3 Pemain Como 1907 yang Mencetak 10 Gol Lebih dalam 1 Musim Serie A

- Como 1907 tampil mengejutkan di Serie A 2025/2026 dengan gaya menyerang atraktif dan kini menempati posisi ke-4 klasemen, membuka peluang lolos ke Liga Champions Eropa.
- Dalam sejarah klub, hanya tiga pemain Como yang pernah mencetak lebih dari sepuluh gol dalam satu musim Serie A: Giuseppe Baldini, Renato Cattaneo, dan Anastasios Douvikas.
- Douvikas menjadi pemain terbaru yang menorehkan 11 gol dalam 30 laga musim ini, berpotensi mencatat sejarah baru bersama tim asuhan Cesc Fabregas yang juga bersaing di Coppa Italia.
Como 1907 tengah menjadi buah bibir di sepak bola Eropa berkat sepak terjangnya pada Serie A Italia 2025/2026. Klub berjuluk I Lariani itu menunjukkan permainan menyerang atraktif dengan mengandalkan para pemain muda dan bersaing di papan atas demi lolos ke Liga Champions Eropa (UCL) 2026/2027. Como menempati peringkat ke-4 klasemen sementara Serie A 2025/2026 per pekan ke-30. Salah satu pemain Como 1907 yang tampil impresif pada 2025/2026, yaitu Anastasios 'Tasos' Douvikas.
Ia mengoleksi 11 gol dalam 30 laga Serie A per 26 Maret 2026. Dalam sejarah Como 1907, hanya ada tiga pemain yang mampu menorehkan lebih dari sepuluh gol dalam satu musim Serie A. Termasuk Douvikas, berikut tiga pemain Como yang mengukir rekor tersebut.
1. Giuseppe Baldini mencetak 13 gol dalam 28 laga Serie A 1951/1952
Giuseppe Baldini merupakan salah satu penyerang top Italia yang mengawali karier bersama Inter Milan pada 1939/1940. Namun, masa-masa terbaiknya terjadi ketika membela Sampdoria pada 1946--1950 dan 1953--1955. Ia mencetak 71 gol dalam 185 laga Serie A. Baldini sempat membela Como 1907 dalam dua periode pada 1951--1953 dan 1955--1960.
Ia tampil menorehkan 13 gol dalam 28 pertandingan Serie A 1951/1952. Baldini menjadi pemain pertama Como yang mampu menorehkan lebih dari sepuluh gol di Serie A. Ia sempat kembali memperkuat Sampdoria pada 1953--1955 sebelum gantung sepatu bersama Como pada 1960.
2. Renato Cattaneo mencetak 11 gol dalam 34 pertandingan Serie A 1951/1952
Rekan Baldini, Renato Cattaneo menjadi penyerang Como lainnya yang tampil tajam pada Serie A 1951/1952. Ia memang produk akademi Como, tetapi membangun karier sebagai pesepak bola bersama klub-klub Italia lainnya, seperti Cremonese, AC Vicenza, dan Lucchese. Cattaneo kembali memperkuat Como selama 2 tahun pada 1951--1953.
Ia tampil cukup tajam dengan mencetak 11 gol dalam 34 laga Serie A 1951/1952. Como kala itu finis di peringkat ke-13. Sayangnya, performa Cattaneo mengalami penurunan dengan hanya mencetak 5 gol dari 30 penampilan Serie A. Como terdegradasi ke Serie B usai finis di peringkat ke-17 dari 18 tim Serie A 1952/1953. Cattaneo memutuskan hengkang dari Como dan bergabung dengan Catania pada Juli 1953.
3. Anastasios Douvikas mengoleksi 11 gol dalam 30 laga Serie A 2025/2026 per 26 Maret 2026
Anastasios Douvikas bergabung dengan Como dari Celta de Vigo pada Februari 2025. Sebelumnya, ia sempat dinilai sebagai salah satu striker muda dengan potensi menjanjikan ketika membela FC Utrecht pada Juli 2021--Agustus 2023. Douvikas mencetak total 32 gol dalam 77 laga di semua kompetisi. Performanya kala menorehkan 19 gol dari 32 penampilan Eredivisie Belanda membuat beberapa klub Eropa mengincarnya.
Ia memutuskan menerima tawaran bergabung dengan Celta Vigo pada Agustus 2023. Sayangnya, performa Douvikas terbilang mencewakan dengan hanya menorehkan 18 gol dalam 58 pertandingan di berbagai ajang pada Agustus 2023--Februari 2025. Meski begitu, Como tetap merekrutnya pada Februari 2025. Douvikas awalnya hanya mencetak 2 gol dalam 13 laga Serie A pada paruh kedua 2024/2025. Performanya mulai menunjukkan peningkatan dengan menorehkan 11 gol dalam 30 pertandingan Serie A 2025/2026 per 26 Maret 2026.
Ketiga penyerang di atas pernah menjadi bagian sejarah mentereng Como selama berkompetisi di Serie A. Khusus Douvikas, ia berpeluang menciptakan sejarah bersama Como pada 2025/2026. Sebab, Como asuhan Cesc Fabregas berpeluang menjuarai Coppa Italia untuk pertama kalinya setelah bermain imbang 0-0 kontra Inter Milan pada leg pertama semifinal. I Lariani juga punya kans besar lolos ke kompetisi antarklub Eropa untuk pertama kalinya. Mampukah Douvikas tampil tajam secara konsisten sampai akhir 2025/2026?

















