Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Pelatih Klub Liga Top Eropa yang Berpisah pada Maret 2026

7 Pelatih Klub Liga Top Eropa yang Berpisah pada Maret 2026
bola berlogo Tottenham Hotspur (pixabay.com/VariousPhotography)
Intinya Sih
  • Tujuh pelatih klub top Eropa berpisah pada Maret 2026, enam di antaranya dipecat karena tim terancam degradasi, sementara satu menerima tawaran dari klub lain.
  • Eduardo Coudet meninggalkan Deportivo Alaves untuk melatih River Plate, sedangkan pelatih seperti Daniel Bauer, Ahmed Kantari, dan Davide Nicola diberhentikan akibat performa buruk tim.
  • Igor Tudor hanya bertahan 44 hari di Tottenham Hotspur sebelum dipecat, menegaskan ketatnya tekanan terhadap pelatih di liga top Eropa musim 2025/2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tujuh pelatih harus berpisah dengan klub liga top Eropa yang dilatihnya pada Maret 2026. Enam pelatih dipecat karena timnya terancam zona degradasi. Sedangkan, satu pelatih lain berpisah karena memutuskan untuk menerima tawaran dari klub lain.

1. Eduardo Coudet berpisah dengan Deportivo Alaves karena menerima tawaran River Plate

Eduardo Coudet berpisah dengan Deportivo Alaves pada 3 Maret 2026 setelah 18 bulan bekerja sama. Perpisahan ini merupakan efek domino dari pemecatan Marcelo Gallardo di River Plate. Coudet diminta untuk menjadi pelatih anyar River Plate sehingga ia ditebus dari Deportivo Alaves. Untuk menggantikan posisinya, Deportivo Alaves menunjuk Quique Sanchez Flores.

2. Daniel Bauer hanya menjalani 16 laga di VfL Wolfsburg

Daniel Bauer baru mengambil alih posisi pelatih VfL Wolfsburg pada 9 November 2025. Saat itu, ia dipercaya untuk menggantikan Paul Simonis. Akan tetapi, ia memperburuk keadaan dengan membawa VfL Wolfsburg turun dari peringkat 13 ke 17 dalam 16 laga saja. Alhasil, ia pun dipecat pada 8 Maret 2026. Sebagai gantinya, VfL Wolfsburg menunjuk Dieter Hecking.

3. Ahmed Kantari dipecat setelah 12 laga memimpin FC Nantes

Ahmed Kantari juga baru ditunjuk klubnya pada pertengahan 2025/2026. Ia ditunjuk FC Nantes untuk menggantikan Luis Castro pada 11 Desember 2025. Sayangnya, pada 10 Maret 2026, ia dipecat setelah memimpin FC Nantes dalam 12 laga. Ia tak bisa mengangkat tim ini beranjak dari posisi 17. FC Nantes pun menggantinya dengan pelatih senior, Vahid Halilhodzic.

4. Davide Nicola membuat Cremonese berada di posisi berbahaya

Davide Nicola ditunjuk sebagai pelatih untuk membimbing Cremonese di Serie A Italia 2025/2026. Akan tetapi, pelatih asal Italia itu justru membuat tim berada di posisi berbahaya. Saat ia dipecat pada 18 Maret 2026, Cremonese bertengger di posisi 18 dan terancam degradasi. Oleh karena itu, Cremonese menggantinya dengan Marco Giampaolo.

5. Lukas Kwasniok dipecat karena FC Koeln tampil tak stabil

Pelatih Bundesliga Jerman 2025/2026 lain yang dipecat pada Maret 2026 adalah Lukas Kwasniok. Pelatih Jerman yang lahir di Polandia ini dipecat pada 22 Maret 2026. Alasannya karena performa FC Koeln yang tidak stabil pada musim ini. Saat dipecat, posisi FC Koeln berada di peringkat 15. Per 2 April 2026, FC Koeln belum menunjuk kepala pelatih baru sehingga posisi pelatih diserahkan kepada Rene Wagner selaku caretaker.

6. Matias Almeyda gagal memenuhi ekspektasi di Sevilla

Sevilla memiliki target untuk bangkit dari keterpurukan yang telah terjadi dalam beberapa musim terakhir. Akan tetapi, Matias Almeyda gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Alih-alih berada di papan atas, Sevilla justru berkutat di papan bawah. Saat Almeyda dipecat pada 23 Maret 2026, Sevilla bertengger di posisi 16. Oleh karena itu, klub asal Andalusia itu memutuskan untuk menggantinya dengan Luis Garcia.

7. Kerja sama Igor Tudor dan Tottenham Hotspur hanya berjalan 44 hari

Igor Tudor baru ditunjuk sebagai pelatih Tottenham Hotspur pada 14 Februari 2026. Namun, pelatih asal Kroasia ini gagal memberikan performa yang memuaskan. Ia hanya meraih 1 kemenangan dan 1 keimbangan, sedangkan 5 laga lain berakhir dengan kekalahan. Hasilnya, ia dipecat pada 29 Maret 2026 setelah hanya bertahan selama 44 hari di klub asal London Utara tersebut. Per 2 April 2026, posisi kepala pelatih Spurs masih diisi Bruno Saltor sebagai caretaker.

Deretan perpisahan ini menunjukkan betapa ketatnya tekanan di liga top Eropa pada 2025/2026. Sedikit saja hasil buruk, kursi pelatih langsung menjadi taruhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More