5 Pemain Asing AC Milan yang Cetak 2 Digit Gol dalam 5 Musim

- Lima pemain asing AC Milan berhasil mencetak dua digit gol dalam lima musim berbeda, menunjukkan konsistensi luar biasa lintas generasi hingga Maret 2026.
- Nama-nama legendaris seperti Gunnar Nordahl, Andriy Shevchenko, Marco van Basten, dan Ricardo Kaka menjadi bagian dari daftar elit tersebut.
- Rafael Leao menjadi pemain terbaru yang bergabung setelah mencapai sepuluh gol musim 2025/2026, memperpanjang tren produktivitasnya sejak 2021/2022.
AC Milan tercatat pernah memiliki sederet pemain asing tajam sepanjang sejarah klub. Lima di antaranya berada di jajaran elite berkat kemampuan mencetak 2 digit gol dalam 5 musim berbeda per 3 Maret 2026. Kontribusi mereka mewarnai perjuangan tim di berbagai ajang lintas generasi.
Rafael Leao menjadi pemain terbaru yang masuk daftar tersebut. Ia merealisasikannya setelah mencetak sebuah gol yang berbuah kemenangan 2-0 di markas Cremonese pada 1 Maret 2026. Penyerang asal Portugal itu telah mencapai 10 gol dalam 22 laga musim ini, melanjutkan konsistensinya dalam mencetak gol dengan selalu mencapai dua digit sejak 2021/2022.
1. Gunnar Nordahl selalu mencetak 2 digit gol dalam 8 musim berbeda
Gunnar Nordahl masih berada di puncak daftar top skor sepanjang masa AC Milan, dilansir Transfermarkt. Dari 262 penampilan, ia mengoleksi 214 gol dan 2 assist. Kontribusinya untuk Rossoneri berbuah dua gelar juara Serie A Italia.
Sebagai penggawa AC Milan, striker asal Swedia itu selalu mencetak 2 digit gol tiap musimnya selama 8 musim, mulai 1948/1949 hingga 1955/1956. Penampilan tersuburnya terjadi saat mencetak 35 gol pada musim kedua, seluruhnya tercipta di Serie A. Konsistensi luar biasa dalam menjebol gawang sekaligus membawanya meraih gelar top skor liga dalam 5 edisi berbeda.
2. Dari total 8 musim bersama AC Milan, Andriy Shevchenko hanya gagal mencetak 2 digit gol selama semusim
Andriy Shevchenko membela AC Milan selama 8 musim dalam 2 periode berbeda. Dalam kurun waktu tersebut, ia hanya gagal mencapai dua digit gol selama semusim, yaitu pada periode kedua (2008/2009). Secara total, bomber asal Ukraina itu mengemas 175 gol dan 46 assist dalam 322 pertandingan, menempatkannya tepat di bawah Gunnar Nordahl dalam daftar top skor sepanjang masa Rossoneri.
Salah satu periode terbaik Shevchenko bersama Rossoneri berlangsung pada 2003/2004. Berkat 29 gol dan 4 assist darinya, AC Milan meraih scudetto dan trofi UEFA Supercup setelah memenangi Liga Champions Eropa pada musim sebelumnya. Kontribusi apik itu membuatnya dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or 2004.
3. Dengan mencetak 2 digit gol dalam 5 musim, Marco van Basten meraih 3 Ballon d’Or
Marco van Basten menjadi mesin gol AC Milan pada 1988–1993. Tiap musimnya selama 5 musim tersebut, ia selalu mencetak setidaknya 10 gol. Ketajamannya di depan gawang lawan diakui dunia hingga sukses meraih Ballon d’Or dalam 3 edisi berbeda. Selain itu, striker asal Belanda itu juga sempat menjadi pemain terbaik FIFA pada 1992.
Van Basten menjalani salah satu musim terbaiknya bersama Rossoneri pada 1991/1992. Ia tampil moncer dengan mengemas 29 gol dan 10 assist hanya dalam 2 ajang berbeda. Kontribusi itu berbuah scudetto bagi AC Milan.
4. Ricardo Kaka mencetak 2 digit gol dalam 5 musim
Ricardo kaka menjadi salah satu motor serangan sekaligus mesin gol selama berseragam AC Milan dalam dua periode berbeda. Dari total 7 musim berbeda, ia hanya melewatkan 2 musim tanpa mencetak 2 digit gol. Periode indah bersama Rossoneri ditandai dengan keberhasilan meraih sejumlah penghargaan individu, termasuk 1 trofi Ballon d’Or.
Pemain asal Brasil itu menunjukkan ketajaman yang konsisten dengan selalu setidaknya mencetak 18 gol dalam 3 musim pada 2005–2008. Ia menjadi salah satu pemain dengan peran paling penting saat Rossoneri menjuarai Liga Champions 2006/2007. Dari total 13 penampilan, Kaka mencetak 10 gol dan 3 assist.
5. Rafael Leao selalu mencetak dua digit gol sejak 2021/2022 hingga 2025/2026
Rafael Leao memulai kiprahnya bersama AC Milan saat direkrut dari Lille pada 2019. Ia sempat mengalami kesulitan sebelum mampu mencetak dua digit gol pertamanya dalam semusim pada 2021/2022. Sejak musim itu hingga 2025/2026, ia selalu mampu mencetak setidaknya sepuluh gol tiap musimnya.
Kontribusi gol pemain asal Portugal itu telah berbuah dua trofi bagi AC Milan. Leao untuk pertama kalinya mengangkat trofi bersama Rossoneri saat menjuarai Serie A pada 2021/2022. Lalu, satu trofi lainnya didapat setelah mengalahkan Inter Milan di Supercoppa Italiana 2024/2025.
Rafael Leao resmi masuk daftar deretan pemain asing yang mampu menunjukkan konsistensi dalam menjebol gawang untuk AC Milan. Torehan sepuluh gol pada 2025/2026 sekaligus menegaskan peran pentingnya dalam perjalanan tim meraih hasil terbaik di berbagai ajang. Dengan kontrak yang masih tersisa hingga 2028 mendatang, Leao berpeluang untuk mencetak dua digit gol untuk keenam kalinya atau bahkan lebih.

















