4 Penyerang yang Pernah Mencetak Gol dalam 8 Laga Beruntun di UCL

- Harry Kane mencetak gol dan assist saat Bayern München menang 5-0 atas Bodo/Glimt, sekaligus menyamai catatan gol dalam delapan laga UCL beruntun.
- Ruud van Nistelrooy menjadi pelopor dengan sembilan laga beruntun pada 2002/2003, sedangkan Cristiano Ronaldo melakukannya dua kali, termasuk rekor 11 pertandingan berturut-turut.
- Robert Lewandowski juga dua kali mencatat minimal delapan laga UCL beruntun bersama Bayern; Ronaldo mengantar Real Madrid juara, sementara Nistelrooy dan Kane belum.
FC Bayern Muenchen memulai kiprah di Liga Champions Eropa (UCL) dengan kemenangan 5-0 atas Bodo/Glimt pada 11 September 2026. Harry Kane kembali menampilkan performa apik dengan mencetak satu gol dan assist di laga ini. Torehan tersebut membuat striker asal Inggris itu mengukir rekor mentereng.
Ia menjadi salah satu penyerang yang mampu mencetak dalam delapan pertandingan UCL secara beruntun. Dalam sejarahnya, hanya ada empat pemain yang mampu membobol gawang lawan dalam delapan laga berturut-turut di UCL. Termasuk Kane, berikut empat penyerang yang menorehkan catatan apik tersebut.
1. Ruud van Nistelrooy mencetak gol dalam sembilan laga beruntun pada UCL 2002/2003
Ruud van Nistelrooy menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam delapan atau lebih laga UCL secara beruntun. Momen tersebut terjadi ketika sang pemain membela Manchester United pada 2002/2003. Ia kala itu menorehkan gol dalam sembilan laga beruntun di dua fase grup serta perempat final.
Nistelrooy memulai rekor tesebut kala mencetak satu gol dan assist dalam kemenangan MU 5-2 atas Maccabi Haifa pada matchday 1 grup F pada 19 September 2002. Ia kemudian membobol gawang lawan-lawannya dalam delapan penampilan UCL berikutnya. Rekornya terhenti ketika mencetak satu gol dalam kemenangan MU 4-3 atas Real Madrid pada leg kedua perempat final UCL 2002/2003.
2. Cristiano Ronaldo mencetak gol dalam delapan laga UCL berturut-turut sebanyak dua kali
Cristiano Ronaldo tercatat pernah menorehkan gol dalam delapan atau lebih pertandingan UCL secara beruntun sebanyak dua kali. Ia mengukir rekor tersebut kala berseragam Real Madrid pada 2013/2014 dan 2017/2018. Secara perinci, Ronaldo menorehkan gol dalam 8 laga beruntun pada 2013/2014 dan 11 pertandingan berturut-turut pada 2017.
Ia memulai rekor tersebut ketika mencetak gol dalam delapan laga beruntun dari fase grup sampai leg pertama perempat final pada UCL 2013/2014. Ronaldo kemudian menciptakan gol dalam sebelas laga beruntun terhitung sejak final UCL 2016/2017. Ia lalu melanjutkan catatan golnya dari matchday 1 fase grup sampai leg kedua perempat final pada 2017/2018. Uniknya, Ronaldo mampu mengantarkan Real Madrid meraih gelar juara UCL ketika menciptakan rekor tersebut pada 2013/2014, 2016/2017, dan 2017/2018.
3. Robert Lewandowski menorehkan gol dalam delapan pertandingan Liga Champions dua kali
Robert Lewandowski mengukir rekor membobol gawang lawan dalam delapan atau lebih pertandingan UCL sebanyak dua kali. Catatan apik tersebut tercipta ketika striker asal Polandia itu berseragam FC Bayern Muenchen. Lewandowski menciptakan rekor tersebut pertama kali ketika menciptakan gol dari fase grup sampai semifinal UCL 2019/2020.
Ia lalu kembali mengukir rekor apik tersebut kala memasuki 2020/2021. Lewandowski mencetak gol dalam 2 laga fase grup dan 2 leg perempat final UCL. Ia melanjutkan tren positif itu dalam lima pertandingan fase grup UCL 2021/2022.
4. Harry Kane menorehkan gol dalam delapan pertandingan UCL beruntun pada 2026
Harry Kane makin menunjukkan kualitasnya sebagai striker papan atas sejak bergabung dengan Bayern Muenchen pada musim panas 2023. Beragam rekor terkait torehan gol berhasil ia ciptakan. Salah satunya mencetak gol dalam delapan laga beruntun.
Kane memulai rekor tersebut ketika menorehkan brace dalam kemenangan Bayern Muenchen 2-0 atas Union Saint-Gilloise pada matchday 7 fase liga UCL 2025/2026. Ia kemudian mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun sampai leg kedua semifinal. Kane melanjutkan tren positif tersebut dengan mencetak satu gol dan assist saat Bayern Muenchen mengalahkan Bodo/Glimpt dengan skor 5-0 pada matchday 1 fase liga UCL 2026/2027.
Keempat penyerang tersebut menunjukkan konsistensi dalam mencetak gol di Liga Champions, kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa. Namun, tidak semua dari mereka pernah membawa klubnya menjuarai UCL. Nistelrooy gagal meraih gelar juara Liga Champions kala berseragam Manchester United dan Real Madrid. Kane hanya mampu mengantarkan Bayern Muenchen sampai semifinal.




















