystal Palace melakoni laga puncak Liga Konferensi kontra Rayo Vallecano. Sementara, Arsenal bakal bertarung melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei 2026 untuk menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya.
Meski memang bukan indikator mutlak, enam pencapaian di atas menjadi salah satu bukti dominasi sepak bola Spanyol, Italia, dan Inggris. Namun, dari 5 daftar pertama di atas, hanya ada 1 musim ketika seluruh kontestan mampu keluar sebagai juara. Akankah momen serupa kembali terulang pada musim ini?



















