5 Pencetak Gol Tertua Lazio per 14 Januari 2026, Pedro Pecahkan Rekor!

- Pedro memecahkan rekor pencetak gol tertua pada usia 38 tahun 5 bulan 10 hari
- Miroslav Klose membuat gol untuk Lazio pada usia 37 tahun 11 bulan 6 hari
- Paolo Di Canio mampu menghasilkan gol pada usia 37 tahun 8 bulan 24 hari
Pedro berhasil mencetak rekor bersama Lazio pada 8 Januari 2026. Pada partai lanjutan pekan ke-19 Serie A Italia 2025/2026, Lazio bermain imbang 2-2 kontra Fiorentina. Pedro menyumbang satu gol sekaligus menjadi penyelamat tim ibu kota dari kekalahan.
Berkat torehan tersebut, Pedro menjadi pencetak gol tertua Lazio. Ia mencetak gol tersebut ketika berusia 38 tahun 5 bulan 10 hari. Ia melewati sejumlah pemain yang melakukannya. Termasuk Pedro, berikut lima pencetak gol tertua Lazio di seluruh ajang per 14 Januari 2026.
1. Pedro memecahkan rekor pencetak gol tertua pada usia 38 tahun 5 bulan 10 hari
Pedro menjadi penyelamat bagi Lazio dalam laga kontra Fiorentina pada pekan ke-19 Serie A 2025/2026. Berkat gol penaltinya pada pengujung laga, ia menghindarkan Lazio dari kekalahan di kandang sendiri. Skor imbang 2-2 menjadi hasil akhir laga.
Torehan tersebut menunjukkan Pedro belum habis. Pada usia 38 tahun 5 bulan 10 hari, pemain berpaspor Spanyol ini menjadi sosok krusial bagi Lazio. Sejak bergabung pada 2021 lalu, ia menjelma sebagai pemain penting di lini serangan tim Elang Ibu Kota. Per 14 Januari 2026, ia telah mengemas 35 gol dan 18 assist dari 108 laga di berbagai kompetisi.
2. Miroslav Klose membuat gol untuk Lazio pada usia 37 tahun 11 bulan 6 hari
Miroslav Klose memegang rekor pencetak gol tertua cukup lama. Sama seperti Pedro, Klose melakukannya ke gawang Fiorentina. Ini terjadi pada 15 Mei 2016 pada laga terakhir Serie A 2015/2016. Ia mencetak gol melalui titik putih ketika usianya 37 tahun 11 bulan 6 hari. Sayangnya, Lazio menderita kekalahan 2-4 dari Fiorentina pada laga ini.
Terlepas dari kekalahannya, gol tersebut spesial bagi Klose. Sebab, satu gol itu merupakan yang terakhir baginya dengan seragam Lazio. Setelah kontraknya berakhir, ia memutuskan pensiun pada Juli 2016. Selama di Lazio, ia menjadi striker asing yang gemilang. Selama 5 tahun, ia membuat 53 gol dan 35 assist dari 171 laga di seluruh ajang.
3. Paolo Di Canio mampu menghasilkan gol pada usia 37 tahun 8 bulan 24 hari
Paolo Di Canio merupakan didikan akademi Lazio. Ia berada di ibu kota dalam dua periode berbeda. Pada awal kariernya, ia menghuni tim utama pada 1988–1990. Setelah itu, ia kembali memperkuat Lazio di pengujung kariernya selama 2 musim pada 2004–2006.
Gol terakhirnya tercipta ketika Lazio menghadapi Empoli di Serie A pada 2 April 2006. Saat itu, Di Canio membuat gol pada usia 37 tahun 8 bulan 24 hari. Meski kariernya hanya singkat dalam dua periode tersebut, ia mampu menjadi andalan di lini serangan. Secara keseluruhan, ia berhasil membukukan 20 gol dan 8 assist dari 125 pertandingan bersama Lazio.
4. Giuseppe Biava menciptakan gol ketika berusia 37 tahun 2 hari
Pada 10 Mei 2014, Giuseppe Biava mencetak gol untuk Lazio pada usia 37 tahun 2 hari. Ia membobol gawang Inter Milan pada laga pengujung musim Serie A 2013/2014. Sayangnya, gol itu menjadi satu-satunya bagi Lazio sebab mengalami kekalahan 1-4 dari Inter Milan.
Berposisi sebagai bek tengah, Biava mempunyai karier yang cukup panjang bersama Lazio. Selama 4 musim di Stadio Olimpico, ia diandalkan dalam 147 laga dan berkontribusi 6 gol serta 1 assist. Ia menjadi tembok kokoh dan turut membantu Lazio menjuarai Coppa Italia 2012/2013.
5. Sebastiano Siviglia membuat gol pada usia 36 tahun 10 bulan 29 hari
Sebastiano Siviglia menempati urutan kelima dalam daftar ini. Golnya untuk Lazio tercipta ketika menghadapi Fiorentina pada 27 Februari 2010 di Serie A musim 2009/2010. Kala itu, ia mencetak gol saat berusia 36 tahun 10 bulan 29 hari. Namun, Lazio hanya bisa imbang 1-1.
Gol tersebut sekaligus yang terakhir baginya dengan seragam Lazio. Sejak bergabung pada 2004, Siviglia merupakan sosok andalan. Berposisi sebagai bek tengah, ia tampil kokoh di jantung pertahanan tim ibu kota. Selama 6 musim, ia memainkan 183 laga di berbagai ajang. Meski merupakan pemain bertahan, ia cukup produktif dengan 10 gol dan 1 assist.
Lima nama di atas menjadi bukti bahwa usia bukan hambatan untuk mencetak gol. Meski beberapa di antaranya bukan penyerang, mereka mampu berkontribusi untuk Lazio. Selama di ibu kota, mereka juga diandalkan berkat kualitasnya. Bagi Pedro, potensinya untuk mencetak gol lagi terbuka lebar mengingat kontraknya akan berakhir pada musim panas 2026.


















