3 Pemain yang Mencapai 70 Gol UCL dengan Jumlah Laga Tersedikit

Liga Champions memiliki segudang rekor mentereng yang ditorehkan para pemain papan atas terutama soal capaian gol, seperti mencetak 70 gol dengan jumlah laga tersedikit di UCL. Dalam sejarah kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa itu, ada tiga pemain yang mampu mengukir rekor tersebut. Mereka rata-rata penyerang papan atas yang bersinar bersama klub-klub besar Eropa.
Dilansir laman resmi UEFA, berikut tiga penyerang yang mencetak 70 gol dengan jumlah pertandingan tersedikit.
1. Lionel Messi mencetak 70 gol dalam 90 laga UCL
Lionel Messi merupakan top skor sepanjang masa kedua dalam sejarah Liga Champions. Ia mencetak total 129 gol dalam 163 pertandingan di UCL bersama Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG). Messi memulai kiprahnya bersama Barcelona pada 2004/2005. Ia kala itu langsung tampil penuh selama 90 menit dalam kekalahan Barcelona 0-2 dari Shakhtar Donetsk pada 7 Desember 2004. Messi kemudian mencetak gol perdananya di UCL saat Barcelona membantai Panathinaikos dengan skor 5-0 pada 2 November 2005.
Performanya mulai meroket ketika Barcelona dilatih Pep Guardiola pada 2008/2009. Messi sukses mengantarkan Barcelona meraih gelar juara UCL pada musim tersebut dan memenangkan penghargaan top skor dengan catatan 9 gol dalam 12 laga. Ia kemudian mencapai 70 gol UCL hanya dalam 90 pertandingan. Messi terakhir kali mencetak gol di UCL kala membela PSG pada 2022/2023. Ia ketika itu menciptakan brace dalam kemenangan PSG 7-2 pada 25 Oktober 2022.
2. Robert Lewandowski mencapai 70 gol UCL dalam 93 pertandingan
Robert Lewandowski melakoni debutnya di Liga Champions kala berseragam Borussia Dortmund pada 2011/2012. Ia mencetak gol pertamanya kala Dortmund takluk 1-3 dari Olympiacos pada 19 Oktober 2011. Lewandowski kemudian menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang tajam Eropa ketika mengantarkan Dortmund mencapai final UCL 2012/2013. Ia mencetak 10 gol dalam 13 pertandingan. Penampilannya di UCL makin tajam selama berseragam Bayern Muenchen pada 2014--2022.
Penampilan terbaiknya ketika menorehkan 15 gol dalam 10 laga kala menjuarai UCL bersama Die Rotten pada 2019/2020. Capaian tersebut melengkapi torehan treble winner Bayern Muenchen setelah memastikan gelar juara Bundesliga Jerman dan DFB Pokal. Lewandowski lalu menorehkan 70 gol UCL dari 93 penampilan. Ia memutuskan meninggalkan Bayern Muenchen dan membela Barcelona sejak musim panas 2022. Lewandowski kini menempati urutan ketiga pencetak gol tertajam dalam sejarah UCL dengan catatan 109 gol dalam 144 laga.
3. Kylian Mbappe mengoleksi 70 gol dalam 98 laga UCL
Kylian Mbappe langsung menciptakan sensasi ketika melakoni musim debut bermain di UCL bersama AS Monaco pada 2016/2017. Ia mencetak 6 gol dalam 9 laga UCL dan mengantarkan AS Monaco menembus semifinal. Mbappe mencetak gol perdananya kala AS Monaco kalah 3-5 dari Manchester City pada leg pertama 16 besar UCL pada 21 Februari 2017. Ia kala itu sudah berusia 18 tahun. Ketajaman Mbappe mulai meningkat tajam ketika membela PSG pada musim panas 2017.
Ia mencetak total 42 gol dalam 64 pertandingan UCL pada 2017--2024. Mbappe membuat langkah besar dalam kariernya ketika hengkang ke Real Madrid pada musim panas 2024. Ia mencetak 7 gol dalam 14 laga UCL pada musim perdananya bersama Real Madrid pada 2024/2025. Mbappe kemudian menorehkan 15 gol dalam 11 pertandingan UCL pada 2025/2026. Secara keseluruhan, ia mengoleksi 70 gol dalam 98 laga UCL bersama AS Monaco, PSG, da Real Madrid.
Dari tiga penyerang di atas, hanya Mbappe yang belum pernah meraih gelar juara Liga Champions. Prestasi terbaiknya ketika mengantarkan PSG mencapai final UCL 2019/2020. Mbappe tercatat dua kali tersingkir dari perempat final bersama Real Madrid pada 2024/2025 dan 2025/2026.


















