Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pergelangan Tangan Retak, Jorge Martin Tolak Nyerah Kejar Gelar Juara
Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin memacu motornya dalam sesi latihan bebas MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). (ANTARA/Ahmad Subaidi)
  • Jorge Martin tetap mengejar poin dan podium di Sepang untuk menjaga peluang gelar juara MotoGP 2026.

  • Tim dokter mengizinkannya balapan, tetapi kondisi pergelangan tangannya akan dipantau setelah FP1.

  • Martin masih tertinggal 10 poin dari Marc Marquez dan memilih mengukur kemampuan fisiknya sendiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (24/10/2026)

Jorge Martin mengalami kecelakaan parah pada sesi Sprint Race MotoGP Australia 2026. Pergelangan tangannya patah.

saat ini

Martin tertinggal 10 poin dari Marc Marquez yang memimpin klasemen. Ia tetap menolak menyerah dalam perburuan gelar juara.

akhir pekan ini

MotoGP Malaysia 2026 akan berlangsung di Sirkuit Sepang. Martin membutuhkan poin dan podium untuk menjaga peluang juara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jorge Martin tetap berencana balapan di MotoGP Malaysia 2026 meski pergelangan tangannya patah.
  • Who?
    Jorge Martin dari Aprilia Racing, Marc Marquez dari Ducati Lenovo, dan tim dokter terlibat dalam situasi ini.
  • Where?
    Balapan akan berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia.
  • When?
    MotoGP Malaysia 2026 dijadwalkan pada akhir pekan ini. Cedera Martin terjadi pada Sabtu (24/10/2026).
  • Why?
    Martin membutuhkan poin dan podium untuk menjaga peluang juara karena tertinggal 10 poin dari Marc Marquez.
  • How?
    Martin mendapat izin tim dokter untuk balapan, dengan kondisi yang akan dipantau setelah sesi FP1.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jorge Martin mengalami kecelakaan dan pergelangan tangannya patah. Ia tetap ingin balapan untuk mengejar gelar juara MotoGP. Tim dokter mengizinkannya mencoba di Malaysia, tetapi tangannya akan diperiksa lagi setelah latihan pertama. Martin masih tertinggal 10 poin dari Marc Marquez dan ingin melihat apakah tubuhnya kuat mengendarai motor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jorge Martin masih memiliki kesempatan untuk bertarung dalam perburuan gelar setelah mendapat izin tim dokter untuk balapan di Malaysia. Sikapnya yang tetap fokus pada kemampuan fisik sendiri membuat targetnya lebih terukur. Ia dapat menentukan kelanjutan persaingan setelah melihat kemampuan tangannya menahan beban motor dalam kecepatan tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, tengah dihantui situasi krusial jelang MotoGP Malaysia 2026, pada akhir pekan ini. Martin sedang cedera, namun butuh mendulang poin di Sirkuit Sepang.

Martin bukan hanya wajib meraih poin, tetapi finis di podium demi menjaga peluang juara. Itu karena Martinator terpaut 10 poin dari Marc Marquez (Ducati Lenovo) yang sedang memimpin klasemen saat ini.

Di tengah kondisi fisiknya yang belum pulih akibat cedera, Martin menolak untuk mengibarkan bendera putih. Ambisi pembalap asal Spanyol itu tetap membara untuk bertarung dalam perburuan gelar juara dunia.

1. Nekat balapan meski pergelangan tangan retak

Kondisi fisik Martin sejatinya kurang ideal untuk balapan di Sepang. Pergelangan tangannya retak akibat mengalami kecelakaan parah di sesi Sprint Race MotoGP Australia 2026, Sabtu (24/10/2026).

Beruntung bagi Martin, karena ambisinya untuk tetap balapan di Malaysia mendapat lampu hijau dari tim dokter. Namun, kondisinya akan dipantau lebih lanjut setelah menjalani sesi latihan bebas pertama (FP1).

"Aku akan tetap berkendara meskipun pergelangan tanganku retak. Kondisi saya bisa jauh lebih buruk setelah kecelakaan itu," ujar Martin, dikutip dari Crash.

2. Tolak pasrah di tengah tekanan Marquez

Martin menegaskan tidak akan menyerah menghadapi situasi yang terjepit ini. Dia menyatakan akan bertarung hingga titik darah terakhir untuk menikung Marquez dari puncak klasemen.

"Saat ini, belum berakhir sampai benar-benar berakhir. Itu sudah pasti, segalanya bisa terjadi untuk memperebutkan gelar," ujar mantan pembalap Pramac Racing tersebut.

3. Fokus pada kondisi fisik

Martin juga memilih pendekatan yang lebih realistis dan fokus pada kondisi fisiknya sendiri. Target utamanya saat ini adalah memastikan apakah tangannya mampu menahan beban motor saat melaju dengan kecepatan tinggi.

"Saya ingin melihat apakah saya mampu bersaing, dan jika saya mampu, maka saya masih dalam persaingan. Jika tidak, kita bisa melupakannya," ujar pembalap asal Spanyol tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article