Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pengguna Nomor Punggung 15 Arsenal sebelum Ezri Konsa

5 Pengguna Nomor Punggung 15 Arsenal sebelum Ezri Konsa
ilustrasi jersey Arsenal (unsplash.com/whodunelson)
  • Ezri Konsa memulai karier di Arsenal pada musim 2026/2027 setelah tujuh tahun di Aston Villa, memilih nomor punggung 15 yang sebelumnya dipakai lima pemain.
  • Pengguna terakhir nomor 15, Jakub Kiwior, mencatat 68 laga, 3 gol, dan 5 assist sebelum dipinjamkan ke Porto pada 2025 lalu dipermanenkan pada 2026.
  • Sebelum Kiwior, nomor 15 pernah dikenakan Maitland-Niles, Oxlade-Chamberlain, Denilson, dan Fabregas; Fabregas mencatat kontribusi terbesar dengan 57 gol serta 97 assist dalam 303 laga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ezri Konsa menjalani karier baru bersama Arsenal mulai 2026/2027. Setelah 7 tahun membela Aston Villa, bek Inggris ini menjajal tantangan dengan berlabuh ke ibu kota. Dalam mengarungi tiap laga, ia memilih mengenakan nomor punggung 15. Transfermarkt mencatat, ada lima pemain yang pernah menggunakan nomor tersebut di Arsenal sebelum Ezri Konsa. Siapa saja? 

  1. 1. Jakub Kiwior mengalami performa naik turun selama membela Arsenal

    Jakub Kiwior merupakan pengguna terakhir nomor punggung 15 di Arsenal. Kariernya di Emirates Stadium terbilang naik turun. Ia pernah berada dalam periode selalu diandalkan. Namun, ia juga pernah tidak dimainkan dalam waktu yang lama. Selama 2,5 tahun di London, pemain Polandia ini memainkan 68 laga dengan kontribusi 3 gol dan 5 assist

    Kondisi tersebut membuat Kiwior mencari opsi lain agar bisa bermain reguler. Pada musim panas 2025, Arsenal meminjamkannya kepada Porto. Di klub Portugal tersebut, Kiwior mampu diandalkan di barisan pertahanan. Berkat performa konsistensinya itu, Porto menebusnya secara permanen dengan harga 17 juta euro (Rp347 miliar) pada musim panas 2026. 

  2. 2. Ainsley Maitland-Niles mampu diandalkan berkat sosoknya sebagai pemain serbabisa

    Ainsley Maitland-Niles adalah jebolan akademi Arsenal. Debut pada akhir 2014, ia sempat dipinjamkan kepada Ipswich Town sebelum dipromosikan ke tim utama pada 2016. Ia tidak punya nomor identik ketika di Arsenal. Namun, beberapa nomor pernah digunakannya selama di Arsenal. Mulai dari 70, 55, 30, termasuk 15. Kariernya tercatat hingga 2023 di London. 

    Kiprah Maitland-Niles terbilang tak mulus di ibu kota. Kendati mampu memainkan 132 laga dengan 3 gol dan 8 assist, ia tak selalu reguler. Ia juga pernah dipinjamkan kepada West Bromwich Albion, AS Roma, hingga Southampton. Fleksibilitasnya yang membuatnya dipercaya mengisi berbagai peran, mulai dari bek sayap, gelandang sayap, hingga gelandang sentral ketika kontraknya berakhir pada musim panas 2023, Arsenal memutuskan untuk melepasnya.

  3. 3. Alex Oxlade-Chamberlain pernah menjadi wonderkid andalan Arsenal

    Alex Oxlade-Chamberlain bergabung dengan Arsenal pada 2011. Arsene Wenger kepincut dengan bakat mudanya ketika menimba ilmu di Southampton. Kedatangannya saat itu menjadi buah bibir karena potensinya sebagai pemain. Ia lalu memilih nomor 15 untuk mengawali kariernya di ibu kota. Ia mampu bertahan di Emirates Stadium hingga 2017. 

    Selama 6 tahun berseragam Arsenal, Chamberlain mengalami pasang surut performa. Ketika fit, ia merupakan sosok kunci kreativitas permainan. Ini terbukti lewat kontribusi 20 gol dan 28 assist dari 198 penampilan. Ia juga berhasil membantu tim menjuarai tiga Piala FA. kualitasnya ini yang membuat Arsenal rela melepasnya ke Liverpool pada 2017. Arsenal memecahkan rekor penjualannya kala itu setelah setuju pada angka 38 juta euro (Rp777 miliar).

  4. 4. Denilson bertugas sebagai jenderal lapangan tengah permainan

    Denilson memperkuat Arsenal pada 2006–2011. Ia merupakan sosok ikonis nomor 15 di skuad The Gunners. Mulanya, pemain Brasil ini kesulitan bermain reguler karena ketatnya persaingan. Namun, kesempatan itu diberikan 2 tahun setelah kedatangannya hingga mampu diandalkan.

    Tercatat, Denilson memainkan 153 laga dengan sumbangsih 10 gol dan 12 assist. Namun, faktor homesick dan kurang dukungan ketika merantau membuatnya memilih pulang ke Brasil. Arsenal meminjamkannya kepada Sao Paulo selama 2 musim sebelum dilepas pada 2013.

  5. 5. Cesc Fabregas menjelma menjadi gelandang elite bersama Arsenal

    Cesc Fabregas datang ke Arsenal mengadu nasib setelah lulus dari La Masia Barcelona. Sebagai pemuda 16 tahun saat bergabung pada 2003, ia sempat mengalami kesulitan. Secara perlahan, ia mampu menunjukkan kualitasnya. Ia dipromosikan ke tim utama setahun kemudian. Meski ikonis dengan nomor 4, ia mengenakan nomor 15 pada musim awalnya.

    Secara total, Fabregas menghabiskan waktu selama 8 tahun di ibu kota. Di bawah asuhan Arsene Wenger, ia menjelma sebagai gelandang papan atas. Ia diandalkan dalam 303 laga di berbagai ajang. Kreativitasnya terbukti lewat torehan 57 gol dan 97 assist. Sayangnya, ia hanya memberikan Piala FA dan Piala Liga Inggris untuk Arsenal. Kendati begitu, ini tidak menihilkan peran besarnya sebagai gelandang kreatif sehingga membuat Arsenal kompetitif di lintas ajang.

    Mayoritas pemain di atas punya jejak karier yang berdampak terhadap Arsenal. Meski tidak semuanya berprestasi, sederet nama tersebut membuktikan kualitasnya mampu membawa tim bersaing. Ezri Konsa yang punya pengalaman matang diharapkan bisa memperkokoh barisan pertahanan Arsenal demi makin berprestasi. Patut dinantikan kontribusinya pada 2026/2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More