Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Negara Terakhir yang Gagalkan Nigeria Juara Piala Afrika per 2026

ilustrasi sepak bola
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/planet_fox)
Intinya sih...
  • Aljazair menundukkan Nigeria di semifinal Piala Afrika 2019 karena gol Riyad Mahrez
  • Tunisia membuat kesempurnaan Nigeria di fase grup Piala Afrika 2021 sia-sia
  • Pantai Gading juara Piala Afrika 2021 usai menang comeback atas Nigeria di final
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Timnas Nigeria tampil di Piala Afrika 2025 sebagai salah satu unggulan. Keberhasilan mereka mencapai final pada edisi 2023 adalah salah satu sebabnya. Sepanjang turnamen, kiprah Nigeria pun terbilang amat menjanjikan. Namun, langkah mereka terhenti di tangan tuan rumah Maroko pada babak semifinal.

Koleksi tiga trofi Piala Afrika milik Nigeria pun belum bertambah. Sejak terakhir kali kampiun pada 2013, Nigeria ikut dalam empat edisi Piala Afrika termasuk 2025 tetapi selalu kandas. Inilah empat negara yang menggagalkan mimpi Super Eagles juara.

1. Aljazair menundukkan Nigeria di semifinal Piala Afrika 2019 karena gol Riyad Mahrez

Setelah juara Piala Afrika 2013, Nigeria secara mengejutkan gagal lolos ke Piala Afrika 2015 dan 2017. Mereka baru tampil lagi pada edisi 2019 yang digelar di Mesir. Hasilnya, Nigeria mengawali fase grup dengan kemenangan 1-0 atas Burundi dan Guinea. Namun, Nigeria gagal menjadi juara grup karena kalah dari Madagaskar pada laga penutup.

Pada babak 16 besar, Nigeria menang 3-2 atas Kamerun meski sempat tertinggal. Mereka lalu mengandaskan Afrika Selatan 2-1 dan melaju ke semifinal. Di sana, Nigeria berhadapan dengan Aljazair yang terakhir kali juara Piala Afrika pada 1990. Setelah bertarung sengit, Aljazair keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.

Kemenangan Aljazair ditentukan gol dramatis Riyad Mahrez pada menit 95. Aljazair pun melaju ke final dan menjadi juara usai mengalahkan Senegal. Nigeria sendiri mendapat hadiah hiburan berupa peringkat ketiga setelah menundukkan Tunisia. Striker Super Eagles, Odion Ighalo, juga merebut gelar top skor dengan torehan lima gol.

2. Tunisia membuat kesempurnaan Nigeria di fase grup Piala Afrika 2021 sia-sia

Di Piala Afrika 2021, capaian Nigeria menurun. Mereka langsung disingkirkan Tunisia pada babak 16 besar. Padahal, Nigeria sukses menjuarai juara Grup D setelah meraih tiga kemenangan. Sementara, Tunisia lolos hanya bermodal status salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Kemenangan 1-0 sudah cukup bagi Tunisia untuk mengandaskan Nigeria. Usai unggul gol berkat aksi Youssef Msakni pada meni 47, Tunisia juga unggul pemain setelah Alex Iwobi dikartu merah pada menit 66. Nigeria tak bisa membalas hingga akhir dan tersingkir. Namun, Tunisia pun gugur pada putaran selanjutnya di tangan Burkina Faso.

3. Pantai Gading juara Piala Afrika 2021 usai menang comeback atas Nigeria di final

Nigeria tidak menjadi salah satu unggulan teratas juara di Piala Afrika 2021. Mereka mengalami penurunan peringkat FIFA, salah satunya karena gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Namun, Nigeria justru bisa melangkah jauh dan hampir jadi juara. Mereka mencapai final dan hanya bisa dihentikan tuan rumah Pantai Gading.

Kiprah Nigeria di Piala Afrika 2021 diawali 2 kemenangan dan 1 hasil imbang pada fase grup. Mereka lalu berturut-turut menyisihkan Kamerun, Angola, dan Afrika Selatan pada babak knockout. Di partai puncak, Nigeria harus menghadapi Pantai Gading yang didukung publik tuan rumah. Namun, Super Eagles berhasil mencuri gol lebih dulu pada menit 38.

Situasi kemudian berbalik pada babak kedua. Sundulan Franck Kessie pada menit 62 membawa tuan rumah menyamakan skor. Sebastien Haller lalu keluar sebagai pahlawan Pantai Gading dengan gol kemenangan pada menit 81. Pantai Gading pun meraih trofi Piala Afrika ketiga mereka, menyamai jumlah koleksi Nigeria.

4. Maroko mengalahkan Nigeria di semifinal Piala Afrika 2025 via adu penalti

Maroko menjadi tim terbaru yang menggagalkan Nigeria juara Piala Afrika. Berstatus tuan rumah di Piala Afrika 2025, Maroko memang diunggulkan untuk mengatasi Nigeria pada semifinal. Namun, Nigeria juga punya modal bagus. Super Eagles memenangi lima laga menuju semifinal dengan torehan 14 gol berbanding 4 kali kebobolan.

Nigeria pun berhasil menahan Maroko selama 120 menit. Mereka menjaga skor tetap 0-0 meski tuan rumah membuat jauh lebih banyak tembakan. Namun, Maroko akhirnya menyudahi perlawanan Nigeria pada babak adu penalti. Kiper Yassine Bounou menjadi pahlawan dengan menggagalkan dua algojo Nigeria dan membawa Maroko menang 4-2.

Empat negara di atas berturut-turut mengandaskan impian Nigeria juara Piala Afrika. Super Eagles juga sudah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Nigeria pun harus menunggu setidaknya hingga Piala Afrika 2027 untuk bisa meraih prestasi signifikan lagi di kancah sepak bola.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

Putri KW Akui Main Jelek Saat Kena Sikat An Se Young

16 Jan 2026, 20:17 WIBSport