Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Pelatih yang Berpisah dengan Klub Serie A pada Akhir Musim 2025/2026

6 Pelatih yang Berpisah dengan Klub Serie A pada Akhir Musim 2025/2026
stadion AC Milan, San Siro (pixabay.com/tlemens)
Intinya Sih
  • Enam pelatih Serie A berpisah dengan klubnya pada akhir musim 2025/2026, termasuk Allegri di AC Milan dan Sarri di Lazio, menandai perubahan besar di jajaran kepelatihan liga.
  • Allegri dipecat karena gagal membawa Milan ke Liga Champions, sementara Sarri mundur dari Lazio akibat konflik internal dan hasil yang tidak memenuhi target kompetisi domestik maupun Eropa.
  • Conte, Grosso, Vanoli, dan Italiano juga meninggalkan klub masing-masing karena perbedaan visi atau tawaran baru, mencerminkan dinamika cepat dan tekanan tinggi di sepak bola Italia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pada akhir Serie A Italia 2025/2026, tercatat enam pelatih berpisah dengan klub yang mereka tangani. Sebagian besar berasal dari klub-klub besar dengan target tinggi. Salah satunya adalah Massimiliano Allegri yang gagal memenuhi ekspektasi di AC Milan. Per 8 Juni 2026, berikut enam pelatih Serie A yang dipastikan meninggalkan jabatannya setelah musim berakhir.

1. Massimiliano Allegri gagal membawa AC Milan lolos ke Liga Champions Eropa

Massimiliano Allegri dipecat untuk kedua kalinya oleh AC Milan. Kali ini, pelatih asal Italia itu gagal memenuhi target untuk membawa AC Milan lolos ke Liga Champions 2026/2027. Sebab, pada akhir musim, AC Milan finis di posisi kelima. Pemecatan tersebut terjadi pada 25 Mei 2026. Per 8 Juni 2026, AC Milan belum menentukan pelatih yang akan memimpin tim pada 2026/2027.

2. Maurizio Sarri mengundurkan diri dari Lazio

Maurizio Sarri memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan pelatih SS Lazio pada 27 Mei 2026. Alasan utamanya datang dari perselisihannya dengan Presiden Lazio, Claudio Lotito, terkait kebijakan transfer. Di sisi lain, Sarri pun gagal membawa Lazio lolos ke zona Eropa dan gagal meraih gelar juara Coppa Italia 2025/2026. Untuk mengganti posisi yang ditinggalkan, Lazio sedang mendekati sejumlah pelatih, termasuk Gennaro Gattuso.

3. Fabio Grosso sepakat mengakhiri kontrak bersama Sassuolo

Fabio Grosso dan Sassuolo sepakat mengakhiri kerja sama pada 4 Juni 2026. Padahal, kontrak tersebut seharusnya berakhir pada Juni 2027. Keputusan itu diambilnya untuk membuka peluang melatih klub lain, terutama ACF Fiorentina yang sedang mendekatinya. Di sisi lain, Sassuolo sedang mendekati Alberto Aquilani sebagai calon pengganti Grosso. Pada 2025/2026, Sassuolo finis di posisi sebelas Serie A.

4. Perbedaan pendapat membuat Antonio Conte hengkang dari Napoli

Pada 4 Juni 2026, Antonio Conte juga memutuskan untuk hengkang dari Napoli. Perbedaan pendapat dengan manajemen klub membuatnya merasa tak mendapat dukungan internal. Padahal, Napoli tampil impresif di Serie A 2025/2026 dengan mengakhiri musim di posisi kedua. Untuk mengisi posisi yang kosong, Napoli dikabarkan sedang mendekati Massimiliano Allegri.

5. Paolo Vanoli menolak perpanjangan kontrak di ACF Fiorentina

Paolo Vanoli berhasil mencapai targetnya untuk menyelamatkan ACF Fiorentina dari zona degradasi. Ia membawa I Viola mengakhiri musim di posisi 12. Namun, pada akhir musim, ia menolak perpanjangan kontrak yang diajukan ACF Fiorentina. Sebab, pihak klub hanya menawarkan kontrak jangka pendek. Setelah kehilangan Vanoli, ACF Fiorentina langsung mendekati Fabio Grosso.

6. Vincenzo Italiano (Bologna) memilih pindah ke Besiktas

Setelah 2 musim membesut Bologna, Vincenzo Italiano memutuskan untuk hengkang. Ia menolak perpanjangan kontrak dan memilih menerima pinangan Besiktas. Di klub asal Turki tersebut, ia mendapatkan kontrak berdurasi 2 tahun. Meski begitu, Bologna sudah siap menghadapi 2026/2027 karena sudah memiliki Domenico Tedesco sebagai pelatih anyar. Italiano sendiri berhasil membawa Bologna finis di posisi delapan di Serie A 2025/2026.

Enam perpisahan ini menunjukkan betapa cepatnya dinamika perubahan di Serie A, terutama bagi klub-klub besar dengan ekspektasi tinggi. Setiap keputusan diambil sebagai bagian dari evaluasi besar untuk menghadapi musim berikutnya. Kini, fokus tertuju kepada siapa saja yang akan ditunjuk untuk mengisi kursi pelatih dan membawa klub kembali bersaing di papan atas pada 2026/2027. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More