Peran terbesar Ottorino Barassi dalam sejarah sepak bola datang pada masa Perang Dunia II. Saat itu, trofi Jules Rimet yang menjadi lambang supremasi sepak bola dunia disimpan di sebuah brankas bank di Roma. Namun, situasi perang dan pendudukan Nazi membuat trofi tersebut berada dalam ancaman serius.
Barassi khawatir trofi yang terbuat dari emas itu akan ditemukan dan disita oleh pasukan Nazi. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, ia diam-diam mengambil trofi dari tempat penyimpanannya. Barassi kemudian menyembunyikannya di dalam sebuah kotak sepatu yang diletakkan di bawah tempat tidurnya.
Keputusan sederhana tersebut terbukti menyelamatkan salah satu benda paling berharga dalam sejarah sepak bola. Trofi Jules Rimet berhasil lolos dari ancaman perang dan tetap terjaga hingga konflik berakhir. Setelah Perang Dunia II usai, trofi itu dapat dikembalikan kepada FIFA dan kembali diperebutkan di Piala Dunia 1950.
Kisah Ottorino Barassi menunjukkan bahwa sejarah sepak bola tidak hanya dibentuk oleh pemain dan pelatih di atas lapangan. Berkat keberanian serta dedikasinya, salah satu simbol terpenting dalam sepak bola dunia berhasil diselamatkan pada masa yang penuh ketidakpastian.