Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Terbaru!
ilustrasi trofi Piala Dunia (unspalsh.com/Fauzan Saari)
  • Iran resmi mundur dari Piala Dunia 2026 akibat konflik politik dengan Amerika Serikat, membuat FIFA harus mencari pengganti dari konfederasi Asia.
  • Austria, India, Skotlandia, dan Turki juga pernah mundur dari Piala Dunia karena alasan berbeda seperti perang, biaya tinggi, aturan federasi, hingga masalah ekonomi.
  • Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa faktor politik dan ekonomi sering menjadi penyebab utama negara batal tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Piala Dunia merupakan turnamen sepak bola paling bergengsi yang diikuti oleh tim nasional terbaik dari berbagai belahan dunia. FIFA menyelenggarakan proses kualifikasi yang panjang guna memastikan setiap negara memiliki kesempatan yang adil untuk tampil di putaran final. Namun, dalam beberapa kasus langka, terdapat negara yang telah mengamankan tiket putaran final tetapi akhirnya memutuskan untuk mundur.

Alasan yang melatarbelakangi keputusan tersebut sangat beragam, mulai dari konflik politik hingga kendala biaya. Kasus terbaru datang dari Iran yang dikabarkan tidak akan berpartisipasi pada Piala Dunia 2026. Berikut lima negara yang pernah mundur dari Piala Dunia sepanjang sejarah.

1. Iran mundur dari Piala Dunia 2026 karena memiliki masalah politik dengan Amerika Serikat

Iran memastikan tempat di Piala Dunia 2026 setelah tampil konsisten dalam kualifikasi zona Asia. Timnas Iran sendiri menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Asia dalam beberapa edisi terakhir turnamen tersebut. Turnamen Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pemerintah Iran kemudian menyatakan bahwa negaranya tidak dapat berpartisipasi dalam turnamen tersebut karena situasi konflik politik dengan Amerika Serikat. Kondisi geopolitik yang memanas membuat partisipasi dalam turnamen di wilayah Amerika Utara menjadi sulit dilakukan. Keputusan tersebut membuat FIFA harus cepat-cepat mempertimbangkan kemungkinan penggantian peserta dari konfederasi Asia untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Iran.

2. Timnas Austria batal mengikuti Piala Dunia 1938 akibat meletusnya perang dunia II di Austria

Austria berhasil lolos ke Piala Dunia 1938 di Prancis dengan mengandalkan generasi pemain yang sangat tangguh pada masa itu. Jauh sebelum Perang Dunia II meletus, tim nasional negara ini memang telah dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola utama di daratan Eropa. Mereka bahkan memiliki reputasi internasional yang luar biasa melalui skuad yang dijuluki sebagai Wunderteam.

Namun, situasi politik di Eropa berubah drastis setelah Jerman Nazi mencaplok Austria melalui peristiwa Anschluss pada Maret 1938. Dampaknya, federasi sepak bola Austria berhenti beroperasi sehingga tim nasional mereka tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi internasional mana pun. Kondisi ini memaksa Austria mundur dari Piala Dunia 1938, sehingga Swedia akhirnya melaju otomatis untuk mengisi tempat yang kosong tersebut.

3. Masalah biaya menjadi alasan bagi India untuk tidak jadi tampil di Piala Dunia 1950

India memperoleh kesempatan emas untuk tampil di Piala Dunia 1950 yang diselenggarakan di Brasil. Federasi sepak bola India mendapatkan tiket tersebut secara otomatis setelah beberapa negara Asia memutuskan mundur dari babak kualifikasi. Momentum ini sebenarnya menjadi peluang besar bagi skuad Blue Tigers untuk unjuk gigi dalam turnamen sepak bola antarnegara terbesar di dunia.

Namun, federasi sepak bola India akhirnya memutuskan untuk tidak mengirimkan tim nasional mereka ke Amerika Selatan. Tingginya biaya perjalanan serta terbatasnya waktu persiapan tim menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan pengunduran diri tersebut. Dampaknya, India harus kehilangan kesempatan untuk mencatatkan nama mereka dalam putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

4. Skotlandia gagal berpartisipasi di Piala Dunia 1950 karena gagal memenuhi target federasi

Skotlandia juga tercatat berhasil lolos ke Piala Dunia 1950. Mereka memastikan tiket ke Piala Dunia melalui kompetisi British Home Championship (BHC).Turnamen tersebut menjadi bagian dari proses kualifikasi untuk menentukan wakil dari Britania Raya saat itu. Timnas Skotlandia tampil cukup kompetitif sepanjang kompetisi tersebut.

Namun, Federasi Sepak Bola Skotlandia sejak awal telah menetapkan aturan ketat bahwa Timnas hanya akan berangkat jika menjadi juara BHC. Sayangnya, mereka harus puas mengakhiri kompetisi di posisi kedua tepat di bawah Inggris yang keluar sebagai pemenang. Federasi tetap teguh pada pendiriannya dan memutuskan untuk batal mengirimkan tim ke Brasil meskipun telah dinyatakan lolos.

5. Turki tidak jadi bermain di Piala Dunia 1950 akibat terkendala masalah ekonomi

Selain India dan Skotlandia, Turki sebenarnya juga memastikan satu tempat di Piala Dunia 1950 setelah berhasil melewati babak kualifikasi. Federasi Sepak Bola Turki pada awalnya tetap berencana untuk memberangkatkan tim nasional mereka ke Brasil guna mengikuti Piala Dunia. Namun, tantangan besar muncul ketika kondisi ekonomi pada masa pascaperang menjadi penghalang utama bagi keberangkatan mereka.

Federasi Sepak Bola Turki akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Piala Dunia 1950. Keputusan berat tersebut diambil karena biaya perjalanan menuju Amerika Selatan yang sangat mahal dan kerumitan logistik yang tidak memungkinkan untuk diatasi saat itu. Mundurnya Turki, bersama beberapa negara lain, mengakibatkan jumlah peserta Piala Dunia di Brasil berkurang dari dari rencana awal FIFA.

Iran telah resmi mengundurkan diri dari Piala Dunia 2026 karena konflik geopolitik. Jika keputusan tersebut tetap berlaku, Iran berpotensi menjadi negara pertama yang mundur dari putaran final Piala Dunia pada era 2000-an. Pengunduran diri dari turnamen ini biasanya terjadi karena faktor politik, keamanan, atau kendala ekonomi suatu negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team