6 Negara yang Tak Diperkuat Pemain Liga Lokal di Piala Dunia 2026

- Enam negara peserta Piala Dunia 2026—Tanjung Verde, Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading, Curacao, Senegal, dan Uruguay—tidak memanggil satu pun pemain dari liga lokal mereka.
- Tanjung Verde dan Curacao mencatat sejarah sebagai debutan di Piala Dunia dengan skuad yang sepenuhnya berisi pemain dari liga luar negeri, terutama Eropa.
- Senegal dan Uruguay tampil dengan kekuatan penuh lewat pemain top dari liga besar seperti Inggris, Prancis, Brasil, dan Spanyol tanpa melibatkan kompetisi domestik.
Liga lokal merupakan fondasi dan kekuatan utama sepak bola bagi setiap negara. Kekuatan sebuah negara biasanya diukur dari seberapa bagus liga mereka. Namun, terkadang bermain di liga luar menjadi pilihan yang lebih baik karena bisa meningkatkan kualitas permainan.
Situasi unik dialami oleh enam negara peserta Piala Dunia 2026. Mereka tak memanggil satu pun pemain dari liga lokal. Skuad mereka justru diisi oleh para pemain yang bermain di liga luar terutama Eropa.
1. Tanjung Verde melakoni debut di Piala Dunia tanpa pemain dari liga lokal
Tanjung Verde memastikan satu tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi pemuncak Grup D kualifikasi zona Afrika. Keberhasilan ini merupakan sejarah karena menjadi yang pertama bagi negara yang hanya dihuni 500 ribu penduduk tersebut. Tanjung Verde tergabung di Grup H bersama Spanyol, Arab Saudi, dan Uruguay.
Menariknya, pelatih Tanjung Verde, Bubista, sama sekali tak memanggil pemain dari liga lokal. Kebanyakan pemain mereka saat ini bermain di Eropa. Primeira Liga Portugal menjadi penyumbang terbanyak dengan 7 pemain diikuti Liga Super Turki dengan 3 pemain.
2. Republik Demokratik Kongo tak diperkuat satu pun pemain dari liga lokal
Republik Demokratik Kongo (RDK) bisa kembali tampil di Piala Dunia setelah kali terakhir berpartisipasi pada 1974 ketika masih bernama Zaire. RDK lolos setelah menang 1-0 atas Jamaika di play-off. Tim berjuluk The Leopards tersebut akan bersaing di Grup K bersama Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia.
Skuad RDK didominasi oleh pemain yang merumput di Inggris dan Prancis dari berbagai kasta. Terdapat masing-masing 5 pemain dari kedua negara tersebut. Terdapat pula masing-masing tiga pemain dari LaLiga Spanyol dan Liga Super Yunani. Sementara, pemain dari liga lokal sama sekali tak dipanggil.
3. Pantai Gading diisi mayoritas pemain yang merumput di Eropa
Berbeda dengan Tanjung Verde dan Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading merupakan salah satu negara Afrika yang menjadi langganan Piala Dunia. Prestasi tersebut tak lepas dari para pemain mereka yang kerap menghiasi tim-tim top Eropa. Termasuk di Piala Dunia 2026 yang sama sekali tak diisi pemain dari liga lokal.
Terdapat lima pemain yang berasal dari Liga Super Turki. Kemudian masing-masing terdapat tiga pemain dari Primeira Liga Portugal, Serie A Italia, Ligue 1 Prancis, English Premier League, serta Jupiler Pro League Belgia. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi Jerman, Ekuador, dan Curacao di Grup E.
4. Skuad Curacao didominasi pemain dari liga Belanda
Curacao menjadi debutan lain di Piala Dunia 2026. Anak asuh Dick Advocaat tersebut lolos setelah memuncaki Grup B kualifikasi zona CONCACAF. Curacao tergabung di Grup E yang terbilang sulit bersama Jerman, Pantai Gading, dan Ekuador.
Skuad Curacao didominasi oleh pemain yang merumput di berbagai kasta liga Belanda. Hal itu karena status Curacao yang masih di bawah Kerajaan Belanda. Terdapat total sebelas pemain dari berbagai kasta liga Belanda yang dipanggil. Berbanding jauh dari pemain liga lokal yang sama sekali tak mendapat panggilan.
5. Senegal memanggil banyak pemain dari liga Inggris dan Prancis
Senegal merupakan salah satu tim Afrika terkuat di Piala Dunia 2026. Skuad tim berjuluk The Lions of Teranga tersebut didominasi nama besar, seperti Edouard Mendy, Idrissa Gueye, hingga Sadio Mane. Senegal tergabung di Grup I bersama Prancis, Irak, dan Norwegia.
Skuad The Lions of Teranga didominasi oleh pemain yang merumput di English Premier League dan Ligue 1 Prancis. Dua kompetisi top Eropa tersebut masing-masing menyumbang tujuh pemain. Terdapat pula tiga pemain dari Saudi Pro League. Senegal sama sekali tak memanggil pemain yang tampil di liga lokal.
6. Uruguay tak memanggil pemain dari liga lokal
Skuad Uruguay di Piala Dunia 2026 sama sekali tak diisi pemain dari liga lokal. Menariknya, penyumbang pemain terbanyak justru datang dari Serie A Brasil dengan tujuh pemain. Kemudian masing-masing empat pemain dari LaLiga Spanyol dan Liga MX Meksiko.
La Celeste membawa beberapa pemain berpengalaman, seperti Federico Valverde (Real Madrid), Ronald Araujo (Barcelona), hingga Darwin Nunez (Al Hilal). Uruguay akan bertarung dengan Spanyol, Tanjung Verde, dan Arab Saudi di Grup H. Meski sulit, Uruguay berambisi meraih gelar juara Piala Dunia ketiga dan pertama sejak 1950.
Enam negara di atas sama sekali tak mengandalkan pemain dari liga lokal di Piala Dunia 2026. Lantas, apakah keputusan tersebut bisa membuat mereka melangkah jauh?















