Norwegia Diganggu Virus Jelang Duel Kontra Inggris, Pemain Bertumbangan

- Skuad Norwegia terganggu virus jelang laga kontra Inggris di Miami Stadium, membuat sejumlah pemain absen latihan karena kondisi tubuh menurun.
- Pelatih Stale Solbakken dan beberapa pemain ikut terdampak, diduga akibat jadwal padat serta perjalanan jauh yang menurunkan daya tahan tubuh tim.
- Penyebaran virus berlangsung cepat di lingkungan tim, sementara kondisi Marcus Holmgren Pedersen masih diragukan padahal perannya penting bagi kreativitas permainan Norwegia.
Jakarta, IDN Times - Persiapan Norwegia jelang laga melawan Inggris di Miami Stadium, Minggu dini hari WIB (12/7/2026), diganggu oleh virus. Banyak pemain Norwegia yang sakit dan absen dalam latihan karena kondisi tubuhnya menurun.
Menurut surat kabar Norwegia, Dagbladet, sejumlah pemain mengalami sakit bahkan sejak fase awal Piala Dunia 2026. Jorgen Strand Larsen bahkan absen di laga pembuka karena sakit, disusul oleh Marcus Holmgren Pedersen yang tak main ketika Norwegia menang atas Brasil di babak 16 besar.
1. Pelatih bahkan batuk-batuk
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, sempat batuk. Bahkan, Solbakken batuk dengan begitu kerasnya saat Norwegia kalah dengan skor 1-4 dari Prancis di pinggir lapangan.
Diduga, situasi ini dikarenakan oleh jadwal padat Piala Dunia dan jarak tempuh perjalanan yang begitu jauh. Karena akumulasi dari kelelahan, imun para pemain Norwegia menurun hingga akhirnya mudah dihantam virus.
"Cuma ada Jorgen yang demam," kata Solbakken, dilansir Goal International.
2. Virus menyebar cepat
Solbakken mengakui, virus menyebar dengan cepat di skuad Norwegia karena selalu bersama-sama dalam segala kondisi. Dengan Larsen yang mengalami demam dan selalu ikut beraktivitas, maka virus terus menyebar dari satu pemain ke lainnya.
"Ada batuk dan suara jadi parau, menyebar dengan cepat. Itu akibat ruangan ber-AC, penerbangan, ruang ganti, dan segalanya. Ada lebih dari 50 orang, jadi agak aneh jika gak ada yang tertular," ujar Solbakken.
3. Peran Pedersen penting
Saat ini, kondisi Pedersen belum diketahui. Cukup mengkhawatirkan, karena peran Pedersen cukup penting. Kondisi itu membuat Solbakken harus mencari alternatif agar kreativitas di dalam skuad bisa terjaga.
"Dia sudah main dua kali, bagus, impresinya menarik minat banyak orang, kepalanya penuh, tubuhnya kuat. Tapi, sistemnya malah menurun," ujar Solbakken.














